Laman

Laman

Tampilkan postingan dengan label NEWS UPDATE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NEWS UPDATE. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Mei 2017

Diguyur Hujan, Peserta Apel Peringatan Harkitnas di Karangasem Memilih “Kabur”

 Foto: peserta apel memilih bubar karena hujan

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Apel peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Karangasem, Senin (22/5) kemarin diwarnai dengan guyuran hujan. Hujan yang cukup lebat tersebut membuat apel yang sedianya dilakukan pukul 07:30 molor kurang lebih satu jam. Bahkan peserta upacara yang sedari pagi sudah sempat memadati lapangan Tanah Aron memilih “kabur”. Kebanyakan dari meraka yang merupakan PNS di lingkungan Pemkab Karangasem tersebut memilih untuk balik ke kantor masing-masing.

Dari pantauan di lokasi upacara, Peserta yang sebelumnya sudah sempat berbaris bubar karena hujan. Para PNS memilih untuk berteduh di bawah pohon atau di balai bengong Tanah Aron. Bahkan terlihat banyak peserta berpakaian Korpri yang masuk ke dalam kantor Civic Center dan ke dalam Kantor Bupati. PNS juga banyak yang memilih berdiam di warung Sadia di sebelah timur lapangan upacara.

Petugas upacara terpaksa menskor upacara sampai hujan reda. Sekitar pukul 08:30 hujan reda, upacara pun dimulai. Wakil Bupati Karangasem, Wayan Artha Dipa sebagai inspektur upacara datang ke lapangan upacara.

Namun saat upacara sudah dimulai, hujan pun kembali turun sesaat sebelum pengibaran bendera merah putih. Peserta yang berbaris di bagian belakang pun kembali berteduh. Barisan pun terlihat jomplang. Sementara peserta pada barisan depan tetap pada posisi kendati mengeluarkan HP untuk diamankan oleh rekannya di belakang.

Wabup Artha Dipa dalam sambutannya pun mengapresiasi para peserta yang tetap mengikuti apel sampai kehujanan. Sementara peserta yang tak disiplin apalagi yang meninggalkan lokasi upacara akan diberikan himbauan dan pembinaan. Pihaknya mengharapkan dengan spirit Harkitnas ke-109 kemajuan dan kesejahteraan masyarakat bisa terwujud. adm

Rabu, 17 Mei 2017

Bakamla RI Kordinasi Keamanan Laut dengan Pemkab Karangasem

Foto: Bupati Mas Sumatri bersama Rombongan Bakamla RI

KARANGASEM, Teropong Amlapura - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengadakan kunjungan ke Pemkab Karangasem, Rabu (17/5) Kemarin. Kedatangan Bakamla ke Bumi Lahar adalah untuk Kordinasi dengan pemerintah daerah terkait pengamanan laut yang ada di wilayah Karangasem. Rombongan Bakamla yang dipimpin Kasubid P2K2L Bakamla, AKBP. Suharwiyono, SH. MH tersebut diterima oleh Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi Staf Ahli Bidang Pemerintahan I Wayan Sutapa dan Kadis Perhubungan Ida Bagus Putu Swastika. 

Suharwiyono menyampaikan tujuan kedatangannya untuk silaturahmi dan berkoordinasi terkait keamanan laut di Karangasem. Ia menjelaskan,  Bakamla baru saja berusia dua tahun dengan kantor yang berpusat di Rawa Mangun Jakarta Timur. Namun demikian,  Bakamla sudah bekerja semenjak 2007 dimana dulunya bernama Bakorkamla (Badan Koordinasi Keamanan Laut). "Perubahan menjadi Bakamla merupakan turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2013 Tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2014 serta persetujuan Presiden RI tanggal 24 Desember 2013 Tentang Perubahan Undang-Undang No 6 Tahun 1996 Tentang Revitalisasi Bakorkamla menjadi Bakamla," katanya. 

Ia juga memaparkan tugas Bakamla yang utama adalah memantau keselamatan dan keamanan laut, mengkoordinasikan kepada SKPD terkait tugas tugas Bakamla dan menjalankan operasi di laut. 

Bupati Mas Sumatri mengatakan kehadiran Bakamla RI merupakan suatu kegembiraan. Karena menurutnya semakin banyak yang terlibat dalam menyelesaikan beragam permasalahan di Kabupaten Karangasem,  maka semakin baik. 

Diharapkan dengan kedatangan Bakamla untuk melakukan silaturahmi dan koordinasi,  maka sejumlah permasalahan kemaritiman di Karangasem dapat diselesaikan dengan lebih cepat. "Kami sepenuhnya siap berjalan bersama menyelesaikan masalah-masalah yang ditemukan oleh Bakamla nantinya," tegasnya. 
Menurut Mas Sumatri, Keamanan laut telah dioptimalkan sepenuhnya dengan kerjasama yang telah terjalin sebelumnya antara Pemda Karangasem dan Bakamla. Untuk itu,  Mas Sumatri menyampaikan terima kasih atas kerja keras bersama sehingga di tahun 2016 hingga 2017 kasus yang terjadi di wilayah perairan laut Karangasem dapat ditekan. Selain itu,  Bakamla juga telah membantu edukasi  dan keselamatan nelayan. "Selanjutnya kami memohonkan program pelatihan untuk ASN atau OPD terkait agar bisa bekerja dengan maksimal. Karangasem juga memiliki rumpon dan kami mohon dibantu ditenggelamkan," pungkasnya. adm/rls


Jumat, 07 April 2017

Pedagang Bakso Babi Musuh Besar Virus Miningitis

Foto: Gede Abang pedagang bakso babi di depan SMP 1 Amlapura

Teropong Amlapura – Kabar virus Miningitis Streptococcus Suis (MSS) yang menyerang ternak babi rupanya berdampak buruk kepada pedangan bakso babi. Pedagang mengeluh omset mereka menurun sejak muncul berita adanya dugaan korban meningitis yang masuk rumah sakit. “Ketika muncul berita-berita virus miningitis menyerang babi, bakso saya tidak laku, omset menurun drastis,” Ujar Gede Abang, seorang pedagang bakso Babi asal Lingkungan Batan Nyuh Kelod, Kelurahan Karangasem, saat ditemui Jumat (7/4) kemarin. 

Sejak itu, Abang dan teman-temannya sesama penjual olahan Babi pun menjadi musuh besar Virus Miningitis. Pasalnya Abang yang biasa berjualan di depan SMP 1 Amlapura tersebut mengaku bahwa siswa-siswa yang menjadi langgannya semua kabur. Sebab guru di sekolah juga mensosialisasikan agar siswa berhati-hati memakan daging babi agar tidak terkena virus miningitis. Padahal Abang mengaku bahwa tidak sedikitpun dirinya memakai darah babi dalam membuat bakso babi. Selain itu, bakso yang dibutanya pun dimasak dengan suhu panas tinggi yang apabila ada virus membuat virus akan mati. “Bakso saya tidak memakai darah, daging babi yang saya pakai juga dimasak dengan baik,” terang Pedagang bakso keliling dengan sepeda motor tersebut.

Abang kini bisa bernafas lega, Bakso dagangannya kembali diserbu pembeli karena pemerintah telah menyampaikan bahwa Virus Miningitis akan mati setelah dimasak dengan benar. Apalagi dimasak dengan suhu tinggi seperti dibuat Bakso maka virus dipastikan mati.

Selain itu, cita rasa bakso buatan Pak Abang memang sudah terkenal di seputaran Amlapura. Karena rasa baksonya yang enak tenan, isi potongan daging cincang dan cabe pedas di dalamnya. Para pelanggannya juga tidak akan rela lama-lama digoyang isu Virus Miningitis untuk bisa menikmati Bakso buatan Pak Abang. adm


Kamis, 06 April 2017

TMMD Buka Isolir Dua Desa di Kubu

    Foto: anggota TNI saat mengerjakan TMMD di Kubu

Teropong Amlapura – Sejumlah wilayah di Karangasem masih banyak yang terisolir. Seperti halnya beberapa wilayah di Kecamatan Kubu masih ada warganya yang tinggal di pedalaman tanpa adanya akses jalan. Oleh karena itu, TNI melalui program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) membuka isolasi antara dua desa di Kecamatan Kubu yaitu antara Dusun Panek, Desa Ban dengan Dusun Paleg, Desa Tianyar Timur.  
 Dandim 1623/Karangasem, Letkol Inf Fierman Sjafirial Agustus menyampaikan Program TMMD di Kubu akan membuka akses jalan sepanjang 1,37 Km yang menghubungkan Desa Ban dengan Desa Tianyar Timur. Pihaknya berkeyakinan dengan dibukanya isolasi tersebut perekonomian masyarakat akan bangkit dan masyarakat setempat bisa hidup lebih sejahtera.
  Dandim menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya di lapangan, Program TMMD bersipat swadaya. Artinya TNI bersama masyarakat bekerjasama untuk mengerjakan program TMMD tersebut. "Lama pengerjaannya selama 1 bulan yang berakhir pada 30 April 2017 mendatang," ujar Dandim saat memantau pengerjaan TMMD hari pertama, Rabu (5/4/2017).
   Pihaknya menyampaikan selain kegiatan fisik berupa pembangunan infrastruktur, TMMD ke-98 Kodim 1623/Karangasem tersebut juga akan menggelar puluhan kegiatan non fisik seperti mengelar pasar murah, penyuluhan KB, penyuluhan tentang bahaya narkoba, wawasan kebangsaan, dan berbagai macam kegiatan lomba untuk anak-anak pelajar di Desa setempat. adm