Laman

Laman

Jumat, 07 April 2017

Pedagang Bakso Babi Musuh Besar Virus Miningitis

Foto: Gede Abang pedagang bakso babi di depan SMP 1 Amlapura

Teropong Amlapura – Kabar virus Miningitis Streptococcus Suis (MSS) yang menyerang ternak babi rupanya berdampak buruk kepada pedangan bakso babi. Pedagang mengeluh omset mereka menurun sejak muncul berita adanya dugaan korban meningitis yang masuk rumah sakit. “Ketika muncul berita-berita virus miningitis menyerang babi, bakso saya tidak laku, omset menurun drastis,” Ujar Gede Abang, seorang pedagang bakso Babi asal Lingkungan Batan Nyuh Kelod, Kelurahan Karangasem, saat ditemui Jumat (7/4) kemarin. 

Sejak itu, Abang dan teman-temannya sesama penjual olahan Babi pun menjadi musuh besar Virus Miningitis. Pasalnya Abang yang biasa berjualan di depan SMP 1 Amlapura tersebut mengaku bahwa siswa-siswa yang menjadi langgannya semua kabur. Sebab guru di sekolah juga mensosialisasikan agar siswa berhati-hati memakan daging babi agar tidak terkena virus miningitis. Padahal Abang mengaku bahwa tidak sedikitpun dirinya memakai darah babi dalam membuat bakso babi. Selain itu, bakso yang dibutanya pun dimasak dengan suhu panas tinggi yang apabila ada virus membuat virus akan mati. “Bakso saya tidak memakai darah, daging babi yang saya pakai juga dimasak dengan baik,” terang Pedagang bakso keliling dengan sepeda motor tersebut.

Abang kini bisa bernafas lega, Bakso dagangannya kembali diserbu pembeli karena pemerintah telah menyampaikan bahwa Virus Miningitis akan mati setelah dimasak dengan benar. Apalagi dimasak dengan suhu tinggi seperti dibuat Bakso maka virus dipastikan mati.

Selain itu, cita rasa bakso buatan Pak Abang memang sudah terkenal di seputaran Amlapura. Karena rasa baksonya yang enak tenan, isi potongan daging cincang dan cabe pedas di dalamnya. Para pelanggannya juga tidak akan rela lama-lama digoyang isu Virus Miningitis untuk bisa menikmati Bakso buatan Pak Abang. adm


0 komentar:

Posting Komentar