Foto: Gede Abang pedagang bakso babi di depan SMP
1 Amlapura
Teropong Amlapura – Kabar virus Miningitis
Streptococcus Suis (MSS) yang menyerang ternak babi rupanya berdampak buruk
kepada pedangan bakso babi. Pedagang mengeluh omset mereka menurun sejak muncul
berita adanya dugaan korban meningitis yang masuk rumah sakit. “Ketika muncul
berita-berita virus miningitis menyerang babi, bakso saya tidak laku, omset
menurun drastis,” Ujar Gede Abang, seorang pedagang bakso Babi asal Lingkungan
Batan Nyuh Kelod, Kelurahan Karangasem, saat ditemui Jumat (7/4) kemarin.
Sejak itu, Abang dan teman-temannya sesama penjual olahan Babi pun menjadi musuh besar Virus Miningitis. Pasalnya Abang yang biasa berjualan di depan SMP 1
Amlapura tersebut mengaku bahwa siswa-siswa yang menjadi langgannya semua
kabur. Sebab guru di sekolah juga mensosialisasikan agar siswa berhati-hati
memakan daging babi agar tidak terkena virus miningitis. Padahal Abang mengaku
bahwa tidak sedikitpun dirinya memakai darah babi dalam membuat bakso babi. Selain itu, bakso yang dibutanya pun
dimasak dengan suhu panas tinggi yang apabila ada virus membuat virus akan
mati. “Bakso saya tidak memakai darah, daging babi yang saya pakai juga dimasak
dengan baik,” terang Pedagang bakso keliling dengan sepeda motor tersebut.
Abang kini bisa bernafas lega, Bakso
dagangannya kembali diserbu pembeli karena pemerintah telah menyampaikan bahwa
Virus Miningitis akan mati setelah dimasak dengan benar. Apalagi dimasak dengan
suhu tinggi seperti dibuat Bakso maka virus dipastikan mati.
Selain itu, cita rasa bakso buatan Pak Abang
memang sudah terkenal di seputaran Amlapura. Karena rasa baksonya yang enak
tenan, isi potongan daging cincang dan cabe pedas di dalamnya. Para
pelanggannya juga tidak akan rela lama-lama digoyang isu Virus Miningitis untuk
bisa menikmati Bakso buatan Pak Abang. adm







0 komentar:
Posting Komentar