Foto; upacara melasti di Pura Besakih
Teropong Amlapura - Menjelang Tawur Tabuh
Gentuh lan Karya Ida Betare Turun Kabeh di Pura Besakih yang puncaknya jatuh pada 11 April 2017 mendatang,
Krama Hindu di Bali melakukan prosesi melasti ke Toya Sah, Minggu kemarin (9/4)
kemarin. Upacara melasti itu dilakukan untuk menyucikan seluruh pelingga dan
uparangga yang akan diupacarai di Pura Penataran Agung Besakih.
Upacara melasti sendiri diikuti ribuan umat yang berasal dari seluruh penjuru Bali. Umat yang telah memadati areal Pura Besakih sejak pukul 08:00 Wita tersebut melakukan upacara melasti ke Toya Sah yang terletak di Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem.
Jarak dari Pura Besakih ke Toya Sah kurang lebih 3 Km yang ditempuh para pemedek dengan berjalan kaki. Ribuan Iring-iringan pemedek laki perempuan memberntuk barisan pemundut uparenga seperti pembawa tambur, umbul-umbul, piasan, kober, pajeng, tumbak, dan beragam pratima Ida Betara. Disusul kemudian iringan Jempana pengabih Pura Besakih yang jumlahnya 21 jempana. Baru kemudian disusul jempana dari masing-masing pedarman yang jumlahnya 12.
Iring-iringan melasti diikuti tidak kurang dari 1.000 orang. Banyaknya pemedek yang berasal dari seluruh Bali membuat barisan melasti mencapai sepanjang 1 Km. Kendati demikian demikian arus kendaraan dapat dikendalikan karena diatur oleh pecalang dan pihak kepolisian. adm







0 komentar:
Posting Komentar