Foto: Bupati Mas Sumatri saat melepas kontingen Pekan Nasional petani Nelayan Kabupaten Karangasem
Teropong Amlapura - Sebanyak 40 orang Kontingen Pekan
Nasional (PENAS) XV Petani-Nelayan Kabupaten Karangasem dikirim untuk berlaga di Kota Banda Aceh. Kontingen Karangasem yang terdiri dari 30 orang dari Kelompok Tani Nelayan
Andalan (KTNA) dan 10 orang pendamping dari Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Karangasem tersebut telah menunjukkan dedikasinya dalam memajukan pertanian dan
nelayan di Kabupaten Karangasem. Rencananya
kontingen dari Karangasem akan berlomba pada tanggal 6 s/d 11 Mei 2017
mendatang.
Bupati Karangasem, Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan dalam era perdagangan bebas, para Petani Nelayan harus mampu
bersaing di pasaran global dengan terus berupaya meningkatkan kwalitas produk
dan melakukan efisiensi dalam mengelola usaha tani nelayan-Hutan. Menurutnya kelembagaan
tani nelayan dan petani hutan dapat dijadikan sebagai mitra kerja pemerintah
dalam rangka kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan menuju kesejahteraan
nelayan dan petani.
Selain itu, Mas Sumatri berharap
kepada peserta dan pendamping, agar seluruh berpartisipasi dan berperan aktif
untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PENAS sehingga tujuan dan sasaran
yang diharapkan dapat tercapai secara maksimal. "Saya minta kepada para
peserta dan pendamping Kelompok Tani Nelayan Andalan dari Kabupaten Karangasem,
dapat mempromosikan dan melakukan kerjasama kemitraan dalam pemasaran
hasil-hasil pertanian dan perikanan dengan para stake holder yang hadir saat
pelaksaan PENAS tersebut," ujar Mas Sumatri saat melepas Kontingen
Karangasem di Wantilan Pemkab Karangasem, Senin (17/4).
Sementara
itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, I Wayan Supandhi mengungkapkan
tujuan pelaksanaan PENAS Ke VX Tahun 2017 adalah meningkatkan motivasi dan
kegairahan petani nelayan dan masyarakat pelaku agrobisnis dalam pembangunan
sistem dan usaha agrobisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan
melalui kemitraan yang saling menguntungkan. "Kegiatan ini juga dalam rangka
meningkatkan kepemimpinan dan kemandirian kelompok tani nelayan, meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan dibidang teknologi dan informasi serta
meningkatkan jiwa kewirausahaan dan kesadaran terhadap lingkungan," pungkasnya. rls







0 komentar:
Posting Komentar