Foto: Ilustrasi
KARANGASEM, Teropong Amlapura –
YN, seorang ABG (Anak Baru Gede) berusia 14 tahun mengaku disekap dan dijual oleh
pacarnya. Gadis putus sekolah yang tinggal di Lingkungan Karangsokong,
Kelurahan Subagan, Karangasem tersebut “dijos” bergantian oleh 7 orang pria
hidung belang di dua kamar kos berbeda.
Kasus pencabulan anak di bawah
umur itu terkuak setelah orang tua korban melapor ke Mapolres Karangasem, Sabtu
(15/4) lalu.
Kapolres Karangasem, AKBP
Sugeng Sudarso saat dikonfirmasi Senin (17/4) kemarin membenarkan peristiwa
pencabulan tersebut. Menurutnya, korban YN mengaku sempat disetubuhi oleh 7
orang pria yang 6 diantaranya orang yang tidak dikenalnya. Korban mengaku
dijual oleh pacarnya agar mau meladeni teman-temannya beradegan ranjang. “Korban
mengaku diancam dan dipaksa,” terangnya.
Kapolres menyampaikan bahwa
korban sampai bisa dicabuli berawal saat Korban kabur dari rumahnya pada Kamis (6/4)
lalu. Kepergian korban yang tanpa pamit tersebut kemudian dicari kakanya LH
(18) namun tak kunjung ketemu. Korban baru ditemukan oleh kerabatnya di
kamar kos-kosan di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Subagan, Karangasem, Kamis (13/4). Temuan itu pun
ditindaklanjuti oleh LH dengan menjemput korban untuk pulang.
Sejak menghilang selama 7 hari
itulah korban mengaku kepada kakanya kalau dirinya disetubuhi oleh 7 orang pria
secara bergantian. Pencabulan
itu dilakukan di dua tempat berbeda yakni disebuah kos-kosan di daerah Galiran
dan kosan di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Subagan, Karangasem. Korban pun menceritakan pula yang
dialaminya kepada ayahnya yaitu HB (60). Lantaran tidak terima, HB kemudian
melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Karangasem.
Polisi yang melakukan
pengembangan pun akhirnya berhasil mengamanakan para pelaku. Pelaku yang
diamankan diantaranya GS (21) asal Bebandem, AP (23) asal Abang, PB (17) asal Bug-Bug,
KA (20) asal Bug-Bug, DR (19) tahun asal Kecicang, JK (20) tahun asal Kecicang,
dan AI (17) asal Bebandem.
Kendati saat ini sudah ada 7
pelaku yang diamankan. Namun Diduga ada kemungkinan pelaku baru akan muncul
dari hasil pengembangan. “Kasus ini masih dalam pengembangan kemungkinan akan
ada tersangka-tersangka baru,” pungkasnya. adm







0 komentar:
Posting Komentar