Laman

Laman

Sabtu, 02 Januari 2016

Dua Kasus Pencurian di Penghujung Tahun 2015


KARANGASEM, Teropong Amlapura – Di penghujung tahun 2015, Karangasem diwarnai dua kasus pencurian. Pertama kasus pencurian laptop dan emas yang terjadi di Kecamatan Kubu. Kedua kasus pencurian motor yang terjadi di Kecamatan Karangasem. Saat ini jajaran polisi di polsek masing-masing dan dibeckup Polres Karangasem masih melakukan penyelidiakan untuk mengetahui dan menangkap para pelaku pencurian tersebut.   
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus pencurian laptop dan emas dialami oleh korban I Nyoman Sukarsa (44) asal Banjar Dinas Darmawinangun, Desa Tiayar, Kecamatan Kubu, Karangasem. Korban yang bangun pukul 05:30 pagi awalnya terkejut ketika melihat laptop miliknya yang ada di atas meja dekat kamar tidurnya sudah tidak ada. Merasa curiga pihaknya juga memerikasa kamar anaknya untuk memastikan ada barang lain yang tidak ada. Ternyata perhiasan yang ditaruh di almari anaknya juga sudah hilang. Perhiasan yang hilang yaitu satu buah kalung emas, satu buah gelang emas, dan dua buah cincin emas. Korban pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Kubu, Kamis (31/12/2014). Atas kehilangan itu korban mengaku mengaammi kerugian Rp.7 Juta rupiah.
        Sementara itu, kasus pencurian kendaraan bermotor dialami oleh I Nengah Salin (40) warga asal Banjar Dinas Bugbug  Kelodan, Desa Bugbug, Kecamatan Karanagsem. Kasus kehilanga itu diketahui saat I Nengah Salin bersama istrinya Ni Nyoman Nik (40) hendak mengambil motor Honda Grand DK 5950 SD miliknya yang ditaruh di gudang milik I Yawan Simpir (45) yang merupakan tetangganya. Namun betapa tekejutnya korban tidak menemukan sepada motor tersebut yang rencananya dipakai untuk menuju ke pasar Bugbug untuk menjual ikan. Korban kemudian melapor ke polsek Karangasem. Korban mengaku mengalami kerugian Rp.2,5 juta atas kehilangan motornya.
       Kapolsek Kubu AKP Gede Sukadana mengaku pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian di wilayahnya. Pihaknya pun memerikasa beberapa saksi termasuk keluarga korban untuk mengungkap siapa pendurinya. Begitu juga dengan Koplesk Kota Karangasem, Kompol Anwar Sasmito juga mengaku masih melakukan penyelidikan terhadap kasus curanmor yang terjadi di wilayahnya tersebut. Pihaknya mengaku telah menurunkan anggota untuk menyelidiki dan mengejar para pelaku pencucurian tersebut. *

0 komentar:

Posting Komentar