Laman

Laman

Rabu, 05 April 2017

Tirta Gangga Taman Eksotis di Ujung Timur Pulau Bali (bagian 2)

Taman Tirta Gangga dinyatakan sebagai ODTW (Objek Wisata Daya Tarik Wisatawan) berdasarkan SK Bupati Karangasem no.395 tahun 1999. Semenjak keluarnya SK tersebut maka pengelolaan taman berada di tangan pemerintah, maka Taman Tirta Gangga dipermak dan dimodifikasi. Arsitekturnya pun benyak mengalami perubahan sehingga sekarang Arsitektur taman air ini terlihat seperti gabungan dari arsitektur gaya Bali dan Cina. Ini terlihat dari berbagai patung tokoh pewayangan, patung rangda, dan patung barong ciri khas Bali dipadukan dengan ornamen Cina terlihat dari jembatan sebelah timur kolam yang berhiaskan naga-naga mirip barong sai dari cina. Ini tentu menambah keindahan dari taman.
Baca sebelumnya : Tirta Gangga Taman Eksotis di Ujung Timur Pulau Bali (bagian 1)
Selain itu, sarana pendukung sebagai objek wisata sudah dapat dikatakan lengkap tersedia di Tirta Gangga. Berbagai macam pedagang cindramata, makanan ringan, restaurant, Spa, penginapan, bungalow, tour guide tersedia lengkap di sini. Dari segi kebersihan dan kenyamanan Tirta Gangga dilengkapi dengan 2 orang Scurity dan 10 orang petugas kebersihan. Fasilitas taman selalu di rawat termasuk lapangan parkir dan toilet selalu dijaga kebersihannya.
           Bagi kebanyakan orang yang bergelut dalam dunia pariwisata di Bali tentu tidak asing lagi dengan nama Taman TirtaGangga. Taman yang indah mempesona, penuh kesan romantis, sejuk dengan gemercik air pancuran, damai dengan riak-riak air kolam, dan membangkitkan gairah kebahagiaan apabila mengunjunginya.  
Sekitar 10 langkah melewati pintu masuk, pemandangan hamparan taman yang rapi dengan air mancur dan kolam di sebelah kanan dan kirinya menjadi suguhan selamat datang. Udara yang segar mulai masuk ke dalam diapragma anda setelah beberapa langkah berjalan di pinggir kolam yang sejuk. Pandangan anda kini mulai liar menyimak panorama yang memberikan kesan explosit dalam jiwa anda yang first time mengunjungi tempat ini. Sebelah barat anda akan melihat barisan pohon hijau di atas bukit yang berundak –undak. Sebelah kiri ada hamparan sawah luas membentang sehingga ujungnya akan terlihat laut diantara barisan bukit yang jauh.
Untuk berkeliling lokasi setidaknya dimerlukan waktu 60 menit untuk melihat seluruh tempat di lokasi ini. Kunjungan sebaiknya dilakukan jam 9 pagi saat matahari mulai hangat hingga jam 5 sore sebelum matahari tenggelam membawa udara dingin. Luas taman air ini adalah 1,2 ha, terdiri dari tiga tingkatan tanah membentang dari timur ke barat. Di tingkat Bhur (bawah) di sisi kiri jalan, lurus dari pintu masuk di sebelah kiri terdapat kolam besar dengan sebuah pulau di tengah-tengahnya yang dihubungkan dengan jembatan berornamen naga. Di tingkat Bwah (tengah), terdapat sebuah air mancur tinggkat 9 yang disebut Nawa Sanga terlihat berdiri elegan dengan muncratan air yang teratur. Di itngkat Swah (atas) terdapat pura pesucian tempat mata air yang tidak boleh dimasuki wisatawan demi menjaga kesakralannya.
Yang lebih penting para wisatawan yang datang ke Tirta Gangga tidak dikenakan biaya yang mahal. Karcis masuk bagi wisatawan domestik dikenakan biaya Rp.10 ribu rupiah per orang sementra untuk wisatawan dari luar negeri dikenakan biaya Rp.20 ribu per orang. Pengunjung bisa sepuasnya menikmati panorama taman air atau bahkan mandi menyegarkan diri di kolam pemandian yang airnya sangat jernih di sana. Adm

Tirta Gangga Taman Eksotis di Ujung Timur Pulau Bali (bagian 1)

Foto: Taman Tirta Gangga 

Jika jalan-jalan ke Kabupaten Karangasem, tidak boleh dilewatkan untuk berkunjung ke Taman Tirta Gangga. Sebab objek wisata andalan di Bumi Lahar ini adalah daya tarik wisatawan yang keindahannya sungguh memanjakan mata. Maka tak heran para wisatawan akan terkagum-kagum akan keindahan panorama air mancur yang disajikan di tempat ini. Bahkan banyak pelaku pariwisata yang kemudian menyebut Tirta Gangga sebagai Taman Eksotis di Ujung Timur Pulau Bali.
           Taman Tirta Gangga adalah taman air yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Lokasinya terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Kearangasem sekitar 83 km dari kota Denpasar. Jika melalui jalan baypas Prof. Dr Ida Bagus Mantra ke timur lewat Pura Goa Lawah terus Ke timur lewat Candi Dasa terus ke Timur sampai bertemu pertigaan Abang di Amlapura. Dari pertigaan Abang ke Arah Utara sekitar 6 km maka nanti di sebelah kiri jalan akan ada semacam papan reklame besar berwarna merah tua bertuliskan “Welcome to Tirta Gangga”.
            Dari segi etimologi, kata Tirta Gangga mengandung pengertian Tirta (Air) dan Gangga (nama sungai suci di India), jadi  Tirta Gangga adalah air suci gangga yang memberikan kesejukan. Artinya, bagi siapapun yang berkunjung ke Tirta Gangga maka dirinya akan mendapatkan kesejukan lahir dan batin dari indahya pemandangan dan segarnya air di Tirta Gangga. Oleh sebab itu, air dari mata air Tirta Ganga dianggap sebagai air suci oleh masyarakat setempat. Maka sampai saat ini, Air dari mata air Tirta Gangga ini digunakan untuk upacara keagamaan dan sebagai tempat pesucian Ida Betara di desa setempat.
            Dari segi sejarah, Taman air ini dibangun pada tahun 1948 atas prakarsa Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Raja berniat membangun puri (tempat tinggal) yang dekat dengan sumber air yang sejuk. Dengan demikian dipilihlah sumber air “klebutan” di bawah pohon beringin di sana untuk dialirkan ke kolam-kolam pemandian yang ada di bawahnya. Selain itu, air juga dialirkan melalui pipa bawah tanah ke pancuran teratai tingkat 9 setinggi 9 meter di kolam utama yang dihiasi tanaman dan bunga-bunga yang indah.
Baca Kelanjutannya : Tirta Gangga Taman Eksotis di Ujung Timur Pulau Bali (bagian 2)

Selasa, 04 April 2017

Ini 8 Kepala OPD di Karangasem yang Lolos Seleksi Lelang Jabatan

  Foto: dari kiri ke kanan (I Wayan Astika, dr. Gusti Putra Pertama, Putu Arnawa, Ni Made Santikawati, Gusti Ngurah Kartika, Nyoman Suradnya, dan Gusti Gede Rinceg)

Teropong Amlapura – Delapan kepala Orgsisasi Peragkat Daerah (OPD) di Karangasem yang sebelumnya kosong kini sudah diisi kembali. Pengisian tersebut dilakukan melalui pelantikan yang dilakukan oleh Bupati Karangasem, Gusti Ayu Mas Sumatri di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Selasa (4/4/2017). (baca juga: Penampahan Galungan, Bupati Mas Sumatri Mutasi 118 Pejabat)
Menurut Bupati, 8 orang kepala OPD yang dilantik sudah melalui seleksi lelang Jabatan yang dilakukan oleh tim pansel yang diketuai Plh Sekda Karangasem. Pihaknya menyampaikan, meraka yang dilantik adalah orang-orang terbaik dari 49 orang yang ikut sebagai pelamar sebelumnya.
Adapun pejabat yang dilantik yaitu Gusti Gede Rinceg yang sebelumnya sebagai Sekretaris Inspektorat Daerah dilantik sebagai kepala Badan Kepegawaian dan SDM.
Putu Arnawa yang sebelumnya Sekretaris Dinas Kebudayaan naik tingkat dilantik sebagai kepala Dinas Kebudayaan.
Putu Laba Erawan yang sebelumnya sekretaris Satpol PP kini mejabat kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
I Gusti Ngurah Kartika yang sebelumnya seorang pengawas dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan.
dr. IGN Putra Pertama sebelumnya sebagai Kabag di RSUD Karangasem dilantik menjadi Kepala Dinas Kesehatan.
Ni Made Santikawati yang sebelumnya sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah dipercaya sebagai kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak.
Wayan Astika yang sebelumnya sekretaris dinas perhubungan dilantik sebagai kepala Dinas Pariwisata.
I Nyoman Suradnya yang sebelumnya sebagai sekretaris Dinas Tenanga Kerja dan Transmigrasi naik tingkat dilantik sebagai kepala Dinas Tenanga Kerja dan Transmigrasi. adm

Penampahan Galungan, Bupati Mas Sumatri Mutasi 118 Pejabat

   Foto: Bupati Mas Sumatri saat melantik 118 pejabat yang dimutasi

Teropong Amlapura – Mutasi di lingkungan Pemkab Karangasem kembali dilakukan oleh Bupati Karangasem, Gusti Ayu Mas Sumatri. Pada Selasa (4/4/2017) kemarin yang bertepatan dengan Hari Penampahan Galungan, Bupati Mas Sumatri melantik sebanyak 118 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrasi. Pejabat yang dimutasi itu terdiri dari 8 orang eselon 2, sebanyak 35 orang eselon 3, sebanyak 72 orang eselon 4, dan sebanyak 3 orang penyuluh.
Bupati menyampaikan mutasi tersebut salah satu upaya dalam rangka pembinaan dan pengembangan karier Aparatur Sipil Negara dalam jabatan struktural melalui promosi, rotasi dan penyegaran demi terciptanya optimalisasi pelaksanaan tugas kepemerintahan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. 
Selain itu, mutasi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk pengisian 8 Kelapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sebelumnya kosong. Pengisian telah dilakukan melalui seleksi terbuka lelang jabatan. Mutasi kemarin sekaligus melakukan pengisian pada posisi yang ditinggalkan pejabat baru yang lolos seleksi lelang jabatan tersebut. (baca juga: Ini 8 Kepala OPD di Karangasem yang Lolos Seleksi Lelang Jabatan)
"Pelantikan hari ini merupakan momentum yang dapat dimaknai sebagai wujud dari upaya pembentukan Aparatur Sipil Negara yang profesional, bersih dan berwibawa dalam memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat", Ujar Bupati Mas Sumatri. adm

Refleksi Galungan


Mari jadikan Galungan benar-benar sebagai hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Buda (Rabu) Kliwon Wuku Dungulan dimana kebaikan mengalahkan kejahatan. Bukan sebaliknya. Justru di Hari Galungan malah perbuatan-perbuatan Adharma semakin marak.

Jangan sampai muda-mudi dengan alasan sembahyang keluar kelayapan bersama pasangan ujung-ujungnya mesum. Atau turun ke jalan menggelar aksi trek-trekan. Begitu juga orang tua, jangan ke tetangga ngumpul untuk main kartu ceki. Atau malah pergi ke arena tajen (sabung ayam). Yang konon digelar undang-undangan khusus di Hari Galungan.  Lebih ramai, lebih besar taruhannya.

Jangan jadikan Galungan sebagai rutinitas enam bulanan tanpa esensi. Merayakan Galungan seharusnya menjadi momentum meningkatkan Sradha Bakti (iman dan taqwa) kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. “Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, Semoga kemenangan Dharma membawa kedamaian dan sejahteraan untuk kita semua”. Adm

Minggu, 26 Maret 2017

Alamak!!! Dua PNS Ditangkap Saat Asyik Main Ceki


Foto: barang bukti uang tunai dan kartu ceki

KARANGASEM, Teropong Amlapura– Prilaku tidak terpuji dilakukan dua oknum PNS di lingkungan  Pemkab Karangasem. Keasyikan main judi ceki dengan tiga temannya, dua PNS berinisial Gusti A (53) dan Gusti NM (45) tersebut ditangkap polisi, Sabtu (25/3). Mereka kini masih diamankan di Mapolres Karangasem untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Karangasem, AKBP Sugeng Sudarso menyampaikan penangkapan lima orang yang main ceki tersebut dilakukan pada Sabtu (25/3) sore sekitar pukul 15;00 Wita. Kapolres menjelaskan bahwa awalnya unit Sat Reskrim Polres Karangasem melakukan lidik perjudian di Wilayah Padangkerta, Kelurahan/Kabupaten Karangasem. Ternyata ditemukan lima orang sedang berbain ceki di sebuah gubuk kosong di dekat kolam pancing Padangkerta. Saat digerebeg, kelima pelaku yang semuanya dari warga Gusti itu pun tidak berkutik. “Kelima pelaku yang diamankan adalah I Gusti L (50), I Gusti A (53), I Gusti KP (50), I Gusti NM(45) dan I Gusti U (42),” ujar Kapolres seraya menambahkan Gusti A dan Gusti NM yang berstatus PNS.

Pihaknya menyampaikan bahwa kelima pelaku kini sedang diproses dan diamankan di Mapolres Karangasem. Polisi juga menyita barang bukti beberapa bendel set kartu ceki dan uang tunai yang digunakan sebagai taruhan. "Pelaku dan barang bukti masih kita Amankan di Polres," pungkasnya. Adm


Selasa, 14 Maret 2017

Gara-Gara Sandal Jepit Dogles Masuk Penjara

foto: Sandal jepit dan hasil pencurian yang dilakukan Dogles  

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Gara-gara sandal jepit, IPS alias Dogles (28) harus masuk penjara. Pemuda asal Banjar Dinas Kesimpar, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem tersebut terancam masuk bui selama 5 tahun. Pasalnya Ia meninggalkan sandal jepit hitam miliknya di sebuah warung yang menjadi lokasi pencurian. Polisi bisa mengendus aksi pencurian yang dilakukanya berawal dari sandal jepit tersebut.

“Penangkapan pelaku memang berawal dari temuan sandal jepit di lokasi, setelah dikembangkan ternyata merujuk kepada pelaku IPS,” Ujar Kapolres Karangasem, AKBP Sugeng Sudarso saat ditemui Selasa (14/3/2017).

Kapolres menyampaikan bahwa Dogles sebelumnya sukses melakukan pencurian di warung milik I Wayan Mukun (58) yang masih satu desa dengan pelaku. Pencurian pertama dilakukan pada Kamis, (9/2/2017). Saat itu, Dogles berhasil membawa kabur uang Rp.9,5 juta rupiah. “Pelaku melakukan aksinya dengan naik ke atap warung lalu menjebol plavon,” ujar Kapolres.

Disampaikan keranjingan atas sukses pencurian yang pertama, Dogles kembali melakukan aksinya, Senin (13/3/2017) malam dengan modus yang sama yaitu memanjat atap lalu menjebol plavon. Namun aksi keduanya itu pelaku hanya menggondol uang Rp.14 ribu dan sebuah tas selempang karena korban tak lagi menyimpan uangnya di dalam warung pasca kejadian pertama. Bahkan saat itu pelaku hampir terpergok warga karena terdengar aksi ribut-ribut di dalam warung sehingga pelaku terburu-buru meninggalakan lokasi.

Polisi yang mendapat laporan dari korban pun melakukan olah TKP. Ternyata ditemukan sandal jepit di lokasi yang kemudian mengarah kepada palaku. "Pelaku diamankan di rumahnya, pelaku mengakui perbuatannya beserta barang bukti yang dicurinya," terang Kapolres AKBP Sugeng Sudarso. Disampaikan pelaku saat ini masih diamankan di Mapolsek Rendang untuk proses penyidikan. Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. adm