Laman

Laman

Jumat, 07 April 2017

Bangkitkan Jiwa Seni Kaula Muda, DPD KNPI Karangasem Gelar PURWA’S

foto: Persiapan di lokasi Lapangan Tanah Aron yang menjadi tempat dilaksanakannya PURWA’S 

Teropong Amlapura – Langkah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Karangasem memang tidak ada matinya dalam menggelar acara kepemudaan. Bukitnya, untuk membangkitkan jiwa seni para kaula muda di Bumi Lahar, DPD KNPI Karangasem membuat acara seni bertajuk PURWA’S yaitu Pergelaran Unjuk Ruang Wawasan Aktivitas Seniman. Dalam acara tersebut akan ditampilkan kesenian-kesenian kontenporer dan modern garapan anak-anak KNPI dan para pelajar di beberapa sekolah di Karangasem. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan seni dari Sekolah Menengah Kerawaitan Indonesia (SMKI) Kota Solo serta beberapa komunitas seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Ketua Panitia Acara yang juga sekretaris DPD KNPI Karangasem, I Gusti Ngurah Setiawan menyampaikan bahwa PURWA’S sendiri dilaksanakan atas dorongan anggota KNPI untuk memberikan wadah bagi para seniman, khusunya seniman muda untuk memiliki panggung berkreasi. Menurutnya, banyak seniman di Karangasem namun karena terbatasnya media atau panggung untuk pentas maka menjadi vakum. “Kita coba bangkitkan kembali jiwa-jiwa seni anak muda di Karangasem lewat acara PURWA’S, ini untuk mencegah anak muda melakukan pergaulan bebas atau hal-hal yang negatif,” ujar Gusti Ngurah Setiawan di sela-sela acara gladi bersih di Lapangan Tanah Aron Amlapura, Sabtu (8/4) siang. Pihaknya menyampaikan bahwa pergelaran PURWA’S akan dimulai pukul 18:00 Wita di panggung terbuka lapangan Tanah Aron. “Sebelum acara dimulai, kami juga sediakan pameran lukisan untuk para penonton yang datang,” terangnya.
Gusti Ngurah Setiawan yang biasa dipanggil Gus Sombi tersebut mengungkapkan bahwa setidaknya ada 10 penampilan seni yang akan dipertontonka para peserta PURWA’S. Dalam acara pembukaan, pihaknya akan menampilkan tari kreasi dari Kerawang yang merupakan komunitas seni binaan DPD KNPI Karangasem. Selanjutnya penonton akan dihibur oleh Fire Dance “Sekar” yang menandai pembukaan acara yang sebelumnya diisi ceremoni penyalaan obor.
Penampilan seni selanjutnya akan dimeriahkan oleh penampilan anak-anak pelajar SMPN 2 Amlapura, disusul penampilan anak-anak SMPN 1 Amlapura, lalu anak-anak SMPN 5 Amlapura. Kemudian pementasan perawakilan pelajar dari SMA 1 Amlapura. Bahkan Purwas juga dimeriahkan oleh sanggar Sandya Buntara Taya dari SMKI Kota Solo. Selain itu komunitas seni yang berasal dari ISI Denpasar juga akan tampil yaitu Komunitas Seni “Ginem”, Komunitas Seni Korawa, dan Komunitas Seni Buuk Lusuh. adm


Pedagang Bakso Babi Musuh Besar Virus Miningitis

Foto: Gede Abang pedagang bakso babi di depan SMP 1 Amlapura

Teropong Amlapura – Kabar virus Miningitis Streptococcus Suis (MSS) yang menyerang ternak babi rupanya berdampak buruk kepada pedangan bakso babi. Pedagang mengeluh omset mereka menurun sejak muncul berita adanya dugaan korban meningitis yang masuk rumah sakit. “Ketika muncul berita-berita virus miningitis menyerang babi, bakso saya tidak laku, omset menurun drastis,” Ujar Gede Abang, seorang pedagang bakso Babi asal Lingkungan Batan Nyuh Kelod, Kelurahan Karangasem, saat ditemui Jumat (7/4) kemarin. 

Sejak itu, Abang dan teman-temannya sesama penjual olahan Babi pun menjadi musuh besar Virus Miningitis. Pasalnya Abang yang biasa berjualan di depan SMP 1 Amlapura tersebut mengaku bahwa siswa-siswa yang menjadi langgannya semua kabur. Sebab guru di sekolah juga mensosialisasikan agar siswa berhati-hati memakan daging babi agar tidak terkena virus miningitis. Padahal Abang mengaku bahwa tidak sedikitpun dirinya memakai darah babi dalam membuat bakso babi. Selain itu, bakso yang dibutanya pun dimasak dengan suhu panas tinggi yang apabila ada virus membuat virus akan mati. “Bakso saya tidak memakai darah, daging babi yang saya pakai juga dimasak dengan baik,” terang Pedagang bakso keliling dengan sepeda motor tersebut.

Abang kini bisa bernafas lega, Bakso dagangannya kembali diserbu pembeli karena pemerintah telah menyampaikan bahwa Virus Miningitis akan mati setelah dimasak dengan benar. Apalagi dimasak dengan suhu tinggi seperti dibuat Bakso maka virus dipastikan mati.

Selain itu, cita rasa bakso buatan Pak Abang memang sudah terkenal di seputaran Amlapura. Karena rasa baksonya yang enak tenan, isi potongan daging cincang dan cabe pedas di dalamnya. Para pelanggannya juga tidak akan rela lama-lama digoyang isu Virus Miningitis untuk bisa menikmati Bakso buatan Pak Abang. adm


Kabar Gembira, Kelulusan Testing Guru Kontrak Akan Diumukan Senin Depan

         Foto: ilustrasi
Teropong Amlapura – Kabar gembir untuk para peserta testing guru kontrak di Lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem. Lama digantung tanpa kepastian, pengumuman kelulusan guru kontrak akhirnya akan dilakukan Senin (10/4/2017) mendatang. “Kami akan umumkan senin depan (10 April 2017 red),” Ujar Sekretaris Disdikpora Karangasem, Wayan Sutrisna saat dihubungi, Jumat (7/4) kemarin.

Sutrisna menyampaikan peserta yang diumumkan lulus berjumlah 300 orang. Mereka terdiri dari 215 guru kelas dan 85 guru penjaskes (olah raga). Sementara pelamar sebelumnya yang mengikuti testing sebanyak 1.092 peserta yaitu 879 orang pelamar guru kelas dan 213 orang untuk guru Penjaskes.

Disampaikan para pelamar nanti bisa melihat pengumuman langsung di Kantor Disdikpora di Jalur 11 atau bisa melihat pengumuman online di Website Disdikpora Karangasem. Adm

Kamis, 06 April 2017

TMMD Buka Isolir Dua Desa di Kubu

    Foto: anggota TNI saat mengerjakan TMMD di Kubu

Teropong Amlapura – Sejumlah wilayah di Karangasem masih banyak yang terisolir. Seperti halnya beberapa wilayah di Kecamatan Kubu masih ada warganya yang tinggal di pedalaman tanpa adanya akses jalan. Oleh karena itu, TNI melalui program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) membuka isolasi antara dua desa di Kecamatan Kubu yaitu antara Dusun Panek, Desa Ban dengan Dusun Paleg, Desa Tianyar Timur.  
 Dandim 1623/Karangasem, Letkol Inf Fierman Sjafirial Agustus menyampaikan Program TMMD di Kubu akan membuka akses jalan sepanjang 1,37 Km yang menghubungkan Desa Ban dengan Desa Tianyar Timur. Pihaknya berkeyakinan dengan dibukanya isolasi tersebut perekonomian masyarakat akan bangkit dan masyarakat setempat bisa hidup lebih sejahtera.
  Dandim menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya di lapangan, Program TMMD bersipat swadaya. Artinya TNI bersama masyarakat bekerjasama untuk mengerjakan program TMMD tersebut. "Lama pengerjaannya selama 1 bulan yang berakhir pada 30 April 2017 mendatang," ujar Dandim saat memantau pengerjaan TMMD hari pertama, Rabu (5/4/2017).
   Pihaknya menyampaikan selain kegiatan fisik berupa pembangunan infrastruktur, TMMD ke-98 Kodim 1623/Karangasem tersebut juga akan menggelar puluhan kegiatan non fisik seperti mengelar pasar murah, penyuluhan KB, penyuluhan tentang bahaya narkoba, wawasan kebangsaan, dan berbagai macam kegiatan lomba untuk anak-anak pelajar di Desa setempat. adm

Umanis Galungan, Pemedek ke Pura Lempuyang Membludak

foto: Pemdek bersembahyang di Pura Lempuyang Luhur

Teropong Amlapura - Hari Raya Manis Galungan merupakan hari piodalan di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur. Ribuan umat hindu seluruh Bali biasanya akan menyempatkan diri untuk pedek sembahyang ke pura yang terletak di puncak bukit Bisbis di Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Karangasem tersebut. Seperti halnya pada Manis Galungan, Kamis (6/4/) kemarin, ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Bali sembahyang ke Lempuyang.
    Pura Lempuyang merupakan Pura Sad Kahyangan tempat berstananya Hyng Geni Jaya atau Dewa Iswara. Pura ini terkenal dengan tirta pingit yang keluar dari dalam bambu yang hidup di tengah areal pura. Selain itu, para pemedek yang akan sembahyang ke Pura tersebut mendapat pantangan berkata kasar (mengumpat) agar tidak terkena bahaya seperti digigit monyet atau jatuh ke jurang.
   Untuk sampai di Pura Lempuyang Luhur, para pemedek akan melewati berbagai pura di sepanjang perjalanan. Pertama Para Pemedek akan sembahyang di Pura Ayu Lempuyang. Kemudian dari Pura Ayu pemendek akan naik sekitar 1 kilo meter menuju Pura Telaga Mas. 
    Dari Pura Ayu ke Telaga Mas bisa dilalui dengan kendaraan ojek yang dikelola oleh warga desa Adat setempat atau memilih berjalan kaki. Selanjutnya pemedek naik melalui anak tangga untuk sembahyang di Pura Lempuyang Madya. Dari Lempuyang Madya, pemedek kemudian kembali menaiki anak tangga sekitar 800 meter menjumpai Pura Pasar Agung. Nah dari Pura Pasar Agung naik lagi sekitar 500 meter ke puncak bukit untuk sampai di Pura Lempuyang Luhur. adm

Rabu, 05 April 2017

Tirta Gangga Taman Eksotis di Ujung Timur Pulau Bali (bagian 2)

Taman Tirta Gangga dinyatakan sebagai ODTW (Objek Wisata Daya Tarik Wisatawan) berdasarkan SK Bupati Karangasem no.395 tahun 1999. Semenjak keluarnya SK tersebut maka pengelolaan taman berada di tangan pemerintah, maka Taman Tirta Gangga dipermak dan dimodifikasi. Arsitekturnya pun benyak mengalami perubahan sehingga sekarang Arsitektur taman air ini terlihat seperti gabungan dari arsitektur gaya Bali dan Cina. Ini terlihat dari berbagai patung tokoh pewayangan, patung rangda, dan patung barong ciri khas Bali dipadukan dengan ornamen Cina terlihat dari jembatan sebelah timur kolam yang berhiaskan naga-naga mirip barong sai dari cina. Ini tentu menambah keindahan dari taman.
Baca sebelumnya : Tirta Gangga Taman Eksotis di Ujung Timur Pulau Bali (bagian 1)
Selain itu, sarana pendukung sebagai objek wisata sudah dapat dikatakan lengkap tersedia di Tirta Gangga. Berbagai macam pedagang cindramata, makanan ringan, restaurant, Spa, penginapan, bungalow, tour guide tersedia lengkap di sini. Dari segi kebersihan dan kenyamanan Tirta Gangga dilengkapi dengan 2 orang Scurity dan 10 orang petugas kebersihan. Fasilitas taman selalu di rawat termasuk lapangan parkir dan toilet selalu dijaga kebersihannya.
           Bagi kebanyakan orang yang bergelut dalam dunia pariwisata di Bali tentu tidak asing lagi dengan nama Taman TirtaGangga. Taman yang indah mempesona, penuh kesan romantis, sejuk dengan gemercik air pancuran, damai dengan riak-riak air kolam, dan membangkitkan gairah kebahagiaan apabila mengunjunginya.  
Sekitar 10 langkah melewati pintu masuk, pemandangan hamparan taman yang rapi dengan air mancur dan kolam di sebelah kanan dan kirinya menjadi suguhan selamat datang. Udara yang segar mulai masuk ke dalam diapragma anda setelah beberapa langkah berjalan di pinggir kolam yang sejuk. Pandangan anda kini mulai liar menyimak panorama yang memberikan kesan explosit dalam jiwa anda yang first time mengunjungi tempat ini. Sebelah barat anda akan melihat barisan pohon hijau di atas bukit yang berundak –undak. Sebelah kiri ada hamparan sawah luas membentang sehingga ujungnya akan terlihat laut diantara barisan bukit yang jauh.
Untuk berkeliling lokasi setidaknya dimerlukan waktu 60 menit untuk melihat seluruh tempat di lokasi ini. Kunjungan sebaiknya dilakukan jam 9 pagi saat matahari mulai hangat hingga jam 5 sore sebelum matahari tenggelam membawa udara dingin. Luas taman air ini adalah 1,2 ha, terdiri dari tiga tingkatan tanah membentang dari timur ke barat. Di tingkat Bhur (bawah) di sisi kiri jalan, lurus dari pintu masuk di sebelah kiri terdapat kolam besar dengan sebuah pulau di tengah-tengahnya yang dihubungkan dengan jembatan berornamen naga. Di tingkat Bwah (tengah), terdapat sebuah air mancur tinggkat 9 yang disebut Nawa Sanga terlihat berdiri elegan dengan muncratan air yang teratur. Di itngkat Swah (atas) terdapat pura pesucian tempat mata air yang tidak boleh dimasuki wisatawan demi menjaga kesakralannya.
Yang lebih penting para wisatawan yang datang ke Tirta Gangga tidak dikenakan biaya yang mahal. Karcis masuk bagi wisatawan domestik dikenakan biaya Rp.10 ribu rupiah per orang sementra untuk wisatawan dari luar negeri dikenakan biaya Rp.20 ribu per orang. Pengunjung bisa sepuasnya menikmati panorama taman air atau bahkan mandi menyegarkan diri di kolam pemandian yang airnya sangat jernih di sana. Adm

Tirta Gangga Taman Eksotis di Ujung Timur Pulau Bali (bagian 1)

Foto: Taman Tirta Gangga 

Jika jalan-jalan ke Kabupaten Karangasem, tidak boleh dilewatkan untuk berkunjung ke Taman Tirta Gangga. Sebab objek wisata andalan di Bumi Lahar ini adalah daya tarik wisatawan yang keindahannya sungguh memanjakan mata. Maka tak heran para wisatawan akan terkagum-kagum akan keindahan panorama air mancur yang disajikan di tempat ini. Bahkan banyak pelaku pariwisata yang kemudian menyebut Tirta Gangga sebagai Taman Eksotis di Ujung Timur Pulau Bali.
           Taman Tirta Gangga adalah taman air yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Lokasinya terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Kearangasem sekitar 83 km dari kota Denpasar. Jika melalui jalan baypas Prof. Dr Ida Bagus Mantra ke timur lewat Pura Goa Lawah terus Ke timur lewat Candi Dasa terus ke Timur sampai bertemu pertigaan Abang di Amlapura. Dari pertigaan Abang ke Arah Utara sekitar 6 km maka nanti di sebelah kiri jalan akan ada semacam papan reklame besar berwarna merah tua bertuliskan “Welcome to Tirta Gangga”.
            Dari segi etimologi, kata Tirta Gangga mengandung pengertian Tirta (Air) dan Gangga (nama sungai suci di India), jadi  Tirta Gangga adalah air suci gangga yang memberikan kesejukan. Artinya, bagi siapapun yang berkunjung ke Tirta Gangga maka dirinya akan mendapatkan kesejukan lahir dan batin dari indahya pemandangan dan segarnya air di Tirta Gangga. Oleh sebab itu, air dari mata air Tirta Ganga dianggap sebagai air suci oleh masyarakat setempat. Maka sampai saat ini, Air dari mata air Tirta Gangga ini digunakan untuk upacara keagamaan dan sebagai tempat pesucian Ida Betara di desa setempat.
            Dari segi sejarah, Taman air ini dibangun pada tahun 1948 atas prakarsa Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Raja berniat membangun puri (tempat tinggal) yang dekat dengan sumber air yang sejuk. Dengan demikian dipilihlah sumber air “klebutan” di bawah pohon beringin di sana untuk dialirkan ke kolam-kolam pemandian yang ada di bawahnya. Selain itu, air juga dialirkan melalui pipa bawah tanah ke pancuran teratai tingkat 9 setinggi 9 meter di kolam utama yang dihiasi tanaman dan bunga-bunga yang indah.
Baca Kelanjutannya : Tirta Gangga Taman Eksotis di Ujung Timur Pulau Bali (bagian 2)