Laman

Laman

Sabtu, 25 Oktober 2014

Usaha Meredam Kasus Gigitan Monyet di Lempuyang, 11 Monyet Dieleminasi Sisanya Akan Dimandulkan

AMLAPURA – Kasus gigitan monyet di Kawasan Suci Pura Lempuyang Luhur, Banjar Purwayu, Desa Tri Buana, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem tidak terdengar lagi. Sejak kasus gigitan terakhir yang memakan korban seorang pecalang bernama Gede Parsa pada Kamis (28/8) silam, praktis berita tentang keganasan monyet di Lempuyang mereda. Walaupun demikian, pihak Desa Adat Purwayu selaku pengempon Pura Lempuyang tidak berhenti untuk melakukan pengamanan terhadap para pemedek yang datang untuk sembahyang ke Pura Sad Kahyangan tersebut. Pihak Desa Adat pun tidak berhenti untuk mencari berbagai macam solusi baik secara skala dan niskala agar kondisi kembali kondusif dan tidak ada lagi bencana akibat kasus gigitan Monyet Lempuyang yang sampai saat ini tercatat sudah menelan korban 35 kasus gigitan.
Tidak adanya tambahan kasus gigitan monyet galak di Lempuyang kemungkinan tidak terlepas dari keberhasilan pihak juru boros (pemburu) yang disewa oleh pihak desa adat. Diketahui bahwa juru boros dengan perangkap Jebagnya berhasil menangkap lalu mengeliminasi 11 monyet yang dicurigai menggigit para pemedek. Ketika dikonfirmasi tetang hal itu, Bendesa Adat Purwayu, I Nyoman Jati menyampaikan bahwa untuk saat ini memang kasus gigitan monyet di Lempuyang sudah tidak ada lagi. Namun pihaknya tidak berani menjamin kasus serupa tidak terulang kembali. “Mudah-mudahan tidak terulang lagi, karena kasus gigitan sudah banyak” Ujarnya yang menyampaikan sudah 35 kasus gigitan yang tercatat sejak tahun 2013.
Nyoman Jati tidak berani mengatakan kalau penyebab tidak ada kasus gigitan lagi karena telah berhasil mengeliminasi 11 monyet yang dicurigai menggigit para pemedek. “Saya tidak berani mengatakan kalau kasus gigitan berhenti karena 11 monyet sudah dibunuh” ungkapnya. Pihaknya mengaku terus akan melakukan upaya apapun agar kasus gigitan tidak ada lagi termasuk mepinunas (meminta petunjuk) secara niskala.
Kilas balik, Nyoman Jati menuturkan bahwa monyet-monyet yang terperangkap masuk jebag tersebut dibunuh karena terlihat agresif dan galak saat didekati. “Sebelas monyet yang dibunuh itu karena galak dan agresif sehingga dicurigai warga sebagai monyet yang menggigit para pemedek” ujarnya Nyoman Jati. Sementara monyet yang tidak galak dan terlihat polos kembali dilepaskan. Pihaknya pun mengaku tidak berani sembarangan membunuh mengingat di Lempuyang merupakan kawasan suci. Ile-ile nanti bisa sisip (kualat). Disampaikan bahwa ke-11 Monyet yang dieleminasi tersebut sudah diupacarai agar tidak terjadi sisip (kualat) dengan Ida Sesuunan di Pura Lempuyang. “Kami tidak berani gegabah dalam membunuh monyet di Lempyang karena merupakan kawasan suci, kami sudah lakukan upaca terhadap monyet-monyet yang dibunuh tersebut agar tidak kesisipan” akunya.
    Kendati sekarang sudah reda namun pihaknya mengaku juga berencana untuk menambah lagi jebag untuk memperoleh lebih banyak monyet. Pihaknya melakukan hal tersebut untuk menangkapnya dan memeberikannya obat mandul. Hal tersebut dilakukan bekerjasama dengan dinas perternakan. “Kami akan melakukan kerjasama dengan dinas peternakan untuk memndulkan beberapa monyet yang berhasi ditangkap” ungkapnya. Upaya pemandulan itu dilakukan karena perkembangan populasi monyet di Lempuyang sudah sangat padat. Dipaparkan bahwa dulu tidak lebih dari seratus monyet yang ada di Lempuyang, Namun belakangan sudah lebih dari 1000 monyet yang tersebar di Lempuyang. Jumlah yang meningkat tersebut membuat persaingan mencari makanan semakakin kecil. Sementara para pemedek yang memeberikan makanan cenderung jumlahnya tetap. Oleh sebab itu, upaya mandulkan monyet dilakukan untuk menstabilkan jumlah pupulasi sehingga persaingan mendapatkan makanan semakin kecil dan kasus monyet yang menyerang dan menggigit pemedek tidak ada lagi. 


Kamis, 23 Oktober 2014

Dua Cewek Cantik Yang Diduga Penyebar HIV AIDS Tak Bisa Ditangkap

AMLAPURA – Mengenai terduga dua orang cewek cantik yang menyebarkan virus HIV AIDS di Karangasem ternyata tidak bisa ditangkap. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, IGM Tirtayana mengatakan bahwa yang bersangkutan itu tidak bisa ditangkap atau diambil paksa karena pihaknya tidak punya wewenang terhadap hal itu. Pihaknya hanya bisa melakukan pendekatan dan konseling kepada yang barsangkutan jika nantinya cewek itu ditemukan. “Kami tidak punya kewenangan untuk menangkap, Siapa yang berani menangkap? ya kalau benar dia HIV AIDS kalau tidak kami bisa dituntut” ujar Tirtayana, Rabu (22/10) kemarin.
Kendati hampir sebagian besar masyarakat sudah mengetahui sosok cewek tersebut, namun ternyata si cewek dikabarkan masih tetap berkeliaran. Dua cewek yang masih berstatus kakak adik tersebut kini populer di dunia maya terutama bagi mereka yang melek media sosial dan pengguna BBM. Fotonya terpampang jelas di beberapa akun facebook dan sengaja dibroadcast ke semua orang untuk dihindari. Walaupun demukian, sebagaian masyarakat terutama orang tua tetap pula resah dan khawatir terhadap keberadaan dua cewek nakal tersebut. 
     IGM Tirtayana menilai bahwa keresahan dan kekhawatiran masyarakat memang beralasan karena virus HIV AIDS tergolong penyakit berbahaya. Kendati demikian, Tirtayana menjelaskan bahwa virus tersebut tidak menular melalui pegangan tangan, bertukar pakaian, atau berciuman sekalipun. Disampaikan bahwa penyebaran virus tersebut hanya bisa melalui kontak aliran darah dan cairan sperma atau cairan vagina. Oleh karena itu, apabila ada terindikasi orang yang mengidap HIV AIDS di kalangan masyarakat harap orang tersebut  jangan dikucilkan. Apabila dikucilkan atau dijauhi malah yang membuat orang tersebut defresi dan berniat balas dendam menyebarkan virusnya kepada orang lain. “Kalau ada yang mengidap HIV AIDS jangan dikucilkan, ajak mereka dan sarankan untuk berobat” ujarnya. Disampaikan bahwa bagi para pengidap yang diketahui sejak awal bisa ditolong dengan memberikan obat berupa ARV (antiretroviral). Pemberian capsul ARV tersebut bisa membantu menguatkan daya tahan tubuh penderita sehingga virus HIV AIDS di dalam tubuhnya tidak berkembang biak.
    Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, saat ini pihak dinas kesehatan akan memeberikan sosialisasi lebih intens tentang virus HIV AIDS kepada masyarakat. Pihaknya mengaku akan memeberdayakan KPAD (Kader Peduli AIDS Desa) yang akan secara intensif memberikan penyuluhan ke masyarakat tentang apa dan bagaimana pencegahan HIV AIDS di masyarakat. Selain itu, pihaknya juga mengaku sudah merancang tes VCT (Voluntary Counseling and Testing) untuk masyarakat yang terduga terkena virus HIV AIDS. 
     Pihaknya sudah memeprsiapkan satu orang tenaga konseling VCT di 12 Puskesmas di Kabupaten Karangasem. Sementara untuk di RSUD Karangasem sudah disiapkan 6 orang konselor VCT yang siap melayani penderita HIV AIDS. Pihaknya juga merancang pemeriksaan VCT untuk ibu-ibu hamil yang berobat ke puskesmas atau Rumah Sakit. Disampaikan pemeriksaan itu untuk memastikan nantinya bayi bagi sang pengidap HIV AIDS bisa diselamatkan tidak terkena HIV walaupun ibunya penderita. “Kita sudah rancang VCT untuk ibu-ibu hamil biar nanti diperiksa kalau positif biar diberikan penanganan khusus agar bayinya tidak ikut terkena virus HIV AIDS” pungkasnya.


2.566 Pelamar CPNS di Karangasem Lulus Seleksi Administrasi

AMLAPURA – Setelah sempat molor selama dua hari, pengumuman hasil seleksi administrasi pelamar CPNS akhirnya diumumkan oleh BKD Karangasem, Rabu (22/10) kemarin. Dari penguman yang ditempel di Kantor BKD Karangasem dan disebarkan lewat Website tersebut terlihat sebanyak 2.566 yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. “Dari hasil ferivikasi yang kami lakukan sebanyak 2.566 dinyatakan lulus seleksi” ujar Kepala BKD Karangasem, I Nyoman Tari saat ditemui di Amlapura, (22/10) kemarin. 
Selain yang lulus tersebut, Tari menyampaikan ada juga pelamar CPNS yang tidak lulus saat ferivikasi administrasi yaitu sebanyak 126 orang. “Yang tidak lulus administrasi juga ada sebanyak 126 orang” ungkapnya. Disampaikan bahwa yang tidak lulus tersebut karena formasi CPNS yang dilamarnya tidak sesuai dengan kualifikasi izasah dari si pelamar. “Mereka tidak lulus karena izasahnya tidak sesuai dengan kualifikasi formasi yang  dicari” tambahnya.
     Dilihat dari data pelamar yang lulus seleksi administrasi terlihat bahwa pelamar dari kalangan Guru masih mendominasi yaitu sebanyak 1.944 orang. Sisanya adalah untuk tenaga kesehatan sebanyak 380 orang dan tenaga teknis sebanyak 262 orang. Jumlah tersebut nantinya akan memperebutkan formasi CPNS sebanyak 145 formasi yang terdiri dari 82 tenaga guru, 24 tenaga kesehatan, dan 39 tenaga teknis. Lebih Jauh Tari menyampaikan pelamar yang telah dinyatakan lulus nantinya berhak mendapatkan nomor testing ujian CPNS yang tempat tesnya akan dilaksanakan di kantor BKN rayon X di Denpasar.
   Tari menyampaikan pengambilan nomor testing sudah dilakukan mulai besok bertempat di Gor Gunung Agung. Disinggung masalah waktu test, Nyoman Tari mengaku belum mengetahui jadwal pasti kapan akan dilakukan tes CPNS tersebut. “Untuk pelaksanaan tesnya kami belum tahu, kami masih menunggu jadwal dari pusat” ujarnya.

Rabu, 22 Oktober 2014

Waspada, Dua Cewek Penyebar Virus HIV AIDS Masih Berkeliaran

AMLAPURA – Kendati sudah lebih dari dua minggu isu penyebaran HIV AIDS yang diduga disebarkan oleh dua orang cewek cantik santer dibicarkan masyarakat Karangasem, namun sampai saat ini belum ada tindakan signifikan yang dilakukan KPAD (Komisi Pemberantasan AIDS Daerah) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem dalam menindaklanjuti isu tersebut.  Pasalnya menurut informasi yang beredar, dua orang cewek yang merupakan kakak-adik tersebut terus berkeliaran mencari mangsa menyebarkan virusnya ke orang lain. Oleh Karena itu, setiap orang diminta waspada jangan sembarangan melakukan hubungan seksual dengan orang yang tidak dikenal atau bukan dengan pasangan sendiri. Sebab diduga telah lebih dari 30 orang yang menjadi korban dari sang cewek. Terakhir dua gadis yang masih berumur dibawah 20 tahun tersebut sempat diketahui mangkal di Jalan Veteran atau yang lebih dikenal dengan jalur 11. Di tempat ini, dikabarkan si cewek sempat bercinta dengan 5 orang cowok sekaligus.
Bukan hanya itu berita kehebohan tentang dua bidadari penyebar HIV. Yang lebih meresahkan lagi, dari beberapa broadcast melalui Blacbery beredar isu bahwa cewek yang bersangkutan sempat mandi di salah satu tempat wisata air di karangasem dan dengan sengaja melukai dirinya agar darahnya tersebar di air. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menularkan virus HIV AIDS yang dimilikinya kepada banyak orang.
I Made Sukerana selaku ketua KPAD (Komisi Pemberantasan AIDS Daerah) Karangasem tidak menampik adanya isu peredaran HIV AIDS tersebut. Ketika ditemui di Amlapura Selasa (21/10) kemarin, wabup mengaku pihaknya mengertahui isu tetang penyebaran virus HIV AIDS yang diduga disebarkan oleh dua Cewek cantik. “Saya mendengar isu tersebut, saya sudah perintahkan orang untuk menyelidikinya” Ujar Sukerana. Berdasarkan hasil informasi yang diperolehnya, Sukerana menyampaikan bahwa ternyata yang sempat memakai cewek tersebut adalah kebanyakan anak-anak muda geng motor yang sering nongkrong malam-malam di pinggir jalan raya. “Katanya pernah diajak beramai-ramai oleh anggota geng motor” ungkapnya.
    Mantan Ketua Koni Karangasem tersebut mengaku saat ini telah menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama dinas kesehatan dan kepolisian untuk menangani dua cewek yang diduga menyebarkan virus tersebut. “Kami sudah menjalin koordinasi supaya cewek tersebut bisa dibinan dan dikarantina agar tidak berkelairan lagi” akunya. Pihaknya mengaku sudah mengantongi identitas dan foto dari dua cewek yang diduga sebagai penyebar virus tersebut.
      Sementara untuk orang-orang yang pernah berhubungan badan dengan salah satu dari dua cewek tersebut, Sukerana  mengharapakan agar dengan suka rela untuk melakukan tes VCT (Voluntary Counseling and Testing). “Yang pernah melakukan dengan cewek tersebut saya harapkan dengan suka rela untuk melakukan tes agar diketahui kebenarannya apakah sudah kena atau tidak” sarannya. Sukerana menyampaikan kalau sejak dini diketahui maka akan bisa diberikan obat penangkal sehingga virus di dalam tubuh penderita tidak berkembang biak dan orang yang bersangkutan tidak menjadi penyebar virus yang baru.
    Sementara itu, Kadis Kesehatan Karangasem, IGM Tirtayana menyampaikan bahwa pasca isu penyebaran HIV AIDS yang beredar di masayarakat ternyata banyak warga yang telah melakukan tes VCT untuk mengetahui kondisi tubuhnya. Tirtyana engan menyebutkan siapa dan berapa jumlahnya yang jelas pihaknya berjanji akan menagani dan meberikan pengobatan dan konsultasi kepada para penderita HIV AIDS tersebut. Disampaikan bahwa di puskesmas juga sudah disiapakan satu orang dokter yang mampu memebrikan bimbingan dan nasihat kepada penderita HIV AIDS. Selain itu, para penderita juga akan diberikan obat berupa ARV (antiretroviral) yang bertujuan menekan perkembangan virus sehingga penderita bisa hidup lebih lama. Disampaikan bahwa obat tersebut didapatkan dengan gratis di RSUD Karangasem.

Satu Orang Tenaga Magang Ke Jepang Asal Karangasem Dikabarkan Menghilang

AMLAPURA – Satu orang tenaga magang ke Jepang asal Karangasem dikabarkan menghilang dari tempat kerjanya di Koperasi Scuba, Provinsi Ibaraki, Jepang. Tenaga magang yang menghilang tersebut tersebut diketahui bermana I Wayan Putu Gorsi (23) asal Desa Bukit, Kecamatan Karangasem. Gorsi dikabarkan menghilang sejak Kamis (16/10) lalu dari tempat kerjanya yang merupakan areal peternakan babi. Pemuda yang berangkat magang sejak tahun 2011 itu dikabarkan tiba-tiba tidak ada di tempat kerjanya tanpa pemberitahuan sebelumnya. Padahal Gorsi sekitar 4 bulan lagi sudah akan menyelesaikan masa kontrak magangnya sehingga akan kembali lagi pulang ke Karangasem.
Berita tentang menghilangnya seorang tenaga magang ke Jepang asal Karangasem tersebut disampaikan oleh Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg dalam acara road show evaluasi pembangunan di Balai Banjar Susuan, Karangasem, Selasa (21/10) kemarin.  Dalam acara tersebut, I Wayan Geredeg menyampaikan bahwa dirinya mengetahui kabar tersebut saat melakukan kunjungan langsung ke Jepang mengantar dan meninjau tenaga magang di Jepang, Sabtu (18/10) lalu. Pihaknya mengaku belum tahu penyebab pasti tenaga magang tersebut tidak ada di tempat kerjanya, entah menghilang karena diculik sekelompok orang atau menghilang karena ingin keluar bekerja di tempat lain.  Oleh karena itu, Geredeg mengaku telah mendatangi KBRI (Keduataan Besar Republik Indonesia) yang ada di Jepang untuk melaporkan masalah tersebut. Selain itu, pihaknya mengaku  juga telah bekerjasama dengan polisi dan Interpol di jepang untuk menemukan I Wayan Putu Gorsi. “Kita sudah datangagi KBRI dan polisi di Jepang melaporkan hal tersebut” ungkapnya. Geredeg berharap Gorsi cepat ditemukan sehingga bisa diketahui kebenarannya.
    Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karangasem, I Gusti Nyoman Arya Sulang menyampaikan bahwa Wayan Putu Goris memang tercatat sebagai orang yang ikut magang ke Jepang sejak tahun 2011. Disampaikan Gorsi di Jepang tinggal dan bekerja bersama seorang temannya I Nengah Sudarma (24) yang juga berasal dari Karangasem. “Menurut Sudarma bahwa Gorsi tidak pernah cerita apapun atau berpesan papaun kepadanya sebelum ia menghilang” ujar Arya Sulang. Kendati demikian, pihaknya mengaku telah coba menghubungi pihak keluarga Gorsi di Desa Bukit, Kecamatan Karangasem terkait masalah menghilangnya Gorsi dari tempatnya bekerja. Kendati dikabarkan telah menghilang, namun menurut Arya Sulang pihak keluarga dari Wayan Putu Goris memberikan respon yang santai dan tidak khawatir tentang berita tersebut. 
   Arya Sulang pun menduga Wayan Putu Goris telah berkomunikasi dengan orang tuanya menyampaikan perihal alasan dirinya menghilang dari tempat kerjanya di Jepang. Arya Sulang menduga kalau di akhir masa kontrak kerjanya yang masih 4 bulan dimanfaatkan Gorsi untuk mencari kerja di tempat lain yang menawarkan jumlah gaji yang lebih besar. Jika itu benar terjadi, maka tindakan Gorsi bukan hanya merugikan dirinya sendiri jika tertangkap, namun di sisi lain juga mengurangi kepercayaan pihak Koperasi Scuba dalam melanjutkan kerjasama merekrut tenaga magang asal Karangasem ke Jepang.

Selasa, 21 Oktober 2014

Antisifasi Penyebaran Virus HIV AIDS, Tim Yustisi Razia Tempat Kost

AMLAPURA – Merebaknya isu penyebaran HIV AIDS yang meresahkan warga Karangasem beberapa akhir ini membuat tim yustisi yang dimotori Sat Pol PP Karangasem mengambil langkah antisifatif. Tim pun memutuskan memerangi penyebaran virus berbahaya tersebut dengan mencegah perbuatan sex bebes dan prostitusi terselubung yang dicurigai dilakukan di sejumlah kos-kosan yang ada di seputar wilayah Karangasem. Untuk itu, tim yustisi melakukan razia terhadap sejumlah kost yang ada di seputaran Amlapura, Minggu (19/10) kemarin. Lebih dari 10 tempat kos yang disambangi tim, namun sayang razia yang terkesan dilaksanakan terlalu dini ini yaitu mulai pukul 20:00 Wita itu tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Bukannya memperoleh pasangan mesum, atau 2 gadis yang diduga penyebar HIV AIDS, Tim hanya mendapati tiga orang penghuni kost yang tidak memiliki identitas.
    Kasat Pol PP Karangasem, Iwan Suparta saat ditemui di markas Sat Pol PP di Jalan Kapten Jaya Tirta Amlapura mengaku saat ini pihaknya intens untuk mengantisifasi kenakalan remaja yang menjurus pada sex bebas dan postutusi terselubung yang rentan mengabatkan penyebaran HIV AIDS. Pihaknya mengaku bergerak berdasarkan laporan masyarakat bahwa di sejumlah kost-kosan sering dijadikan tempat bercinta oleh remaja dan ada pula kost-kosan cewek yang setiap harinya disambangi cowok-cowok. “Kita bergerak berdasarkan laporan masyarakat dimana sejumlah kost dicurigai sebagai tempat sek bebas” ujarnya. Pihaknya mengaku bahwa tim yang bergerak di sejumlah kost-kosan tidak mendapatkan hasil yang signifikan kemungkinan razia yang dilakukan bocor. Sebab sebelum tim bergerak ke kost-kosan yang lain ternyata sudah kosong ditinggalkan penghuninya. “Saat kita lakukan razia memang banyak kos yang ternyata kosong” akunya. Kendati demikian pihaknya mengaku terus akan sewaktu-waktu akan melakukan razia di tempat-tempat kost yang sudah menjadi blacklist di sat Pol PP. “Nanti kita akan kembali bergerak bukan hanya malam bisa juga siang atau tengah malam” akunya.
     Sementara itu, tiga orang yang terjaring razia karena tanpa identitas didata di sat Pol PP untuk diberikan pembinaan. Dua dari tiga orang tersebut adalah cewek yang ternyata minggat dari rumahnya. Dua cewek yang masih muda tersebut yaitu PL (21) dan DA (14). Sementara sorang cowok diketahui bernama SD (16). PL, DA, dan SD di tangkap di tempat yang sama yaitu di Kos-kosan di Jalan Sudirman Amlapura. Kendati demikian, SD mengelak bahwa kedatangannya ke kos-kosan tersebut mencari PL dan DA. “Saya tidak kenal (PL dan DA), saya ke kosan sana cari teman”ujar Pemuda asal Praya, Lombok Tengah yang tinggal di Lingkungan Karanglangko tersebut.
   Sementara itu, PL yang merupakan seorang janda muda beranak dua mengaku baru sekitar 3 bulan kos di Sudirman. PL yang sudah 6 bulan cerai dari mantan suaminya itu mengaku lebih memilih kost daripada tinggal bersama keluarganya di lingkungan Jasri karena ingin hidup mandiri. “Saya lebih suka kost daripada di rumah” akunya saat didata di Sat Pol PP. Janda muda itupun kemudian dikembalikan kepada orang tuanya dan disarankan untuk mencari KTP sehingga tidak lagi terjaring razia sat Pol PP.
  Di sisi lain, DA (14) diketahui sebagai anak putus sekolah yang minggat dari rumahnya sudah lebih dari sebulan. DA yang kenal dengan PL numpang tempat tinggal karena tidak mau pulang ke rumahnya. Gadis yang seharusnya masih duduk di Kelas 3 SMP itu mengaku minggat dari rumahnya karena sedang ada masalah keluarga. “Saya ada masalah keluarga” akunya. Setelah dihubungi orang tuanya, DA pun dijemput oleh orangtuanya untuk diajak kembali ke rumahnya di Jalan Ngurah Rai Amlapura.

Didukung Oleh 8 PAC, Gede Dana Ambil Formulir Pendaftaran Calon Bupati Dari PDIP

AMLAPURA – I Gede Dana yang digadang-gadang sebagai calon kuat yang diusung PDIP untuk maju dalam pertarungan Pilbup Karangasem 2015 akhirnya mengambil formulir pendaftaran calon bupati dari PDIP, Senin (20/10) kemarin. Politisi PDIP yang tiga kali lolos ke gedung DPRD Karangasem tersebut mengambil formulir sekitar pukul 09:30 Wita didampingi oleh puluhan warga sipatisan pendukungnya. Bukan itu saja, Gede Dana juga didampingi oleh 8 pimpinan PAC dan sejumlah anggota fraksi PDIP DPRD Karangasem. Kendati demikian, Gede Dana mengaku keputusan akhir tentang siapa yang akan diusung PDIP ditentukan di DPP. 
Dirinya berjanji apapun keputusan ketum PDIP akan dihormati dan dilaksanakannya sebaik-baik-baiknya. “Apapun keputusan partai akan saya hormati dan laksanakan” ujarnya di hadapan seluruh pendukungnya yang ikut dalam acara pengambilan formulir pendaftaran penjaringan calon bupati karangasem di aula DPC PDIP, Senin (20/10) kemarin.  Dirinya pun mengaku siap mendukung siapapun calon yang diusung PDIP, walaupun bukan dirinya yang terpilih. Gede Dana yang juga sebagai ketua DPC PDIP itu percaya calon yang dipilih PDIP adalah pemimpin yang memang benar-benar dipilih mewakili hati masyarakat yang dipercaya bisa mengantarkan masayarakat karangasem ke hidup yang lebih baik. “Nanti siapapun calon yang dipilih berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh tim di pusat, orang tersebut pastinya orang yang dikenal luas di masyarakat Karangasem dan dipercaya mampu membawa masyarakat karangasem hidup lebih sejahtera” ungkapnya.
    Sementara itu, anggota DPD PDIP korwil Karangsem, Adenan menyampaikan bahwa PDIP memberikan sistem penjaringan yang terbuka kepada siapa saja baik kader PDIP atau di luar partai untuk ikut dalam penjaringan calon bupati dan wakil bupati karangasem 2015. Pihaknya menyampaikan tahun 2015 PDIP mengharapkan mampu untuk meraih kembali kursi Bupati Karangasem yang sudah 10 tahun jatuh ke tangan partai lain. Adenan berkeinginan untuk merebut kembali kursi bupati dengan bersatu dengan masayarakat untuk bersama-sama membangun karangasem ke arah yang lebih baik. Disampaikan bahwa nantinya baik kader maupun non kader yang ikut penjaringan supaya solid dan tetap mendukung PDIP kendati siapapun calon yang diputuskan oleh DPP. “Nanti siapapun yang dicalonkan harus didukung, kita PDIP harus bersatu dan solid sehingga mampu merebut kembali kursi Bupati Karangasem” ungkapnya.
     Ketua Tim Penjaringan calon Bupati dan Wakil Bupati PDIP, I Nyoman Oka Antara menyapaikan bahwa Gede Dana menjadi orang ke-13 yang mengambil formulir pemdaftaran. Disampaikan bahwa sebelumnya pendaftaran juga dilakukan oleh I Wayan Sudirta yang diwakilkan oleh I Putu Wirata Dwikora. Sementara untuk pendaftaran sampai Senin kemarin jumlahnya 14 orang yang terdiri dari 7 calon bupati dan 7 calon Wakil Bupati. Dijelasakan Yang mendaftar sebagai bupati antara lain AA Bagus Ngurah, I Gusti Ayu Mas Sumantri, I Gusti Bagus Agung Sutedja, I Kadek Ageng Puja Astawa, dan Ni Nengah Sumiati, I Wayan Sudirta, dan I Gede Dana. Sementara yang mengambil formulir calon Wakil Bupati adalah I Wayan Suastika, I Negah Rata, I Gede Sudarma, I Wayan Pandu Prapanca Lagosa, Nyoman Pasek, dan I Wayan Artadipa, dan I Wayan Sukedana. Pihaknya masih buka kesempatan pengambilan formulir sampai tanggal 26 Oktober 2015. Hal itu dilakukan untuk mmberikan kesempatan kepada setiap  tokoh  masyarakat atau kader PDIP yang lain yang ingin mencalonkan diri dan begabung dengan PDIP. Kendati misalnya nanti tidak lolos hasil survey yang bersangkutan pasti akan dilibatkan dalam panitia untuk membawa PDIP menuju pemenang pilkada Karangasem 2015.