AMLAPURA – Merebaknya isu
penyebaran HIV AIDS yang meresahkan warga Karangasem beberapa akhir ini membuat
tim yustisi yang dimotori Sat Pol PP Karangasem mengambil langkah antisifatif. Tim pun
memutuskan memerangi penyebaran virus berbahaya tersebut dengan mencegah
perbuatan sex bebes dan prostitusi terselubung yang dicurigai dilakukan di
sejumlah kos-kosan yang ada di seputar wilayah Karangasem. Untuk itu, tim
yustisi melakukan razia terhadap sejumlah kost yang ada di seputaran Amlapura, Minggu (19/10) kemarin. Lebih dari 10 tempat kos yang disambangi tim, namun
sayang razia yang terkesan dilaksanakan terlalu dini ini yaitu mulai pukul
20:00 Wita itu tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Bukannya memperoleh
pasangan mesum, atau 2 gadis yang diduga penyebar HIV AIDS, Tim hanya mendapati
tiga orang penghuni kost yang tidak memiliki identitas.
Kasat Pol PP Karangasem, Iwan Suparta saat
ditemui di markas Sat Pol PP di Jalan Kapten Jaya Tirta Amlapura mengaku saat
ini pihaknya intens untuk mengantisifasi kenakalan remaja yang menjurus pada sex bebas dan postutusi terselubung yang rentan mengabatkan penyebaran HIV
AIDS. Pihaknya mengaku bergerak berdasarkan laporan masyarakat bahwa di
sejumlah kost-kosan sering dijadikan tempat bercinta oleh remaja dan ada pula
kost-kosan cewek yang setiap harinya disambangi cowok-cowok. “Kita bergerak
berdasarkan laporan masyarakat dimana sejumlah kost dicurigai sebagai tempat sek
bebas” ujarnya. Pihaknya mengaku bahwa tim yang bergerak di sejumlah kost-kosan
tidak mendapatkan hasil yang signifikan kemungkinan razia yang dilakukan bocor.
Sebab sebelum tim bergerak ke kost-kosan yang lain ternyata sudah kosong
ditinggalkan penghuninya. “Saat kita lakukan razia memang banyak kos yang ternyata
kosong” akunya. Kendati demikian pihaknya mengaku terus akan sewaktu-waktu akan
melakukan razia di tempat-tempat kost yang sudah menjadi blacklist di sat Pol PP. “Nanti kita akan kembali bergerak bukan
hanya malam bisa juga siang atau tengah malam” akunya.
Sementara itu, tiga orang yang terjaring
razia karena tanpa identitas didata di sat Pol PP untuk diberikan pembinaan.
Dua dari tiga orang tersebut adalah cewek yang ternyata minggat dari rumahnya. Dua
cewek yang masih muda tersebut yaitu PL (21) dan DA (14). Sementara sorang
cowok diketahui bernama SD (16). PL, DA, dan SD di tangkap di tempat yang sama
yaitu di Kos-kosan di Jalan Sudirman Amlapura. Kendati demikian, SD mengelak
bahwa kedatangannya ke kos-kosan tersebut mencari PL dan DA. “Saya tidak kenal
(PL dan DA), saya ke kosan sana cari teman”ujar Pemuda asal Praya, Lombok
Tengah yang tinggal di Lingkungan Karanglangko tersebut.
Sementara itu, PL yang merupakan seorang
janda muda beranak dua mengaku baru sekitar 3 bulan kos di Sudirman. PL yang sudah
6 bulan cerai dari mantan suaminya itu mengaku lebih memilih kost daripada
tinggal bersama keluarganya di lingkungan Jasri karena ingin hidup mandiri. “Saya
lebih suka kost daripada di rumah” akunya saat didata di Sat Pol PP. Janda muda
itupun kemudian dikembalikan kepada orang tuanya dan disarankan untuk mencari
KTP sehingga tidak lagi terjaring razia sat Pol PP.
Di sisi lain, DA (14) diketahui sebagai anak
putus sekolah yang minggat dari rumahnya sudah lebih dari sebulan. DA yang
kenal dengan PL numpang tempat tinggal karena tidak mau pulang ke rumahnya.
Gadis yang seharusnya masih duduk di Kelas 3 SMP itu mengaku minggat dari
rumahnya karena sedang ada masalah keluarga. “Saya ada masalah keluarga”
akunya. Setelah dihubungi orang tuanya, DA pun dijemput oleh orangtuanya untuk
diajak kembali ke rumahnya di Jalan Ngurah Rai Amlapura.






0 komentar:
Posting Komentar