Laman

Laman

Selasa, 21 Oktober 2014

Antisifasi Penyebaran Virus HIV AIDS, Tim Yustisi Razia Tempat Kost

AMLAPURA – Merebaknya isu penyebaran HIV AIDS yang meresahkan warga Karangasem beberapa akhir ini membuat tim yustisi yang dimotori Sat Pol PP Karangasem mengambil langkah antisifatif. Tim pun memutuskan memerangi penyebaran virus berbahaya tersebut dengan mencegah perbuatan sex bebes dan prostitusi terselubung yang dicurigai dilakukan di sejumlah kos-kosan yang ada di seputar wilayah Karangasem. Untuk itu, tim yustisi melakukan razia terhadap sejumlah kost yang ada di seputaran Amlapura, Minggu (19/10) kemarin. Lebih dari 10 tempat kos yang disambangi tim, namun sayang razia yang terkesan dilaksanakan terlalu dini ini yaitu mulai pukul 20:00 Wita itu tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Bukannya memperoleh pasangan mesum, atau 2 gadis yang diduga penyebar HIV AIDS, Tim hanya mendapati tiga orang penghuni kost yang tidak memiliki identitas.
    Kasat Pol PP Karangasem, Iwan Suparta saat ditemui di markas Sat Pol PP di Jalan Kapten Jaya Tirta Amlapura mengaku saat ini pihaknya intens untuk mengantisifasi kenakalan remaja yang menjurus pada sex bebas dan postutusi terselubung yang rentan mengabatkan penyebaran HIV AIDS. Pihaknya mengaku bergerak berdasarkan laporan masyarakat bahwa di sejumlah kost-kosan sering dijadikan tempat bercinta oleh remaja dan ada pula kost-kosan cewek yang setiap harinya disambangi cowok-cowok. “Kita bergerak berdasarkan laporan masyarakat dimana sejumlah kost dicurigai sebagai tempat sek bebas” ujarnya. Pihaknya mengaku bahwa tim yang bergerak di sejumlah kost-kosan tidak mendapatkan hasil yang signifikan kemungkinan razia yang dilakukan bocor. Sebab sebelum tim bergerak ke kost-kosan yang lain ternyata sudah kosong ditinggalkan penghuninya. “Saat kita lakukan razia memang banyak kos yang ternyata kosong” akunya. Kendati demikian pihaknya mengaku terus akan sewaktu-waktu akan melakukan razia di tempat-tempat kost yang sudah menjadi blacklist di sat Pol PP. “Nanti kita akan kembali bergerak bukan hanya malam bisa juga siang atau tengah malam” akunya.
     Sementara itu, tiga orang yang terjaring razia karena tanpa identitas didata di sat Pol PP untuk diberikan pembinaan. Dua dari tiga orang tersebut adalah cewek yang ternyata minggat dari rumahnya. Dua cewek yang masih muda tersebut yaitu PL (21) dan DA (14). Sementara sorang cowok diketahui bernama SD (16). PL, DA, dan SD di tangkap di tempat yang sama yaitu di Kos-kosan di Jalan Sudirman Amlapura. Kendati demikian, SD mengelak bahwa kedatangannya ke kos-kosan tersebut mencari PL dan DA. “Saya tidak kenal (PL dan DA), saya ke kosan sana cari teman”ujar Pemuda asal Praya, Lombok Tengah yang tinggal di Lingkungan Karanglangko tersebut.
   Sementara itu, PL yang merupakan seorang janda muda beranak dua mengaku baru sekitar 3 bulan kos di Sudirman. PL yang sudah 6 bulan cerai dari mantan suaminya itu mengaku lebih memilih kost daripada tinggal bersama keluarganya di lingkungan Jasri karena ingin hidup mandiri. “Saya lebih suka kost daripada di rumah” akunya saat didata di Sat Pol PP. Janda muda itupun kemudian dikembalikan kepada orang tuanya dan disarankan untuk mencari KTP sehingga tidak lagi terjaring razia sat Pol PP.
  Di sisi lain, DA (14) diketahui sebagai anak putus sekolah yang minggat dari rumahnya sudah lebih dari sebulan. DA yang kenal dengan PL numpang tempat tinggal karena tidak mau pulang ke rumahnya. Gadis yang seharusnya masih duduk di Kelas 3 SMP itu mengaku minggat dari rumahnya karena sedang ada masalah keluarga. “Saya ada masalah keluarga” akunya. Setelah dihubungi orang tuanya, DA pun dijemput oleh orangtuanya untuk diajak kembali ke rumahnya di Jalan Ngurah Rai Amlapura.

0 komentar:

Posting Komentar