Laman

Laman

Jumat, 17 Oktober 2014

Karangasem Diguncang Isu HIV AIDS Diduga Disebarkan oleh Dua Cewek Cantik

AMLAPURA – Isu tentang penyebaran virus HIV AIDS di Karangasem belakangan ini semakin santer setelah adanya dugaan dua cewek cantik yang sengaja menawarkan diri untuk diajak berkencan kepada siapapun yang ditemuinya. Belakangan tersiar kabar cewek ABG yang diduga telah terjangkit virus HIV AIDS tersebut telah berhasil menyebarkan penyakitnya itu kepada sedikitnya 30 orang lelaki. Pasalnya 2 cewek yang berstatus kakak adik tersebut konon dengan mudah diajak bercinta. Isu itu berkembang sejak ada hiburan malam di Kecamatan Abang dan Kecamatan Kubu sekitar satu bulan lalu. Dalam acara hiburan malam tersebut si cewek sengaja mencari “mangsa” pemuda-pemuda ABG dan anak sekolahan yang mencoba mendekatinya. Bahkan berdasarkan kabar yang dihimpun si cewek pernah digarap oleh 10 orang sekaligus dalam satu malam.
Yang lebih meyakinkan bahwa si cewek sebagai orang yang menyebarkan virus HIV AIDS adalah karena si cewek sengaja mengirim pesan singkat kepada si cowok yang baru habis diajaknya berkencan yang isinya menyampaikan selamat bergabung di komunitas kami.  Secara gamblang pesan itu dapat diartikan selamat bergabung di komunitas orang-orang terkena virus AIDS. Akibatnya sekitar 30-an orang yang diduga pernah berkencan dengan dua cewek tersebut langsung drof dan defresi. Banyak diantaranya bahkan dikabarkan tidak berani keluar rumah karena malu. Selain itu, mereka juga mulai dijauhi dan tidak diajak bergaul oleh masyarakat setempat.
     Wakil Bupati Karangasem, I Made Sukerana saat ditemui Rabu (15/8) kemarin menyampaikan bahwa dirinya juga mendengar isu tentang adanya dua cewek ABG yang diduga menyebarkan virus HIV AIDS. “Isu tersebut (Cewek penyebar virus HIV AIDS) memang saya dengar, tapi laporan secara resmi dari bawah belum ada” Ujar Sukerana. Wabup yang juga sebagai ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) menyampaikan bahwa pihaknya tidak berani secara gegabah melakukan tindakan untuk mengamankan orang atau menangkap dan mencurigai orang telah terkena virus HIV AIDS tanpa bukti yang jelas. Sukerana mengaku perlu adanya kerjasama dengan pihak kepolisian dan tentunya masyarakat untuk bersama-sama dalam mengatasi permasalahan tersebut. “Jika memang itu ada nanti saya akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mencarinya (2 cewek penyebar virus) untuk diperiksa apakah benar terkena virus atau tidak” tuturnya.
     Selain itu, Sukerana juga menyampaikan kepada masyarkaat yang anaknya atau keluarganya yang depresi karena pernah berhubungan badan dengan cewek yang diduga AIDS agar bertemu dengan dirinya untuk dicek dan diobati. “Yang defresi bisa langsung temui saya nanti biar dicek dan kalau kena (HIV AIDS) saya obati” Ujarnya seraya menyampaikan bahwa obat untuk penangkal Virus HIV AIDS sudah ada. Pihaknya pun menyampaikan bahwa dengan defresi dan mengurung diri tidak menyelesaikan masalah. “Lebih baik lapor supaya diperiksa dan kelihatan jelas” sarannya.
     Pelu diketahui bahwa penderita virus HIV AIDS di Karangasem untuk tahun 2014 sudah mencapai 363 orang. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2013 dimana yang terdata hanya 313 orang. Oleh karena itu, sudah semestinya seluruh pihak waspada agar penyebaran virus HIV AIDS di Karangasem tidak terus menyebar. 


0 komentar:

Posting Komentar