AMLAPURA – Mobil Carry berjenis pick up yang
membawa penuh minyak goreng terjun ke tegalan sedalam 1,5 meter di Desa Ababi,
Kecamatan Abang, Karangasem, Rabu (8/10) kemarin. Mobil yang dikendari oleh
Alim (35) warga asal Lamongan, Jawa Timur tersebut terjun bebas lalu jatuh
dalam posisi miring di tanah tegalan milik warga. Beruntung, Alim yang saat itu
ditemani oleh dua kernetnya, Erman (27) dan Temo (40) yang juga sama-sama
berasal dari Lamongan dan bekerja di perusahaan minyak goreng di Desa Anantaka,
Kabupaten Gianyar itu selamat dari maut dan hanya mengalami luka-luka ringan. Kendati
tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai 50 juta rupiah.
Alim ketika ditemui di lokasi menuturkan bahwa kecelakaan
terjadi sekitar pukul 01:30 Wita. Dia
menuturkan kejadian bermula ketika dirinya dari arah Desa Abang menuju Amlapura
melaju melewati jalan lurus di desa Ababi sekitar 100 meter sebelum POM bensin
Ababi. Alim yang baru sebulan bekerja sebagai supir tersebut mengaku melihat
sekelebat bayangan anak kecil membawa anjing lewat di depan mobilnya secara
tiba-tiba. Menghadapi kondisi tersebut, Alim yang baru datang mengirim minyak
dari Desa Tianyar, Kecamatan Kubu tersebut pun mengaku melakukan gerak reflek
bermaksud menghindari anak kecil yang dilihatnya dengan jalan membanting setir
ke kiri. Akibatnya mobil Pic Up hitam DK 9941 FQ yang dikendarainya mabrak
marka jalan lalu terjun ke jurang. “Saya lihat anak kecil bawa anjing nyebrang
makanya saya banting setir ke kiri untuk menghindar” tuturnya.
Namun setelah
dirinya tersungkur bersama temannya di dasar jurang baru sadar bahwa anak kecil
yang dilihantnya tadi ternyata tidak ada. Sebab dua temanya yaitu Erman dan
Temo mengaku tidak melihat apa-apa saat itu padahal mereka bertiga sama-sama
duduk di depan. “Saya heran kenapa teman saya (Alim) bawa mobil terlalu
kepinggir padahal jalan di depan lurus tidak ada apa-apa” ungkap Temo. Akibat
kejadian tersebut pihaknya mengaku mengalami kerugian sekitar 50 juta rupiah
karena mobil mengalami kerusakan yang berat yaitu pada bagian depan dan body
mobil. Sementara sekitar 50 jirigan isi 40 liter minyak goreng berhasil diselamatkan karena memang tertutup
rapat.
Sementara itu, warga
yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, Ni Wayan Mulianti (30) mengaku syok
ketika melihat ada mobil pick up yang jatuh sekitar 5 meter dari rumahnya. Ibu dua
anak yang punya gejala jantung lemah tersebut mengaku lemas takut mobil yang
jatuh tersebut meledek karena khawatir membawa jerigen yang berisi bensin.
Selain itu, Mulianti juga mengaku masih trauma melihat kecelakaan tabrak lari
yang belum sampai sebulan terjadi di jalur yang ditengarai angker tersebut.
“Saya trauma lihat orang kecelakaan lalu mati di tempat” ujarnya. Di sisi lain,
Gede Karyada yang merupakan suami dari Ni Wayan Mulianti menuturkan bawa memang
sering terjadi kecelakaan di jalan lurus di jalur Desa Ababi tersebut. “Sudah
ada 4 kecelakaan yang terjadi” ungkapnya. Disampaikan modusnya rata-rata sama
yaitu pengemudi melihat bayangan seseorang yang sejatinya tidak ada lalu
menghindarinya sehingga terjadi
kecelakaan.







0 komentar:
Posting Komentar