Laman

Laman

Senin, 13 Oktober 2014

Mobil Pick Up Pembawa Minyak Goreng Nyungsep ke Tegalan, Sang Sopir Melihat Bayangan Anak Kecil Nyebrang Jalan

AMLAPURA – Mobil Carry berjenis pick up yang membawa penuh minyak goreng terjun ke tegalan sedalam 1,5 meter di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Rabu (8/10) kemarin. Mobil yang dikendari oleh Alim (35) warga asal Lamongan, Jawa Timur tersebut terjun bebas lalu jatuh dalam posisi miring di tanah tegalan milik warga. Beruntung, Alim yang saat itu ditemani oleh dua kernetnya, Erman (27) dan Temo (40) yang juga sama-sama berasal dari Lamongan dan bekerja di perusahaan minyak goreng di Desa Anantaka, Kabupaten Gianyar itu selamat dari maut dan hanya mengalami luka-luka ringan. Kendati tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai 50 juta rupiah.
Alim ketika ditemui di lokasi menuturkan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 01:30 Wita.  Dia menuturkan kejadian bermula ketika dirinya dari arah Desa Abang menuju Amlapura melaju melewati jalan lurus di desa Ababi sekitar 100 meter sebelum POM bensin Ababi. Alim yang baru sebulan bekerja sebagai supir tersebut mengaku melihat sekelebat bayangan anak kecil membawa anjing lewat di depan mobilnya secara tiba-tiba. Menghadapi kondisi tersebut, Alim yang baru datang mengirim minyak dari Desa Tianyar, Kecamatan Kubu tersebut pun mengaku melakukan gerak reflek bermaksud menghindari anak kecil yang dilihatnya dengan jalan membanting setir ke kiri. Akibatnya mobil Pic Up hitam DK 9941 FQ yang dikendarainya mabrak marka jalan lalu terjun ke jurang. “Saya lihat anak kecil bawa anjing nyebrang makanya saya banting setir ke kiri untuk menghindar” tuturnya. 
    Namun setelah dirinya tersungkur bersama temannya di dasar jurang baru sadar bahwa anak kecil yang dilihantnya tadi ternyata tidak ada. Sebab dua temanya yaitu Erman dan Temo mengaku tidak melihat apa-apa saat itu padahal mereka bertiga sama-sama duduk di depan. “Saya heran kenapa teman saya (Alim) bawa mobil terlalu kepinggir padahal jalan di depan lurus tidak ada apa-apa” ungkap Temo. Akibat kejadian tersebut pihaknya mengaku mengalami kerugian sekitar 50 juta rupiah karena mobil mengalami kerusakan yang berat yaitu pada bagian depan dan body mobil. Sementara sekitar 50 jirigan isi 40 liter minyak goreng  berhasil diselamatkan karena memang tertutup rapat.
     Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, Ni Wayan Mulianti (30) mengaku syok ketika melihat ada mobil pick up yang jatuh sekitar 5 meter dari rumahnya. Ibu dua anak yang punya gejala jantung lemah tersebut mengaku lemas takut mobil yang jatuh tersebut meledek karena khawatir membawa jerigen yang berisi bensin. Selain itu, Mulianti juga mengaku masih trauma melihat kecelakaan tabrak lari yang belum sampai sebulan terjadi di jalur yang ditengarai angker tersebut. “Saya trauma lihat orang kecelakaan lalu mati di tempat” ujarnya. Di sisi lain, Gede Karyada yang merupakan suami dari Ni Wayan Mulianti menuturkan bawa memang sering terjadi kecelakaan di jalan lurus di jalur Desa Ababi tersebut. “Sudah ada 4 kecelakaan yang terjadi” ungkapnya. Disampaikan modusnya rata-rata sama yaitu pengemudi melihat bayangan seseorang yang sejatinya tidak ada lalu menghindarinya  sehingga terjadi kecelakaan.

0 komentar:

Posting Komentar