Laman

Laman

Jumat, 31 Oktober 2014

Disorot Anggaran PASKIBRAKA Karangasem Lebih dari Rp.1 Miliar

AMLAPURA – Sebagai daerah yang masih tergolong miskin, seharusnya pemerintah Karangasem melakukan perencanaan program yang lebih prorakyat. Hal itulah yang menjadi landasan utama mengapa Fraksi Nasdem DPRD Karangsem menyorot adanya anggaran yang tidak wajar dimana anggaran untuk pelatihan PASKIBRAKA (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) HUT RI 2015 dianggarkan senilai Rp.1.091.079.000. 
Sorotan tersebut disampaikan oleh Ketua Fraksi Nasdem DPRD Karangsem, I Gede Putu Sudita dalam acara rapat paripurna pembacaan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Karangasem 2015 di gedung DPRD Karangsem, Kamis (30/10) kemarin. Sudita menyatakan dengan tegas anggaran yang tidak rasional tersebut perlu dijelaskan dengan gamblang sehingga diketahui peruntukannya dengan baik. Politisi asal Desa Kerta Mandala, Kecamatan Abang tersebut menilai adanya anggaran yang berlebihan dalam pelatihan paskibra sebab pihaknya dianggarkan Rp.1 Miliar lebih untuk pelatihan yang dilaksanakan hanya dalam waktu satu bulan. “Kami dari fraksi Nasdem mempertanyakan anggara pelatihan PASKIBRAKA HUT RI 2015 yang dianggarakan Rp.1.091.079.000, menurut kami anggaran itu terlalu besar sehingga nantinya perlu dikaji kembali” ujar politisi Nasdem dari dapil Abang tersebut.  
     Ditemui seusai rapat, Putu Sudita benar-benar menyayangkan adanya rencana dana yang terlalu tinggi untuk Paskibraka. Dirinya menilai kegiatan PASKIBRA memang penting namun alokasi dananya yang tinggi sehingga memunculkan tanda Tanya. Apalagi dirinya mendengar bahwa untuk paskibra yang memakan anggaran tinggi tersebut karena dipakai anggota paskibra jalan-jalan ke luar daerah. Pihaknya menganggap itu belum perlu dilakukan mengingat kondisi masyarakat karangasem yang tingkat kemiskinannya masih sangat tinggi yaitu sekitar 21 ribu jiwa. Pihanya menilai lebih baik anggaran lebih banyak dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih kontributif untuk pengentasan kemiskinan. “Lihatlah masyarakat karangasem masih banyak yang miskin, lebih baik anggaran dialokasikan untuk kegiatan pengentasan kemiskinan saja” ungkapnya. Dirinya mencontohkan bahwa masyarakat karangasem masih banyak yang memiliki rumah tidak layak huni, banyak pengangguran, pendidikan rendah, juga penyediaan air bersih masih sangat kurang. Untuk itu pihaknya beerharap agar anggaran-anggaran yang kurang penting dan tidak produktif nanti bisa dirasionalaisasi dan bahkan dihapus.
    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Karangasem, I Gede Ariyasa saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa memang benar untuk paskibraka dianggarkan sebesar 1.091.000.000. Dijelaskan bahwa anggaran tersebut sebagian besar dipakai sebagai “hadiah” 90 anggota paskibraka atas jasanya dalam melakukan upacara bendera. “Nanti kemungkinan dipakai berkunjung ke Istana Negara, kasian mereka (anggota paskibraka) sudah sebulan berlatih dan tidak sekolah, tentu mereka perlu diberi apresiasi” ujarnya. Menurut Ariyasa bahwa anggaran perjalanan itu yang memang memakan banyak biaya yaitu dianggarkan senilai Rp.632 Juta. Sementara sisanya Rp.459 juta dipakai untuk keperluan makan dan minum dalam masa latihan sebulan, membeli pakaian latihan dan pakaian di hari H, membayar uang intstruktur dan kebutuhan operasional lainnya.  

0 komentar:

Posting Komentar