Laman

Laman

Minggu, 12 Oktober 2014

Bupati Geredeg Ingatkan Tenaga Magang Jangan ‘Nakal’ di Jepang


AMLAPURA – Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg mengingatkan para peserta magang yang sejatinya akan berangkat ke Jepang agar jangan nakal ketika sudah berada di Negeri Sakura. Bupati dua periode tersebut wanti-wanti berpesan kepada 35 peserta magang ke Jepang tahun 2014 yang semuanya laki-laki tersebut agar jangan sampai tergoda kehidupan malam di Jepang. “Saya berpesan kepada para peserta magang agar jangan sampai tergoda masuk café atau tempat hiburan malam di Jepang” Ujar Bupati Geredeg saat melepas para peserta magang ke Jepang di Aula Disnakertrans Karangasem, Kamis (9/10) kemarin. Disampaikan jika sekali masuk tempat hiburan malam seperti ke café atau diskotik di Jepang maka akan ketagihan. Apalagi cewek-cewek di negeri Samurai tersebut terkenal putih dan cantik. Ditakutkan jika tidak benar membawa diri maka uang gaji yang diperoleh di tempat kerja akan terkuras habis. Alhasil, ketika masa kontrak magang habis selama tiga tahun maka saat pulang kembali ke Karanagsem tidak akan membawa cukup uang. “Jangan sampai nanti setelah pulang dari Jepang tidak membawa apa-apa” Ungkapnya.
Bupati Geredeg juga menkenakan kepada peserta magang agar disiplin dalam mengatur waktu dan mengatur keuangan. Dengan gaji rata-rata 15 – 18 ribu yen perbulan atau sekitar 18 juta rupiah per bulan diharapkan para peserta magang bisa menyisihkan gajinya untuk ditabung. “Nanti gajinya tolong disisihkan sedikit untuk ditabung” Sarannya. Tabungan tersebut nantinya bisa dibawa pulang ke Karangasem untuk dijadikan modal usaha atau mulai mengembangkan ilmu perkebunan atau peternakan untuk menunjang kehidupan yang lebih baik. Suami dari Nyonya Sujiani Geredeg itu mengharapkan peserta magang agar bisa beradaftasi dengan budaya orang Jepang yang terkenal tegas, disiplin, dan ulet dalam bekerja. Oleh karena itu, peserta magang diharpakan untuk menaati semua peraturan yang diberlakukan di perusahaan tempatnya bekerja sehingga nantinya tidak menimbulkan masalah. Sebab Geredeg juga menyampaikan bahwa pengalaman mengatakan ada 3 orang yang pulang dari magang di Jepang karena tidak kuat. Selain itu, ada juga 2 orang yang melakukan pemutusan kontrak sepihak karena pindah ke perusahaan lain, serta ada pula 2 orang yang terpaksa dipulangkan paksa karena terlibat pekelahian diantara sesama peserta magang. Pihaknya mengahrapkan agar hal itu tidak terjadi lagi. Diminta peserta magang agar bisa menjaga nama baik Karangasem khusunya dan nama baik Bali serta Negara Indonesia pada umumnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Karangasem, I Gusti Arya Sulang menyampaikan bahwa pengiriman tenaga magang ke Jepang merupakan program kerjasama Pemrintah Kabupaten Karangasem dengan koperasi Scuba yang terletak di provinsi Ibaraki, Jepang. Program kerjasama tersebut tertuang dalam MoU pengiriman tenaga magang yang ditempatakan di bidang pertanian dan peternakan. Disampaikan program tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2008 dan telah melakukan pengiriman tenaga magang sebanyak 128 orang. Peserta magang yang dikirim adalah mereka yang memiliki usia 19 - 27 tahun minimal tamatan SMA. Arya Sulang menyampaikan untuk tahun 2014 ini yang dinyatakan lolos seleksi setelah dilakukan seleksi oleh utusan dari koperasi Scuba adalah 35 orang. Mereka adalah yang terpilih dari 62 orang yang dinyatakan lulus seleksi di Kabupaten. Dengan demikian 27 orang lainnya masuk daftar tunggu yang diprioritaskan untuk bisa berangkat ke Jepang tahun depan. Disampaikan para peserta magang akan diberangkatkan secara bertahap mulai dari 15 orang yang berangkat, Kamis (9/10) kemarin. Sisanya akan diberangkatkan pada akhir Oktober dan awal November mendatang.

Arya sulang mengaku pihaknya terus mendorong upaya kerjasama dengan pihak luar terutama dengan Pemerintah Jepang. Sebab diakuai bahwa Jepang sudah dikenal sebagai Negara dengan kondisi ekonomi dan teknologi yang sudah maju. Selain untuk mendafatkan devisa, diharapkan nantinya para tenaga magang ke Jepang untuk ikut membangun daerah dengan cara menerapkan ilmu perkebunan dan peternakan yang dipelajari di Jepang untuk dapat diaplikasikan di daerah Karangasem. 

0 komentar:

Posting Komentar