AMLAPURA – Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg
mengingatkan para peserta magang yang sejatinya akan berangkat ke Jepang agar
jangan nakal ketika sudah berada di Negeri Sakura. Bupati dua periode tersebut
wanti-wanti berpesan kepada 35 peserta magang ke Jepang tahun 2014 yang
semuanya laki-laki tersebut agar jangan sampai tergoda kehidupan malam di Jepang.
“Saya berpesan kepada para peserta magang agar jangan sampai tergoda masuk café
atau tempat hiburan malam di Jepang” Ujar Bupati Geredeg saat melepas para
peserta magang ke Jepang di Aula Disnakertrans Karangasem, Kamis (9/10)
kemarin. Disampaikan jika sekali masuk tempat hiburan malam seperti ke café
atau diskotik di Jepang maka akan ketagihan. Apalagi cewek-cewek di negeri
Samurai tersebut terkenal putih dan cantik. Ditakutkan jika tidak benar membawa
diri maka uang gaji yang diperoleh di tempat kerja akan terkuras habis. Alhasil,
ketika masa kontrak magang habis selama tiga tahun maka saat pulang kembali ke
Karanagsem tidak akan membawa cukup uang. “Jangan sampai nanti setelah pulang
dari Jepang tidak membawa apa-apa” Ungkapnya.
Bupati Geredeg juga menkenakan kepada peserta magang agar
disiplin dalam mengatur waktu dan mengatur keuangan. Dengan gaji rata-rata 15 –
18 ribu yen perbulan atau sekitar 18 juta rupiah per bulan diharapkan para
peserta magang bisa menyisihkan gajinya untuk ditabung. “Nanti gajinya tolong
disisihkan sedikit untuk ditabung” Sarannya. Tabungan tersebut nantinya bisa
dibawa pulang ke Karangasem untuk dijadikan modal usaha atau mulai mengembangkan
ilmu perkebunan atau peternakan untuk menunjang kehidupan yang lebih baik. Suami
dari Nyonya Sujiani Geredeg itu mengharapkan peserta magang agar bisa
beradaftasi dengan budaya orang Jepang yang terkenal tegas, disiplin, dan ulet
dalam bekerja. Oleh karena itu, peserta magang diharpakan untuk menaati semua
peraturan yang diberlakukan di perusahaan tempatnya bekerja sehingga nantinya
tidak menimbulkan masalah. Sebab Geredeg juga menyampaikan bahwa pengalaman
mengatakan ada 3 orang yang pulang dari magang di Jepang karena tidak kuat.
Selain itu, ada juga 2 orang yang melakukan pemutusan kontrak sepihak karena
pindah ke perusahaan lain, serta ada pula 2 orang yang terpaksa dipulangkan paksa
karena terlibat pekelahian diantara sesama peserta magang. Pihaknya mengahrapkan
agar hal itu tidak terjadi lagi. Diminta peserta magang agar bisa menjaga nama
baik Karangasem khusunya dan nama baik Bali serta Negara Indonesia pada
umumnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Karangasem, I Gusti
Arya Sulang menyampaikan bahwa pengiriman tenaga magang ke Jepang merupakan
program kerjasama Pemrintah Kabupaten Karangasem dengan koperasi Scuba yang
terletak di provinsi Ibaraki, Jepang. Program kerjasama tersebut tertuang dalam
MoU pengiriman tenaga magang yang ditempatakan di bidang pertanian dan
peternakan. Disampaikan program tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2008 dan telah
melakukan pengiriman tenaga magang sebanyak 128 orang. Peserta magang yang
dikirim adalah mereka yang memiliki usia 19 - 27 tahun minimal tamatan SMA. Arya
Sulang menyampaikan untuk tahun 2014 ini yang dinyatakan lolos seleksi setelah
dilakukan seleksi oleh utusan dari koperasi Scuba adalah 35 orang. Mereka
adalah yang terpilih dari 62 orang yang dinyatakan lulus seleksi di Kabupaten. Dengan
demikian 27 orang lainnya masuk daftar tunggu yang diprioritaskan untuk bisa
berangkat ke Jepang tahun depan. Disampaikan para peserta magang akan
diberangkatkan secara bertahap mulai dari 15 orang yang berangkat, Kamis (9/10)
kemarin. Sisanya akan diberangkatkan pada akhir Oktober dan awal November
mendatang.
Arya sulang mengaku pihaknya terus mendorong upaya kerjasama
dengan pihak luar terutama dengan Pemerintah Jepang. Sebab diakuai bahwa Jepang
sudah dikenal sebagai Negara dengan kondisi ekonomi dan teknologi yang sudah
maju. Selain untuk mendafatkan devisa, diharapkan nantinya para tenaga magang ke
Jepang untuk ikut membangun daerah dengan cara menerapkan ilmu perkebunan dan
peternakan yang dipelajari di Jepang untuk dapat diaplikasikan di daerah Karangasem.







0 komentar:
Posting Komentar