AMLAPURA – Diduga akibat dendam kesumat yang
sudah dipendam selama 3 tahun, I Wayan Cerita (53) nekat menghabisi nyawa iparnya
yaitu Ni Nengah Kariasih (38) Jumat (10/10) kemarin. Pria yang berasal dari
Dusun Lebu Gede, Desa Loka Sari, Kecamatan Sidemen, Karangasem tersebut tanpa
ampun menebas dan membacok tubuh gempal Kariasih dengan sebuah sabit. Tanpa
basa-basi, lelaki yang biasa menyadap tuak dari pohon kelapa tersebut menyerang
istri dari saudara istrinya tersebut di berbagai bagian tubuh seperti leher,
perut, tangan, dan punggung. Serangan membabi buta tersebut membuat Ni Wayan
Kariasih tewas di tempat dengan luka sayat di leher, usus terburai, luka bacok
di bagian punggung, mulut keluar darah, serta jeriji tangan korban hampir putus
diduga sempat menagkis serangan pelaku. Kejadian tersebut sungguh ironis sebab
korban ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan pelaku sebab suami
korban bersaudara dengan istri pelaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, awal kejadian tragis
tersebut diketahui oleh I Gede Landep (14) dan Gede Arnawan (13). Landep dan
Arnawan yang saat itu hendak berangkat ke sekolahnya secara tidak sengaja
menemukan mayat tergeletak di pinggir jalan di Dusun Lebu Gede menuju Dusun
Delodyeh. Ketika dilihat dari dekat ternyata mayat tersebut adalah mayat dari
Ni Nengah Kariasih yang dikenalnya sebagai warga yang tinggal sekitar 400 meter
dari lokasi kejadian. Ketika ditemuakn korban sudah dalam keadaan meninggal
bersimbah darah. Melihat kejadian itu, Landep dan Arnawa pun minta tolong
sehingga warga di sekitar lokasi kejadian pun menjadi geger akibat peristiwa
tersebut. Kepala Desa Lokasari, I Wayan Nedeng kemudian melaporkan kejadian
tersebut kepada kepolisian Polsek Sidemen sekitar pukul 07:00 Wita. Polisi yang
terjun ke lokasi kemudian menemukan korban dan melakukan pemeriksaan di TKP.
Polisi pun melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku. Usaha polisi untuk
menemukan pelaku begitu mudah sebab ternyata pelaku telah menyerahkan diri
sekitar pukul 08:35 Wita di Mapolsek Sidemen lengkap dengan barang bukti sebilah
sabit yang dipainya untuk menghabis nyawa korban.
Sementara itu Sang pembunuh sadis, I Wayan Cerita ketika
diperiksa di mapolsek Sidemen mengaku tidak menyesali perbuatannya. Dirinya
berkata hanya pasrah pada keadaan yang dihadapainya. “Saya tidak menyesal, saya
pasrah saja” ungkpnya. Ia lebih banyak menuturkan bahwa dirinya gelam mata dan tidak
begitu ingat kronologis bagaimana dirinya menghabisi nyawa korban. “Saya sudah
gelap mata waktu itu makanya saya tidak ingat” akunya. Yang masih bisa
diingatya adalah ketika hendak pulang ke rumahnya ia bertemu dengan korban di
jalan. Pertemuan itu disampaikan tidak disengaja karena saat itu dirinya baru
pulang dari menginap di rumah salah satu anaknya yaitu I Wayan Siki. Ketika
pulang tersebut sekitar pukul 06:00 Wita dirinya bertemu korban yang hendak
berangkat ke Pasar. Saat itulah pelaku menghabisi nyawa korbannya. Setelah
menghabisi nyawa korbanya, Wayan Cerita yang bersatus duda beranak 4 tersebut
berjalan sejauh 8 Km ke Polsek Sidemen untuk menyerahkan diri. “Saya lebih baik
menyerahkan diri daripada dikejar dan dipukul polisi” ungkapnya.
Cerita pun mengakui bahwa sebelumnya memang memiliki masalah
dengan korban dan sering cekcok mulut. Ia mengaku awal benci dengan korban
katika istrinya, Ni Wayan Rimpi meninggal 3 tahun lalu. Menurut Cerita,
istrinya itu meninggal karena dikenai ilmu hitam oleh korban dimana sejak
kejadian itu korban tidak pernah berani datang ke rumanya. “Istri saya
meninggal karena diliakin olehnya
(Korban Ni Nengah Kariasih)” akunya. Sejak kematian istrinya itu Wayan Cerita pun
menjadi depresi dan sering mengurung diri akibat ditinggal orang yang
dicintainya secara tiba-tiba. Cerita kemudian menyimpan dendam lalu sering
bertengakar dengan korban. Bahkan leleaki tua itu pernah mengancam membunuh
korban dengan pisau namun urung dilakukan karena diketahui oleh para keluarga
korban. Namun Cerita menolak kalau pembunuhan yang dilakukannya sudah ia
rencanakan sebelumnya. “saya tidak berencana (membunuh Kariasih)” akunya.
Sementara itu, Kapolsek Sidemen AKP Anak Agung Ngurah Agung
mengaku masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus pembunuhan
tersebut. Pihaknya mengaku akan terus memeriksa pelaku untuk mengetahui modus
yang dilakukannya apakah berencana atau tidak dalam menghabisi nyawa korban.
Selain itu pihaknya mengaku juga masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan di
RS Sanglah. “Kita masih melakukan proses pengembangan sambil menunggu hasi
otopsi” Ungkapnya.








0 komentar:
Posting Komentar