Laman

Laman

Minggu, 12 Oktober 2014

Akibat Dendam Kesumat, Wayan Cerita Habisi Nyawa Iparnya

AMLAPURA – Diduga akibat dendam kesumat yang sudah dipendam selama 3 tahun, I Wayan Cerita (53) nekat menghabisi nyawa iparnya yaitu Ni Nengah Kariasih (38) Jumat (10/10) kemarin. Pria yang berasal dari Dusun Lebu Gede, Desa Loka Sari, Kecamatan Sidemen, Karangasem tersebut tanpa ampun menebas dan membacok tubuh gempal Kariasih dengan sebuah sabit. Tanpa basa-basi, lelaki yang biasa menyadap tuak dari pohon kelapa tersebut menyerang istri dari saudara istrinya tersebut di berbagai bagian tubuh seperti leher, perut, tangan, dan punggung. Serangan membabi buta tersebut membuat Ni Wayan Kariasih tewas di tempat dengan luka sayat di leher, usus terburai, luka bacok di bagian punggung, mulut keluar darah, serta jeriji tangan korban hampir putus diduga sempat menagkis serangan pelaku. Kejadian tersebut sungguh ironis sebab korban ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan pelaku sebab suami korban bersaudara dengan istri pelaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, awal kejadian tragis tersebut diketahui oleh I Gede Landep (14) dan Gede Arnawan (13). Landep dan Arnawan yang saat itu hendak berangkat ke sekolahnya secara tidak sengaja menemukan mayat tergeletak di pinggir jalan di Dusun Lebu Gede menuju Dusun Delodyeh. Ketika dilihat dari dekat ternyata mayat tersebut adalah mayat dari Ni Nengah Kariasih yang dikenalnya sebagai warga yang tinggal sekitar 400 meter dari lokasi kejadian. Ketika ditemuakn korban sudah dalam keadaan meninggal bersimbah darah. Melihat kejadian itu, Landep dan Arnawa pun minta tolong sehingga warga di sekitar lokasi kejadian pun menjadi geger akibat peristiwa tersebut. Kepala Desa Lokasari, I Wayan Nedeng kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian Polsek Sidemen sekitar pukul 07:00 Wita. Polisi yang terjun ke lokasi kemudian menemukan korban dan melakukan pemeriksaan di TKP. Polisi pun melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku. Usaha polisi untuk menemukan pelaku begitu mudah sebab ternyata pelaku telah menyerahkan diri sekitar pukul 08:35 Wita di Mapolsek Sidemen lengkap dengan barang bukti sebilah sabit yang dipainya untuk menghabis nyawa korban.

Sementara itu Sang pembunuh sadis, I Wayan Cerita ketika diperiksa di mapolsek Sidemen mengaku tidak menyesali perbuatannya. Dirinya berkata hanya pasrah pada keadaan yang dihadapainya. “Saya tidak menyesal, saya pasrah saja” ungkpnya. Ia lebih banyak menuturkan bahwa dirinya gelam mata dan tidak begitu ingat kronologis bagaimana dirinya menghabisi nyawa korban. “Saya sudah gelap mata waktu itu makanya saya tidak ingat” akunya. Yang masih bisa diingatya adalah ketika hendak pulang ke rumahnya ia bertemu dengan korban di jalan. Pertemuan itu disampaikan tidak disengaja karena saat itu dirinya baru pulang dari menginap di rumah salah satu anaknya yaitu I Wayan Siki. Ketika pulang tersebut sekitar pukul 06:00 Wita dirinya bertemu korban yang hendak berangkat ke Pasar. Saat itulah pelaku menghabisi nyawa korbannya. Setelah menghabisi nyawa korbanya, Wayan Cerita yang bersatus duda beranak 4 tersebut berjalan sejauh 8 Km ke Polsek Sidemen untuk menyerahkan diri. “Saya lebih baik menyerahkan diri daripada dikejar dan dipukul polisi” ungkapnya.
      Cerita pun mengakui bahwa sebelumnya memang memiliki masalah dengan korban dan sering cekcok mulut. Ia mengaku awal benci dengan korban katika istrinya, Ni Wayan Rimpi meninggal 3 tahun lalu. Menurut Cerita, istrinya itu meninggal karena dikenai ilmu hitam oleh korban dimana sejak kejadian itu korban tidak pernah berani datang ke rumanya. “Istri saya meninggal karena diliakin olehnya (Korban Ni Nengah Kariasih)” akunya. Sejak kematian istrinya itu Wayan Cerita pun menjadi depresi dan sering mengurung diri akibat ditinggal orang yang dicintainya secara tiba-tiba. Cerita kemudian menyimpan dendam lalu sering bertengakar dengan korban. Bahkan leleaki tua itu pernah mengancam membunuh korban dengan pisau namun urung dilakukan karena diketahui oleh para keluarga korban. Namun Cerita menolak kalau pembunuhan yang dilakukannya sudah ia rencanakan sebelumnya. “saya tidak berencana (membunuh Kariasih)” akunya.
      Sementara itu, Kapolsek Sidemen AKP Anak Agung Ngurah Agung mengaku masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus pembunuhan tersebut. Pihaknya mengaku akan terus memeriksa pelaku untuk mengetahui modus yang dilakukannya apakah berencana atau tidak dalam menghabisi nyawa korban. Selain itu pihaknya mengaku juga masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan di RS Sanglah. “Kita masih melakukan proses pengembangan sambil menunggu hasi otopsi” Ungkapnya. 


0 komentar:

Posting Komentar