Laman

Laman

Minggu, 12 Oktober 2014

Sakit Jantung Tak Kunjung Sembuh, Nenek Umur 63 Tahun Gantung Diri di Pohon Coklat

AMLAPURA – Diduga karena tak kuat menahan sakit jantung yang tak kunjung sembuh, Ni Nyoman Susun (63) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Sabtu (11/10) lalu. Nenek yang tinggal di banjar dinas Linggasana, Desa Bebandem, Kecamatan Kebandem, Karangasem tersebut menggantung dirinya dengan tali plastik warna biru di pohon coklat di belakang rumahnya. Tak pelak peristiwa yang terjadi siang bolong sekitar pukul 12:00 Wita tersebut membuat kaget pihak keluarga sebab sang nenek awalnya tak menunjukkan tanda-tanda berbuat nekat. 
      Menurut penuturan salah satu anaknya, I Ketut Kardana (30) menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki pirasat apapun ketika ibunya itu akan meninggal dengan cara gantung diri. Memang pihaknya mengakui bahwa ibunya memiliki penyakit jantung yang telah lama dideritanya. Kendati demikian pihak keluarga pun telah berusaha mengobati Susun dengan mengajak ke dokter dan ke orang pintar namun tetap tak juga kunjung sembuh.

Sementara dari hasil pemeriksaan tim puskesmas Bebandem dinyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan dalam tubuh korban. Korban disimpulkan murni meninggal akibat gantung diri. Apalagi dilihat dari ciri-ciri kematian korban yanitu leher terluka bekas jeratan, lidar menjulur, mulut dan hidung mengeluarkan cairan, dari anus keluar kotoran, kemaluan mengeluarkan cairan, dan seluruh tubuhnya telah kaku. Diduga korban telah mengakhiri hidupanya sekitar 2-3 jam sebelumnya. Selain itu, Polisi dari Polsek Bebandem yang melakukan olah TKP juga menyimpulkan korban meninggal akibat gantung diri. Korban diduga menggunakan tangga bambu yang ada di sebelah pohon untuk mengikatkan tali di dahan pohon. Korban yang tingginya hanya 150 Cm itu pun menggantung sebab jarak dahan pohon dengan tanah yaitu 225 Cm. Jenasah korban pun diserahkan pada pihak keluarga untuk proses penguburan selanjutnya. 

0 komentar:

Posting Komentar