AMLAPURA – Diduga karena tak kuat menahan sakit
jantung yang tak kunjung sembuh, Ni Nyoman Susun (63) nekat mengakhiri hidupnya
dengan cara gantung diri, Sabtu (11/10) lalu. Nenek yang tinggal di banjar
dinas Linggasana, Desa Bebandem, Kecamatan Kebandem, Karangasem tersebut
menggantung dirinya dengan tali plastik warna biru di pohon coklat di belakang
rumahnya. Tak pelak peristiwa yang terjadi siang bolong sekitar pukul 12:00
Wita tersebut membuat kaget pihak keluarga sebab sang nenek awalnya tak
menunjukkan tanda-tanda berbuat nekat.
Menurut penuturan salah satu anaknya, I
Ketut Kardana (30) menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki pirasat apapun
ketika ibunya itu akan meninggal dengan cara gantung diri. Memang pihaknya
mengakui bahwa ibunya memiliki penyakit jantung yang telah lama dideritanya. Kendati
demikian pihak keluarga pun telah berusaha mengobati Susun dengan mengajak ke
dokter dan ke orang pintar namun tetap tak juga kunjung sembuh.
Sementara dari hasil pemeriksaan tim puskesmas Bebandem
dinyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan dalam tubuh korban. Korban
disimpulkan murni meninggal akibat gantung diri. Apalagi dilihat dari ciri-ciri
kematian korban yanitu leher terluka bekas jeratan, lidar menjulur, mulut dan
hidung mengeluarkan cairan, dari anus keluar kotoran, kemaluan mengeluarkan
cairan, dan seluruh tubuhnya telah kaku. Diduga korban telah mengakhiri
hidupanya sekitar 2-3 jam sebelumnya. Selain itu, Polisi dari Polsek Bebandem yang
melakukan olah TKP juga menyimpulkan korban meninggal akibat gantung diri.
Korban diduga menggunakan tangga bambu yang ada di sebelah pohon untuk
mengikatkan tali di dahan pohon. Korban yang tingginya hanya 150 Cm itu pun
menggantung sebab jarak dahan pohon dengan tanah yaitu 225 Cm. Jenasah korban
pun diserahkan pada pihak keluarga untuk proses penguburan selanjutnya.







0 komentar:
Posting Komentar