AMLAPURA – Monyet di Lempuyang
yang mulai mengamuk dan memakan banyak korban mulai menyita perhatian
masyarakat. Tidak hanya masarakat Lempuyang memikirkan masalah itu, namun juga menjadi
perhatian khusus para pengampu kebijakan tidak terkecuali Bupati Karangasem, I
Wayan Geredeg. Bupati Geredeg dalam acara simakrama Gubernur Bali, sabtu (30/8)
kemarin sempat menyingung masalah ganasnya pasukan wenara yang ada di Lempuyang.
“Ada sesuatu yang salah mengapa itu bisa terjadi” ujarnya seraya mengajak semua
pihak untuk ikut bersama mencarikan solusi yang terbaik mengatasi masalah
serius tersebut.
“Masalah monyet nakal yang menggigit para pemedek dan bahkan
pecalang ini perlu memang segera kita carikan solusi” ujarnya yang tidak ingin
peristiwa yang sama terulang kembali. Sebab dari tahun 2013 tercatat ada 35
kasus gigitan jero sedahan yang terjadi di lempuyang. Terakhir pada kamis (28/8)
lalu, jero sedahan menggigit seorang pecalang. Bahkan kejadiannya terjadi di
utama mandala Pura Lempuyang Luhur yang dikenal pula sebagai Pura Tirta Pingit.
Oleh adanya kejadian itu, Geredeg menyakapi hal tersebut sebagai suatu keanehan
atau kejanggalan dimana peristiwa tersebut terjadi pada wilayah yang suci. Geredeg
memiliki pemikiran ada penyebab kasat mata atau secara niskala terhadap
rentetan peristiwa galaknya monyet di Lempuyang.
Bupati di Bumi Lahar tersebut menyampikan
bahwa kesucian pura lempuyang perlu dijaga kembali. Dinilainya selama ini
dengan banyaknya para pedagang dan wisatawan yang bebas di sekitar areal pura
juga perlu dipikirkan keberadaanya . Sebab adanya banyak pedagang menimbulkan
beberapa masalah terutama masalah sampah yang tentunya mengotori sepanjang
areal menuju pura yang merupakan wilayah pegunungan. Gunung merupakan areal
suci tentu tidaklah tepat jika dikotori dengan sampah sehingga kesuciannya akan
berkurang. oleh sebab itu, pihaknya mendesak pemerintah profinsi untuk
merealisasikan pembangunan trowongan kawat besi. trowongan tersebut nantinya
akan mengamankan para pemdek dari gangguan monyet di Lempuyang. Selain itu,
geredeg juga menyiapkan dana pendamping sebanyak 3 miliar untuk merelokasi
pedagang yang ada di sepanjang menuju lempuyang untuk dipindahkan ke bawah
sehingga terjadi sterilasi di pura lempuyang.
Sementara itu, Bendesa Adat Lempuyang, I
Nyoman Jati menyampaikan rencana pembangunan terowongan kawat besi dari
pemerintah telah disetujui oleh krama desa adat Purwayu selaku pengempon yang
telah melakukan paruman beberapa hari lalu. Disetujui hal itu mengingat
pihaknya tidak bisa lagi memberikan solusi lain yang bisa dilakukan sebab
musibah gigitn monyet di Lempuyang sudah sangat banyak yang menapai puluhan
orang. Jati menyampaikan usaha sekala dan niskala pun telah dilakukan baik itu
menurunkan pecalang, menyewa juru boros bahkan sudah sempat mendatangkan ahli
primata untuk melakukan penelitian terhadap monyet di lempuyang.
Selain itu
secara niskala juga sempat dilakukan dengan melaksanakan berbagai upacara baik
itu sudha gumi dan nangluk merana, serta upaya pembangunan pelinggih turus
lumbung di jalur rawan namun usaha tersebut belum sepenuhnya berhasil. Apa yang
dipesankan Bendesa saat ini adalah semuanya diminta untuk introsepeksi atau mulat sarira apa yang sebenarnya pernah
dilakukan untuk menemukan kesalahan pada diri masing-masing. Jati meminta agar
para pemedek yang tangkil ke Lemuyang diharapkan bersembahayang dalam pikiran
yang bersih, selain itu juga agar berkata-kata yang baik karena memasuki areal
suci lempuyang tidaklah boleh berkata sembarangan karena bisa tertimpa musibah.







0 komentar:
Posting Komentar