AMLAPURA – Kebakaran hutan lindung
di lereng Gunung Agung kembali terjadi. Setelah sebelumnya kebakaran dahsyat
menghanguskan 20 hektare hutan lindung di Dusun Batu Dawa Kaje, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu,
Karangasem Selasa (23/9) lalu, kali ini kebakaran terjadi di hutan lindung di Munduk Glagah,
Banjar Dinas Pule, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem,
Sabtu (18/10) kemarin. Kebakaran tersebut diperkirakan meludeskan sekitar 10 hektare
hutan lindung di lokasi yang merupakan daerah perbukitan. Bahkan kebakaran yang
baru diketahui sekitar pukul 14:00 Wita tersebut sempat mengancam Pura Puseh Pule
yang sudah sekitar 50 meter dari titik api. Beruntung tim gabungan pemadam
kebakaran, polisi hutan, bersama tim BPBD Karangasem dibantu masyarat setempat dengan
sigap memadamkan api sehingga tidak sempat membakar areal pura.
Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) Rendang, I
Wayang Tunas saat dikonfirmasi Minggu, (19/10) kemarin menyampaikan bahwa
kebakaran yang terjadi di Munduk Gelagah sulit diatasi karena lokasi kebakaran
berada di daerah perbukitan. Lokasi yang sulit dijangkau kendaraan membuat tim
pemadam dari BPBD Karangsaem tidak bisa menggunakan mobil pemadam. Begitu pula
tim BPBD Klungkung yang hendak membantu memadamkan api terpaksa hanya diam di
bawah lereng. Lokasi kebakaran yang ada di wilayah atas mengharuskan tim
berjalan kaki sekitar 1 km untuk mencapai TKP. “Lokasi kebakaran sulit
dijangkau sehingga api susah dipadamkan” akunya. Setelah lebih dari 5 jam tim
berusaha memadamkan api, kebakaran baru bisa dijinakan sekitar pukul 19:30
Wita.
Tunas menyampaikan bahwa api sulit diatasi
karena pemadaman yang dilakukan hanya secara manual dan dengan APAR (Alat
Pemadam Api Ringan) seadanya. Terlebih lagi api cepat membesar dan merembet
karena saat kejadian ada angin kencang. Namun pihaknya tidak berani memastikan
penyebab kebakaran apakah karena factor alam atau karena ulah manusia. Yang jelas
hutan lindung di lereng Gunung Agung memang setiap tahun langganan kebakaran
ketika musim kemarau tiba.







0 komentar:
Posting Komentar