AMLAPURA – Pendapatan dari sektor
galian C nampaknya masih menjadi prioritas utama dari pemerintah Kabupaten
Karangasem untuk menggenjot PAD (Pendapatan Asli Daerah). Pasalnya Pajak Galian
C untuk tahun 2014 dipatok sebesar 78 Miliar Rupiah. Jumlah tersebut jika
dipersentase sebesar 62% dari total pajak daerah yang ditaget sebesar 127
miliar rupiah. Dengan demikian, Karangasem tidak bisa berbuat banyak jika
galian C ditutup apalagi habis sebab sektor lain hanya menyumbang 38% atau
sekitar 49 miliar rupiah.
Kepala Dispenda Kabupaten Karangasen, I
Nengah Toya saat ditemui Senin (6/10) kemarin menyampaikan bahwa pajak dari
sektor galian C memang lebih besar dari sektor lainnya karena potensi pasir dan
batu yang diangkut untuk keperluan bahan bagunan itu dikenakan faktur
pembayaran pajak senilai 70 ribu rupiah per meter kbik. Dalam seharinya ada
sekitar 1700 truk yang lewat hilir mudik mengambil material di galian C yang
tersebar di 4 kecamatan di Karangasem yaitu di Kecamatan Kubu, Rendang, Bandem,
dan Selat.
Namun belakangan Toya pun mulai sedikit resah
karena 5 galian C tak berizin sudah disegel oleh Tim Yustisi bersama Sat Pol PP
Karangasem bulan lalu. Tim pun berencana menyegel 3 usaha galian C lainnya yang
ada di Kecamatan Selat dan Rendang juga karena alasan tak punya izin. Kendati
demikian pihaknya yakin realsisasi pajak 78 Miliar rupiah bisa dicapai walaupun
sampai Semptember 2014 baru 58 Miliar Rupiah pajak galian C yang baru
terkumpul. I Negah Toya optimis target tersebut bisa tercapai. “Walaupun
jumlahnya jauh lebih besar dari tahun sebelumnya namun kita harus optimis”
ujarnya yang menyampaikan bahwa tahun 2013 pendapatan pajak galian C senilai 60
Miliar rupiah.
Pihaknya pun akan melakukan strategi mengantisifasi
kebocoran yang ditudingkan kerap terjadi di galian C sehingga banyak pajak yang
tidak masuk ke kas Pemerintah. Oleh sebab itu, pihaknya mengaku akan
memberdayakan dan meperketat pengawasan di galian C dengan memaksimalkan 80
orang pegawainya. “Saya sudah suruh perketat pengawasan di portal yang dijaga
24 jam oleh 80 orang pegawai” ungkapnya. Sementara disinggung pengawasan dengan
CCTV, pihaknya pun mengaku belum bisa melaksanakan hal itu sebab dari 4 CCTV
yang sempat dipasang di portal galian ternyata saat ini sudah tidak berfungsi
karena dirusak oleh oknum yang tidak bertanggngjawab. “Kalau CCTV itu sudah
rusak, tahun depan baru kita anggarkan lagi” pungkasnya.







0 komentar:
Posting Komentar