Laman

Laman

Jumat, 17 Oktober 2014

Pendapatan Pajak Galian C Masih Prioritas di Karangasem

AMLAPURA – Pendapatan dari sektor galian C nampaknya masih menjadi prioritas utama dari pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menggenjot PAD (Pendapatan Asli Daerah). Pasalnya Pajak Galian C untuk tahun 2014 dipatok sebesar 78 Miliar Rupiah. Jumlah tersebut jika dipersentase sebesar 62% dari total pajak daerah yang ditaget sebesar 127 miliar rupiah. Dengan demikian, Karangasem tidak bisa berbuat banyak jika galian C ditutup apalagi habis sebab sektor lain hanya menyumbang 38% atau sekitar 49 miliar rupiah.
Kepala Dispenda Kabupaten Karangasen, I Nengah Toya saat ditemui Senin (6/10) kemarin menyampaikan bahwa pajak dari sektor galian C memang lebih besar dari sektor lainnya karena potensi pasir dan batu yang diangkut untuk keperluan bahan bagunan itu dikenakan faktur pembayaran pajak senilai 70 ribu rupiah per meter kbik. Dalam seharinya ada sekitar 1700 truk yang lewat hilir mudik mengambil material di galian C yang tersebar di 4 kecamatan di Karangasem yaitu di Kecamatan Kubu, Rendang, Bandem, dan Selat.
        Namun belakangan Toya pun mulai sedikit resah karena 5 galian C tak berizin sudah disegel oleh Tim Yustisi bersama Sat Pol PP Karangasem bulan lalu. Tim pun berencana menyegel 3 usaha galian C lainnya yang ada di Kecamatan Selat dan Rendang juga karena alasan tak punya izin. Kendati demikian pihaknya yakin realsisasi pajak 78 Miliar rupiah bisa dicapai walaupun sampai Semptember 2014 baru 58 Miliar Rupiah pajak galian C yang baru terkumpul. I Negah Toya optimis target tersebut bisa tercapai. “Walaupun jumlahnya jauh lebih besar dari tahun sebelumnya namun kita harus optimis” ujarnya yang menyampaikan bahwa tahun 2013 pendapatan pajak galian C senilai 60 Miliar rupiah.
   Pihaknya pun akan melakukan strategi mengantisifasi kebocoran yang ditudingkan kerap terjadi di galian C sehingga banyak pajak yang tidak masuk ke kas Pemerintah. Oleh sebab itu, pihaknya mengaku akan memberdayakan dan meperketat pengawasan di galian C dengan memaksimalkan 80 orang pegawainya. “Saya sudah suruh perketat pengawasan di portal yang dijaga 24 jam oleh 80 orang pegawai” ungkapnya. Sementara disinggung pengawasan dengan CCTV, pihaknya pun mengaku belum bisa melaksanakan hal itu sebab dari 4 CCTV yang sempat dipasang di portal galian ternyata saat ini sudah tidak berfungsi karena dirusak oleh oknum yang tidak bertanggngjawab. “Kalau CCTV itu sudah rusak, tahun depan baru kita anggarkan lagi” pungkasnya. 


0 komentar:

Posting Komentar