AMLAPURA – Satu orang tenaga
magang ke Jepang asal Karangasem dikabarkan menghilang dari tempat kerjanya di Koperasi
Scuba, Provinsi Ibaraki, Jepang. Tenaga magang yang menghilang tersebut tersebut
diketahui bermana I Wayan Putu Gorsi (23) asal Desa Bukit, Kecamatan
Karangasem. Gorsi dikabarkan menghilang sejak Kamis (16/10) lalu dari tempat
kerjanya yang merupakan areal peternakan babi. Pemuda yang berangkat magang
sejak tahun 2011 itu dikabarkan tiba-tiba tidak ada di tempat kerjanya tanpa pemberitahuan
sebelumnya. Padahal Gorsi sekitar 4 bulan lagi sudah akan menyelesaikan masa kontrak
magangnya sehingga akan kembali lagi pulang ke Karangasem.
Berita tentang menghilangnya seorang tenaga
magang ke Jepang asal Karangasem tersebut disampaikan oleh Bupati Karangasem, I
Wayan Geredeg dalam acara road show
evaluasi pembangunan di Balai Banjar Susuan, Karangasem, Selasa (21/10)
kemarin. Dalam acara tersebut, I Wayan
Geredeg menyampaikan bahwa dirinya mengetahui kabar tersebut saat melakukan
kunjungan langsung ke Jepang mengantar dan meninjau tenaga magang di Jepang,
Sabtu (18/10) lalu. Pihaknya mengaku belum tahu penyebab pasti tenaga magang
tersebut tidak ada di tempat kerjanya, entah menghilang karena diculik
sekelompok orang atau menghilang karena ingin keluar bekerja di tempat lain. Oleh karena itu, Geredeg mengaku telah
mendatangi KBRI (Keduataan Besar Republik Indonesia) yang ada di Jepang untuk melaporkan
masalah tersebut. Selain itu, pihaknya mengaku
juga telah bekerjasama dengan polisi dan Interpol di jepang untuk
menemukan I Wayan Putu Gorsi. “Kita sudah datangagi KBRI dan polisi di Jepang
melaporkan hal tersebut” ungkapnya. Geredeg berharap Gorsi cepat ditemukan
sehingga bisa diketahui kebenarannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Karangasem, I Gusti Nyoman Arya Sulang menyampaikan bahwa Wayan Putu Goris
memang tercatat sebagai orang yang ikut magang ke Jepang sejak tahun 2011. Disampaikan
Gorsi di Jepang tinggal dan bekerja bersama seorang temannya I Nengah Sudarma (24)
yang juga berasal dari Karangasem. “Menurut Sudarma bahwa Gorsi tidak pernah
cerita apapun atau berpesan papaun kepadanya sebelum ia menghilang” ujar Arya
Sulang. Kendati demikian, pihaknya mengaku telah coba menghubungi pihak
keluarga Gorsi di Desa Bukit, Kecamatan Karangasem terkait masalah
menghilangnya Gorsi dari tempatnya bekerja. Kendati dikabarkan telah menghilang,
namun menurut Arya Sulang pihak keluarga dari Wayan Putu Goris memberikan
respon yang santai dan tidak khawatir tentang berita tersebut.
Arya Sulang pun
menduga Wayan Putu Goris telah berkomunikasi dengan orang tuanya menyampaikan
perihal alasan dirinya menghilang dari tempat kerjanya di Jepang. Arya Sulang menduga
kalau di akhir masa kontrak kerjanya yang masih 4 bulan dimanfaatkan Gorsi
untuk mencari kerja di tempat lain yang menawarkan jumlah gaji yang lebih
besar. Jika itu benar terjadi, maka tindakan Gorsi bukan hanya merugikan
dirinya sendiri jika tertangkap, namun di sisi lain juga mengurangi kepercayaan
pihak Koperasi Scuba dalam melanjutkan kerjasama merekrut tenaga magang asal
Karangasem ke Jepang.







0 komentar:
Posting Komentar