Laman

Laman

Senin, 13 Oktober 2014

Pelamar CPNS di Karangsem Berkurang 10.200 Orang

AMLAPURA – Pelamar CPNS di Kabupaten Karangasem berkurang 10.200 orang. Sebab pada Senin, (13/10) kemarin yang merupakan hari terakhir pendaftaran CPNS di Karangasem lewat online yang terdata di BKD Karangasem hanya berjumlah 2.800 orang. Jumlah tersebut berkurang sekitar 300% dari data pelamar pada tahun 2013 dimana mencapai 13.000 orang. Pengurangan jumlah tersebut membuat stand penyetoran berkas pendaftaran CPNS yang berlokasi di Gor Gunung Agung Amlapura tampak Lengang. tidak seperti pendaftaran CPNS pada Umumnya, para pendaftar tidak sampai berdesak-desakan atau mengambil nomor antrean dalam melakukan penyetoran berkas pendaftaran.
Kepala BKD Karangasem, I Nyoman Tari yang melakukan pemantauan langsung di Gor Gunung Agung Amlapura menyampaikan bahwa memang tahun 2014 ini ada pengurangan jumlah pendaftar. Tari berpendapat bahwa berkurangnya para pendaftar disebabkan oleh berbagai factor. Kepala BKD asal Desa Ban, Kecamatan Kubu tersebut menilai bahwa berkurngnya pelamar karen di daerah lain juga dibuka pendaftaran CPNS secara serentak. Sehingga para pelamar yang ada di wilayahnya lebih memilih untuk mendaftar CPNS di daerahnya sendiri. “Sekarang hampir semua daerah buka pendaftaran CPNS, jadi jarang pendaftar yang berasal dari luar daerah” ungkapnya.
    Tari juga berpendapat bahwa sedikitnya pelamar juga karena dipengaruhi oleh formasi jurusan dari pelamar. Sebab diketauhi bahwa Jurusan bahasa Indonesia yang tahun lalu mencapai 1.016 orang kini tidak bisa mendaftar karena tidak tersedia formasi di Karangasem. Sekarang dari 145 formasi yang dibuka di Karangasem hanya guru Kelas untuk SD dan Guru Penjaskes yang lebih diprioritaskan.
   Selain itu, berkurangya pendaftar terutama yang dari luar daerah Bali juga kemungkinan dikarenakan pihak BKD Karangasem yang menerapkan aturan untuk tidak menerima penyetoran berkas lewat Pos. Pihaknya memilih cara agar para pendaftar melakukan penyetoran langsung berkas pendaftaran ke stand BKD Karangasem yang dipusatkan di Gor Gunung Agung Amlapura. Diakui hal itu tentunya akan mengefektifkan pendataan pelamar dan juga memberikan sedikit peluang bagi yang di luar daerah atau provinsi yang malas melamar di Karagasem karena harus datang langsung. Langkah itu diambil, sebab belakangan perekrutan CPNS menjadi perdebatan karena hanya sekitar 40% dari orang asli Karangasem yang lulus tes seleksi CPNS. Ditakutkan CPNS dijadikan batu loncatan karier seseorang yang belum 2-3 tahun sudah mengajukan usul pindah kembali ke daerahnya sementara di Karangasem terus kekurangan pegawai berstatus PNS.
     Nyoman Tari menambahkan jika jumlah pendaftarnya tetap hanya 2.800 orag atau paling tinggi 3.000 orang maka disampaikan tes hanya memakan waktu 6 hari. “Kalau tetap pendaftarnya segitu (2800 orang) maka tes dilakukan selama 6 hari” ungkanya. Dijelaskan bahwa dalam sehari dengan sistem CAT (Computer Assisted Test) bisa dilaksanakan tes kepada 500 orang. “dalam sekali ship yang melakukan tes sebanyak 100 orang, setiap orang diberi waktu 90 menit untuk menjawab 100 soal” tuturnya.

    Dirinya membeber bahwaa sistem CAT ini  jauh lebih efektif daripada dengan sistem tes LJK. Sebab jika dihitung-hitung penghematan dari segi biaya lebih murah 100% dengan sistem CAT. Terbukti dari dana operasioanl perekrutan CPNS untuk tahun 2013 mencapai 600 juta dimana untuk konsumsi, menyewa pengawas, pinjam gedung sekolah, dan masih bannyak lagi dana-dana lainnya. Namun Tari menyampaikan dengan menggunakan sistem CAT hanya diangarkan dana sekitar 300 juta itupun hanya untuk biaya admiristrasi panitia di daerah saja. Sementara tempat penyelenggaraan tes sudah dipersiapkan yang rencanannya digelar di kantor BKN Rayon 10 Bali-Nusra yang lokasinya di Denpasar.  

0 komentar:

Posting Komentar