Laman

Laman

Jumat, 17 Oktober 2014

Wisatawan Prancis Terpeleset Ketika Mendaki Gunung Agung

AMLAPURA – Seorang wisatawan Prancis bernama Gael Gingls (28) dikabarkan terpeleset saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Kamis (16/10) kemarin. Akibat musibah tersebut, Gael tidak bisa melanjutkan perjalanan untuk balik turun karena kaki kirinya mengalami luka keseleo. Sementara saat pendakian wisatawan yang baru pertama kali ke puncak Gunung Agung tersebut hanya ditemani seorang pemandu yaitu I Made Laba (30) asal desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem. Karena wisatawan yang ditemaninya tidak bisa melanjutkan perjalanan turun, Laba kemudian melaporkan hal tersebut kepada Pos Sar Karangasem untuk mendapatkan pertolongan.
Berdasarkan Informasi yang dihimpun, awalnya Gael dan Laba melakukan perjalanan pendakian ke Gunung Agung sekitar pukul 24:30 Wita. Perjalanan dimulai dari Pura Pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Redang. Setelah selesai menikmati indahnya sun rise di puncak Gunung Agung dua orang tersebut kemudian kembali sekitar pukul 07:00 Wita. 

    Namun baru setengah jam perjalanan sekitar satu kilometer dari puncak gunung tiba-tiba Gael terpeleset sehingga kakinya keseleo. Beruntung Gael tidak sampai masuk jurang. Namun karena kaki keseleo yang dialaminya cukup parah, wisatawan asal Prancis tersebut harus tidak bisa berjalan.  Sementara Laba yang hanya seorang diri mengantarnya tidak bisa berbuat banyak karena tubuh sang wisatawan jauh lebih besar tubuhnya sehingga tidak mampu untuk meenggendong sampai ke bawah.
    Sementara itu, Kepala Pos SAR Karangasem, Fathur Rachman menyampaikan bahwa pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada seorang wisatawan asal Prancis mengalami kecelaakaan di Gunung Agung ketika melakukan pendakian. Oleh sebab itu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk bergerak guna mengevakuasi korban. Tim evakuasi yang merupakan tim gabungan tersebut bergerak sekitar pukul 10:00 Wita. Pihaknya menyampaikan bahwa tim yang naik ke atas untuk melakukan evakuasi berjumlah 32 orang yang terdiri dari 8 orang BASARNAS, 10 orang dari tim SAR dan BPBD Karangasem, 5 orang dari tim Sabara Polda Bali, 5 orang Brimob, dan  4 orang pemandu pendakian. 
   Pihaknya menyampaikan mulai berangkat ke atas dari Dusun Temukus, Desa Besakih, Karangasem. Disampaikan bahwa korban saat itu berada di ketinggian 2700 meter di atas permukaan laut. Setelah melakukan proses evakuasi selama 10 jam korban tiba di Pos Pendakian di Pasar Agung dengan selamat pukul 20:30 Wita. Korban pun kemudian dibawa ke RS Sanglah untuk mendapatkan perawatan.



0 komentar:

Posting Komentar