Laman

Laman

Jumat, 31 Oktober 2014

UMKM di Karangsem Masih Kekurangan Modal

AMLAPURA – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Karangsem, I Nengah Mindra menyampaikan bahwa UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Karangasem masih kekurangan modal sehingga sulit untuk berkembang.  “UMKM di Karangasem rata-rata masih kekurangan bantuan modal untuk mengembangkan usahanya” ujar Mindra, Kamis (30/10) kemarin. Disampaikan bahwa saat ini tercatat UMKM di Karangasem berjumlah 38.954. UMKM yang berjalan tersebut merupakan kelompok dari berbagai jenis usaha seperti usaha olahan makanan, cinderamata, kerajinan perak, anyaman bambu, tenun, dan lain-lain. Namun dari jumlah tersebut tidak banyak yang mampu mengembangkan usahanya agar tetap eksis beroperasi. Ternyata banyak pula yang malah tutup karena gulung tikar. “Memang banyak yang akhirnya macet dan tidak beroperasi lagi karena kurang modal” ujar Mindra bahwa yang macet jumlahnya ratusan UMKM.
Nengah Mindra yang juga Mantan Kabag Ekonomi tersebut menjelaskan bahwa saat ini anggaran dana dari pemerintah untuk dinasnya memang masih terbatas. Disampaikan bahwa dari APBD untuk dinas koperasi dan UMKM hanya dua miliar. Dana tersebut pun harus dibagi untuk biaya operasional dan biaya pegawai di dinas koperasi dan UMKM. Jadi yang murni untuk kegiatan UMKM diakuinya masih sangat minim terutama masalah pembinaan dan bantuan permodalan. “Karena dana yang terbatas makanya kami tidak bisa berbuat terlalu banyak” Ujar Mindra berharap nanti dapat bantuan yang lebih banyak dari pemerintah pusat.
     Disinggung tentang apa yang sudah dilakukan selama ini Mindra mengaku tidak bisa menjelaskan banyak karena dirinya baru sebulan menjabat sebagai kepala dinas Koperasi dan UMKM. Langkah kedepan pihaknya mengaku akan mengoptimalkan UKM Center. “Nanti kita optimalkan gedung UKM Centre untuk memberikan kesempatan untuk para pelaku UMKM mengenalkan produknya” ujarnya. Hanya saja diakui UKM Centre yang sudah berjalan lebih dari tiga bulan tersebut memang masih sepi pengunjung. Minat masyarakat untuk mengunjungi gedung yang terletak di sebelah selatan pasar Amlapura timur tersebut sangat kecil. Mindra berkilah sepinya pengunjung diakibatkan oleh karena pembangunan gedung kesenian yang berlokasi di lantai dua bangunan gedung UKM Centre yang belum selesai dikerjakan. “Bangunan di lantai dua untuk pusat seni belum selesai sehingga belum mampu menyedot pengunjung yang banyak” ungkapnya. Mindra yakin dengan nantinya gedung pusat seni telah rampung maka UKM Centre akan ramai dan berimbas pada penghasilan pelaku UMKM yang berjualan di sana. 

0 komentar:

Posting Komentar