AMLAPURA – Kepala Dinas Koperasi
dan UMKM Kabupaten Karangsem, I Nengah Mindra menyampaikan bahwa UMKM (Usaha
Mikro Kecil dan Menengah) di Karangasem masih kekurangan modal sehingga sulit
untuk berkembang. “UMKM di Karangasem
rata-rata masih kekurangan bantuan modal untuk mengembangkan usahanya” ujar
Mindra, Kamis (30/10) kemarin. Disampaikan bahwa saat ini tercatat UMKM di
Karangasem berjumlah 38.954. UMKM yang berjalan tersebut merupakan kelompok
dari berbagai jenis usaha seperti usaha olahan makanan, cinderamata, kerajinan
perak, anyaman bambu, tenun, dan lain-lain. Namun dari jumlah tersebut tidak
banyak yang mampu mengembangkan usahanya agar tetap eksis beroperasi. Ternyata
banyak pula yang malah tutup karena gulung tikar. “Memang banyak yang akhirnya
macet dan tidak beroperasi lagi karena kurang modal” ujar Mindra bahwa yang
macet jumlahnya ratusan UMKM.
Nengah Mindra yang juga Mantan Kabag Ekonomi
tersebut menjelaskan bahwa saat ini anggaran dana dari pemerintah untuk dinasnya
memang masih terbatas. Disampaikan bahwa dari APBD untuk dinas koperasi dan UMKM
hanya dua miliar. Dana tersebut pun harus dibagi untuk biaya operasional dan
biaya pegawai di dinas koperasi dan UMKM. Jadi yang murni untuk kegiatan UMKM
diakuinya masih sangat minim terutama masalah pembinaan dan bantuan permodalan.
“Karena dana yang terbatas makanya kami tidak bisa berbuat terlalu banyak” Ujar
Mindra berharap nanti dapat bantuan yang lebih banyak dari pemerintah pusat.
Disinggung tentang apa yang sudah dilakukan
selama ini Mindra mengaku tidak bisa menjelaskan banyak karena dirinya baru
sebulan menjabat sebagai kepala dinas Koperasi dan UMKM. Langkah kedepan
pihaknya mengaku akan mengoptimalkan UKM Center. “Nanti kita optimalkan gedung UKM
Centre untuk memberikan kesempatan untuk para pelaku UMKM mengenalkan
produknya” ujarnya. Hanya saja diakui UKM Centre yang sudah berjalan lebih dari
tiga bulan tersebut memang masih sepi pengunjung. Minat masyarakat untuk
mengunjungi gedung yang terletak di sebelah selatan pasar Amlapura timur
tersebut sangat kecil. Mindra berkilah sepinya pengunjung diakibatkan oleh karena
pembangunan gedung kesenian yang berlokasi di lantai dua bangunan gedung UKM
Centre yang belum selesai dikerjakan. “Bangunan di lantai dua untuk pusat seni
belum selesai sehingga belum mampu menyedot pengunjung yang banyak” ungkapnya. Mindra
yakin dengan nantinya gedung pusat seni telah rampung maka UKM Centre akan
ramai dan berimbas pada penghasilan pelaku UMKM yang berjualan di sana.







0 komentar:
Posting Komentar