Laman

Laman

Selasa, 28 Oktober 2014

Wayan Sudirta Beber Tiga Pilar Yang Bisa Membawa Kabupaten Karangasem Sejahtera

AMLAPURA – Karangasem yang tergolong sebagai daerah miskin dan tertinggal membuat banyak orang bersimpati. Termasuk salah satunya adalah tokoh nasional I Wayan Sudirta. Wayan Sudirta sendiri merupakan putra daerah Karangasem karena berasal dari Dusun Pidpid Kelod, Desa Pidpid, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Dewan pembina ormas Kordem tersebut menyumbangkan pemikirannya terkait bagaimana solusi agar Kabupaten Karangasem bisa lebih maju ke depannya. Mantan anggota DPD RI tersebut berpendapat bahwa Karangasem butuh orang cerdas yang memiliki SDM yang mempuni. “Karangasem butuh orang cerdas yang bisa membawa daerah kering seperti Karangasem menjadi tempat yang makmur” Ujar Sudirta dalam acara penyerahan formulir pendaftaran calon Bupati di aula DPC PDIP Karangasem, Senin (27/10) kemarin. Oleh karena itu, Sudirta yang saat itu didampingi oleh ketua BCW, Ketua Kordem provinsi Bali, dan Perwakilan masayarakat dari 8 Kecamatan di Karangsem menilai bahwa untuk membuat Karangasem maju dan makmur setidaknya ada 3 pilar penting yang perlu dibenahi saat ini yaitu Infrastruktur, Birokrasi, dan pendidikan.
Pria yang lama bergelut sebagai pengacara tersebut menyampaikan bahwa Karangasem sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa jika ada orang yang mampu mengembangkannya. Sudirta yakin bumi Lahar bisa menjadi Kabupaten yang memiliki destinasi pariwisata yang berkembang seperti Kuta dan Badung asalkan pembangunan dermaga cruise Tanah Ampo bisa dilaksanan dengan baik. Menurut advokat kondang tersebut bahwa dengan aktifnya dermaga cruise dimana setiap sekali kapal cruise luar negeri berlabuh mendatangkan sekitar 5 ribu orang wisatawan maka Karangasem akan menjadi daerah yang dibanjiri para turis. “Apabila dermaga kapal cruise di Tanah Ampo dibangun dengan baik dan dioperasikan dengan maksimal maka sekitar 5.000 wisatawan akan mengunjungi Karangasem sekali kapal mendarat” ujar Sudirta sambil menyampaikan jika dalam sebulan ada 2 atau 3 kapal yang singgah ke Tanah Ampo maka dapat dibayangkan pendapatan sangat besar di depan mata. Disampaikan dengan kedatangan ribuan wisatawan pastinya Karangasem akan kebanjiran boxing hunian hotel untuk para wisatawan. Selain itu, pasar oleh-oleh pun akan kualahan melayani pembeli. Oleh karena itu, dirinya mengharapkan nantinya siapapun menjadi Bupati Karangasem agar bisa melanjutkan program dermaga kapal pesiar tersebut.
     Masalah infrastruktur, Sudirta juga meyorot tentang konsep tol lingkar yang tembus ke Karangasem yang sampai saat ini belum terdengar lagi programnya. Disampaikan bahwa jalan menjadi akses penghubung yang sangat penting bagi aktifitas ekonomi masyarakat. “Nanti perlu didorong pembangunan tol lingakar yang tembus juga di Kabupaten Karangasem” ungkapnya. Orang yang sempat diberitakan masuk  daftar nama calon mentri kabinet Jokowi-JK tersebut juga mengajak masyarakat Karangasem untuk meneriakkan ajakan pembangunan bandara baru di Kabupaten Buleleng agar dibangun lebih dekat dengan perbatasan Karangasem. “Masyarakat harus sama-sama ikut berjuang meneriakkan agar pembangunan bandara dekat dengan perbatasan Karangasem sehingga kendati lokasi bandara di kabupaten Buleleng namun imbasnya juga berprengaruh terhadap wilayah Karangasem” ujarnya.
    Terkait masalah birokrasi, Sudirta menilai bahwa birokrasi saat ini sangat kental dengan nuansa politik. Sudirta menilai bahwa semua PNS termasuk camat dan guru bisa ditekan untuk mendukung bupati dalam proses pemilihan. Maka tidak jarang pejabat PNS, camat dan guru yang akhirnya didepak dari jabatannya terkena mutasi gara-gra berbeda haluan politik dengan bupatinya. Oleh sebab itu, sudirta menyampaikan bahwa birokrasi harus lepas dari unsur politis. “Birokrasi harus netral dan bebas dari unsur politik sehingga mereka harus dikordinir oleh sekda” ungkapnya. Disampaikan bahwa posisi Sekda ada di bawah tangan bupati yang menyampaikan program-program politik. Nantinya apabila terjadi masalah dalam bidang pelaksanaan teknis birokrasi di lapangan maka hanya sekda yang dipanggil Bupati, bukan camat dan gurunya langsung dipanggila atau dimutasi jika terbukti beda haluan politik dengan Bupati.
    Selain itu, Sudirta  berpendapat agar birokrasi bersih maka kesejahteraan dari pegawai birokrasi perlu dierphatikan. “Agar birokrasi itu bersih dan focus dalam bekerja maka kesejahteraanya perlu diperhatikan” ungkapnya. Disampaikan bahwa dengan memberikan birokrais gaji yang tinggi akan menekan adanya praktik KKN. “Dengan kesejahteraan sudah dipenuhi maka akan tercipta birokrasi yang bersih dan bebeas korupsi sehingga bisa menuju masyarkat karangasem yang sejahtera” ujarnya optimis.
    Untuk masalah pendidikan, Sudirta menyapaikan bahwa di Karangasem masih belum menjalankan konsep pendidikan jangka pendek dan menengah. Dijelaskan yang dimaksud jangka pendek dan mengehah adanya program pendidikan yang langsung bisa diserap oleh pelaku industry atau pasar. Sudirta mengusulkan agar SMK (sekolah Menengah Kejuruan) dan Diploma perlu digalakkan di karangasem dimana ketika tamat siswa bersangkutan sudah bisa terserap dunia kerja. Sudirta menilai Bupati nantinya perlu melakukan kerjasa sama dengan pihak ketiga selaku penyerap tenaga kerja baik yang ada di dalam dan luar negeri. “Jika MoU dengan pihak ketiga baik dari dalam negeri atau luar negeri sudah deal untuk menyerap anak SMK dan Diploma yang dicetak baru kemudian mendirikan sekolahnya biar tidak mubazir” ungkapnya. Dengan adanya hal tersebut maka pengangguran generasi muda di karangasem akan semakin berkurang. Selain itu, hal tersebut nantinya juga berdampak bagi kesejahteraan masayarakat karangsem. Oleh Sebab itu, tiga pilar baik infrastruktur, birokrasi, dan pendidikan mutlak dijalankan di Karangasem jika ingin menjadi daerah maju.
      Sementara itu, ketua tim penjaringan calon bupati dan wakil bupati karangasem dari partai PDIP, I Nyoman Oka Antara menyampaikan bahwa pihaknya di daerah sifatnya sebagai penerima administrasi. Untuk masalah pemilihan calon nanti ditentukan berdasarkan hasil survey yang dilakukan di DPP pusat. “Kami di sini sifatnya hanya menerima administrasi saja, nanti siapa calon yang dipilih PDIP ditentukan melalui survey di pusat” ujar Mantan anggota DPRD Karangasem tersebut. Lebih jauh Oka Antara menyampaikan bahwa saat ini ada 14 calon yang telah melaukan pendaftaran calon bupati dan wakil bupati di PDIP. “Saat ini ada 14 pendaftar yaitu 7 calon bupati dan 7 calon wakil bupati, nanti semuanya punya kesempatan yang sama untuk menjadi calon yang diusung PDIP dalam Pilbup Karangsem 2015”ujarnya.


0 komentar:

Posting Komentar