AMLAPURA – Karangasem
yang tergolong sebagai daerah miskin dan tertinggal membuat banyak orang
bersimpati. Termasuk salah satunya adalah tokoh nasional I Wayan Sudirta. Wayan
Sudirta sendiri merupakan putra daerah Karangasem karena berasal dari Dusun Pidpid
Kelod, Desa Pidpid, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Dewan pembina ormas
Kordem tersebut menyumbangkan pemikirannya terkait bagaimana solusi agar
Kabupaten Karangasem bisa lebih maju ke depannya. Mantan anggota DPD RI
tersebut berpendapat bahwa Karangasem butuh orang cerdas yang memiliki SDM yang
mempuni. “Karangasem butuh orang cerdas yang bisa membawa daerah kering seperti
Karangasem menjadi tempat yang makmur” Ujar Sudirta dalam acara penyerahan
formulir pendaftaran calon Bupati di aula DPC PDIP Karangasem, Senin (27/10)
kemarin. Oleh karena itu, Sudirta yang saat itu didampingi oleh ketua BCW,
Ketua Kordem provinsi Bali, dan Perwakilan masayarakat dari 8 Kecamatan di
Karangsem menilai bahwa untuk membuat Karangasem maju dan makmur setidaknya ada
3 pilar penting yang perlu dibenahi saat ini yaitu Infrastruktur, Birokrasi,
dan pendidikan.
Pria yang lama
bergelut sebagai pengacara tersebut menyampaikan bahwa Karangasem sebenarnya
memiliki potensi yang luar biasa jika ada orang yang mampu mengembangkannya.
Sudirta yakin bumi Lahar bisa menjadi Kabupaten yang memiliki destinasi
pariwisata yang berkembang seperti Kuta dan Badung asalkan pembangunan dermaga
cruise Tanah Ampo bisa dilaksanan dengan baik. Menurut advokat kondang tersebut
bahwa dengan aktifnya dermaga cruise dimana setiap sekali kapal cruise luar
negeri berlabuh mendatangkan sekitar 5 ribu orang wisatawan maka Karangasem
akan menjadi daerah yang dibanjiri para turis. “Apabila dermaga kapal cruise di
Tanah Ampo dibangun dengan baik dan dioperasikan dengan maksimal maka sekitar
5.000 wisatawan akan mengunjungi Karangasem sekali kapal mendarat” ujar Sudirta
sambil menyampaikan jika dalam sebulan ada 2 atau 3 kapal yang singgah ke Tanah
Ampo maka dapat dibayangkan pendapatan sangat besar di depan mata. Disampaikan
dengan kedatangan ribuan wisatawan pastinya Karangasem akan kebanjiran boxing
hunian hotel untuk para wisatawan. Selain itu, pasar oleh-oleh pun akan
kualahan melayani pembeli. Oleh karena itu, dirinya mengharapkan nantinya
siapapun menjadi Bupati Karangasem agar bisa melanjutkan program dermaga kapal
pesiar tersebut.
Masalah infrastruktur, Sudirta juga meyorot tentang konsep tol lingkar
yang tembus ke Karangasem yang sampai saat ini belum terdengar lagi programnya.
Disampaikan bahwa jalan menjadi akses penghubung yang sangat penting bagi
aktifitas ekonomi masyarakat. “Nanti perlu didorong pembangunan tol lingakar
yang tembus juga di Kabupaten Karangasem” ungkapnya. Orang yang sempat
diberitakan masuk daftar nama calon mentri kabinet Jokowi-JK tersebut
juga mengajak masyarakat Karangasem untuk meneriakkan ajakan pembangunan bandara
baru di Kabupaten Buleleng agar dibangun lebih dekat dengan perbatasan
Karangasem. “Masyarakat harus sama-sama ikut berjuang meneriakkan agar
pembangunan bandara dekat dengan perbatasan Karangasem sehingga kendati lokasi
bandara di kabupaten Buleleng namun imbasnya juga berprengaruh terhadap wilayah
Karangasem” ujarnya.
Terkait
masalah birokrasi, Sudirta menilai bahwa birokrasi saat ini sangat kental
dengan nuansa politik. Sudirta menilai bahwa semua PNS termasuk camat dan guru
bisa ditekan untuk mendukung bupati dalam proses pemilihan. Maka tidak jarang
pejabat PNS, camat dan guru yang akhirnya didepak dari jabatannya terkena
mutasi gara-gra berbeda haluan politik dengan bupatinya. Oleh sebab itu,
sudirta menyampaikan bahwa birokrasi harus lepas dari unsur politis. “Birokrasi
harus netral dan bebas dari unsur politik sehingga mereka harus dikordinir oleh
sekda” ungkapnya. Disampaikan bahwa posisi Sekda ada di bawah tangan bupati
yang menyampaikan program-program politik. Nantinya apabila terjadi masalah
dalam bidang pelaksanaan teknis birokrasi di lapangan maka hanya sekda yang
dipanggil Bupati, bukan camat dan gurunya langsung dipanggila atau dimutasi
jika terbukti beda haluan politik dengan Bupati.
Selain
itu, Sudirta berpendapat agar birokrasi bersih maka kesejahteraan dari
pegawai birokrasi perlu dierphatikan. “Agar birokrasi itu bersih dan focus
dalam bekerja maka kesejahteraanya perlu diperhatikan” ungkapnya. Disampaikan
bahwa dengan memberikan birokrais gaji yang tinggi akan menekan adanya praktik
KKN. “Dengan kesejahteraan sudah dipenuhi maka akan tercipta birokrasi yang
bersih dan bebeas korupsi sehingga bisa menuju masyarkat karangasem yang
sejahtera” ujarnya optimis.
Untuk
masalah pendidikan, Sudirta menyapaikan bahwa di Karangasem masih belum
menjalankan konsep pendidikan jangka pendek dan menengah. Dijelaskan yang
dimaksud jangka pendek dan mengehah adanya program pendidikan yang langsung
bisa diserap oleh pelaku industry atau pasar. Sudirta mengusulkan agar SMK
(sekolah Menengah Kejuruan) dan Diploma perlu digalakkan di karangasem dimana
ketika tamat siswa bersangkutan sudah bisa terserap dunia kerja. Sudirta
menilai Bupati nantinya perlu melakukan kerjasa sama dengan pihak ketiga selaku
penyerap tenaga kerja baik yang ada di dalam dan luar negeri. “Jika MoU dengan
pihak ketiga baik dari dalam negeri atau luar negeri sudah deal untuk menyerap
anak SMK dan Diploma yang dicetak baru kemudian mendirikan sekolahnya biar
tidak mubazir” ungkapnya. Dengan adanya hal tersebut maka pengangguran generasi
muda di karangasem akan semakin berkurang. Selain itu, hal tersebut nantinya
juga berdampak bagi kesejahteraan masayarakat karangsem. Oleh Sebab itu, tiga
pilar baik infrastruktur, birokrasi, dan pendidikan mutlak dijalankan di
Karangasem jika ingin menjadi daerah maju.
Sementara itu, ketua tim penjaringan calon bupati dan wakil bupati karangasem
dari partai PDIP, I Nyoman Oka Antara menyampaikan bahwa pihaknya di daerah
sifatnya sebagai penerima administrasi. Untuk masalah pemilihan calon nanti
ditentukan berdasarkan hasil survey yang dilakukan di DPP pusat. “Kami di sini
sifatnya hanya menerima administrasi saja, nanti siapa calon yang dipilih PDIP
ditentukan melalui survey di pusat” ujar Mantan anggota DPRD Karangasem
tersebut. Lebih jauh Oka Antara menyampaikan bahwa saat ini ada 14 calon yang
telah melaukan pendaftaran calon bupati dan wakil bupati di PDIP. “Saat ini ada
14 pendaftar yaitu 7 calon bupati dan 7 calon wakil bupati, nanti semuanya
punya kesempatan yang sama untuk menjadi calon yang diusung PDIP dalam Pilbup
Karangsem 2015”ujarnya.







0 komentar:
Posting Komentar