AMLAPURA – Kendati sudah lebih
dari dua minggu isu penyebaran HIV AIDS yang diduga disebarkan oleh dua orang
cewek cantik santer dibicarkan masyarakat Karangasem, namun sampai saat ini
belum ada tindakan signifikan yang dilakukan KPAD (Komisi Pemberantasan AIDS
Daerah) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem dalam menindaklanjuti isu
tersebut. Pasalnya menurut informasi yang
beredar, dua orang cewek yang merupakan kakak-adik tersebut terus berkeliaran
mencari mangsa menyebarkan virusnya ke orang lain. Oleh Karena itu, setiap
orang diminta waspada jangan sembarangan melakukan hubungan seksual dengan
orang yang tidak dikenal atau bukan dengan pasangan sendiri. Sebab diduga telah
lebih dari 30 orang yang menjadi korban dari sang cewek. Terakhir dua gadis
yang masih berumur dibawah 20 tahun tersebut sempat diketahui mangkal di Jalan
Veteran atau yang lebih dikenal dengan jalur 11. Di tempat ini, dikabarkan si
cewek sempat bercinta dengan 5 orang cowok sekaligus.
Bukan hanya itu berita kehebohan tentang dua
bidadari penyebar HIV. Yang lebih meresahkan lagi, dari beberapa broadcast melalui Blacbery beredar isu
bahwa cewek yang bersangkutan sempat mandi di salah satu tempat wisata air di
karangasem dan dengan sengaja melukai dirinya agar darahnya tersebar di air.
Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menularkan virus HIV AIDS yang
dimilikinya kepada banyak orang.
I Made Sukerana selaku ketua KPAD (Komisi
Pemberantasan AIDS Daerah) Karangasem tidak menampik adanya isu peredaran HIV
AIDS tersebut. Ketika ditemui di Amlapura Selasa (21/10) kemarin, wabup mengaku
pihaknya mengertahui isu tetang penyebaran virus HIV AIDS yang diduga disebarkan
oleh dua Cewek cantik. “Saya mendengar isu tersebut, saya sudah perintahkan
orang untuk menyelidikinya” Ujar Sukerana. Berdasarkan hasil informasi yang
diperolehnya, Sukerana menyampaikan bahwa ternyata yang sempat memakai cewek
tersebut adalah kebanyakan anak-anak muda geng motor yang sering nongkrong
malam-malam di pinggir jalan raya. “Katanya pernah diajak beramai-ramai oleh
anggota geng motor” ungkapnya.
Mantan Ketua Koni Karangasem tersebut mengaku
saat ini telah menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama dinas kesehatan
dan kepolisian untuk menangani dua cewek yang diduga menyebarkan virus
tersebut. “Kami sudah menjalin koordinasi supaya cewek tersebut bisa dibinan
dan dikarantina agar tidak berkelairan lagi” akunya. Pihaknya mengaku sudah
mengantongi identitas dan foto dari dua cewek yang diduga sebagai penyebar
virus tersebut.
Sementara untuk orang-orang yang pernah
berhubungan badan dengan salah satu dari dua cewek tersebut, Sukerana mengharapakan agar dengan suka rela untuk
melakukan tes VCT (Voluntary Counseling and Testing). “Yang pernah melakukan
dengan cewek tersebut saya harapkan dengan suka rela untuk melakukan tes agar
diketahui kebenarannya apakah sudah kena atau tidak” sarannya. Sukerana
menyampaikan kalau sejak dini diketahui maka akan bisa diberikan obat penangkal
sehingga virus di dalam tubuh penderita tidak berkembang biak dan orang yang
bersangkutan tidak menjadi penyebar virus yang baru.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Karangasem,
IGM Tirtayana menyampaikan bahwa pasca isu penyebaran HIV AIDS yang beredar di
masayarakat ternyata banyak warga yang telah melakukan tes VCT untuk mengetahui
kondisi tubuhnya. Tirtyana engan menyebutkan siapa dan berapa jumlahnya yang
jelas pihaknya berjanji akan menagani dan meberikan pengobatan dan konsultasi
kepada para penderita HIV AIDS tersebut. Disampaikan bahwa di puskesmas juga sudah
disiapakan satu orang dokter yang mampu memebrikan bimbingan dan nasihat kepada
penderita HIV AIDS. Selain itu, para penderita juga akan diberikan obat berupa
ARV (antiretroviral) yang bertujuan menekan perkembangan virus sehingga
penderita bisa hidup lebih lama. Disampaikan bahwa obat tersebut didapatkan
dengan gratis di RSUD Karangasem.







0 komentar:
Posting Komentar