Laman

Laman

Rabu, 22 Oktober 2014

Waspada, Dua Cewek Penyebar Virus HIV AIDS Masih Berkeliaran

AMLAPURA – Kendati sudah lebih dari dua minggu isu penyebaran HIV AIDS yang diduga disebarkan oleh dua orang cewek cantik santer dibicarkan masyarakat Karangasem, namun sampai saat ini belum ada tindakan signifikan yang dilakukan KPAD (Komisi Pemberantasan AIDS Daerah) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem dalam menindaklanjuti isu tersebut.  Pasalnya menurut informasi yang beredar, dua orang cewek yang merupakan kakak-adik tersebut terus berkeliaran mencari mangsa menyebarkan virusnya ke orang lain. Oleh Karena itu, setiap orang diminta waspada jangan sembarangan melakukan hubungan seksual dengan orang yang tidak dikenal atau bukan dengan pasangan sendiri. Sebab diduga telah lebih dari 30 orang yang menjadi korban dari sang cewek. Terakhir dua gadis yang masih berumur dibawah 20 tahun tersebut sempat diketahui mangkal di Jalan Veteran atau yang lebih dikenal dengan jalur 11. Di tempat ini, dikabarkan si cewek sempat bercinta dengan 5 orang cowok sekaligus.
Bukan hanya itu berita kehebohan tentang dua bidadari penyebar HIV. Yang lebih meresahkan lagi, dari beberapa broadcast melalui Blacbery beredar isu bahwa cewek yang bersangkutan sempat mandi di salah satu tempat wisata air di karangasem dan dengan sengaja melukai dirinya agar darahnya tersebar di air. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menularkan virus HIV AIDS yang dimilikinya kepada banyak orang.
I Made Sukerana selaku ketua KPAD (Komisi Pemberantasan AIDS Daerah) Karangasem tidak menampik adanya isu peredaran HIV AIDS tersebut. Ketika ditemui di Amlapura Selasa (21/10) kemarin, wabup mengaku pihaknya mengertahui isu tetang penyebaran virus HIV AIDS yang diduga disebarkan oleh dua Cewek cantik. “Saya mendengar isu tersebut, saya sudah perintahkan orang untuk menyelidikinya” Ujar Sukerana. Berdasarkan hasil informasi yang diperolehnya, Sukerana menyampaikan bahwa ternyata yang sempat memakai cewek tersebut adalah kebanyakan anak-anak muda geng motor yang sering nongkrong malam-malam di pinggir jalan raya. “Katanya pernah diajak beramai-ramai oleh anggota geng motor” ungkapnya.
    Mantan Ketua Koni Karangasem tersebut mengaku saat ini telah menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama dinas kesehatan dan kepolisian untuk menangani dua cewek yang diduga menyebarkan virus tersebut. “Kami sudah menjalin koordinasi supaya cewek tersebut bisa dibinan dan dikarantina agar tidak berkelairan lagi” akunya. Pihaknya mengaku sudah mengantongi identitas dan foto dari dua cewek yang diduga sebagai penyebar virus tersebut.
      Sementara untuk orang-orang yang pernah berhubungan badan dengan salah satu dari dua cewek tersebut, Sukerana  mengharapakan agar dengan suka rela untuk melakukan tes VCT (Voluntary Counseling and Testing). “Yang pernah melakukan dengan cewek tersebut saya harapkan dengan suka rela untuk melakukan tes agar diketahui kebenarannya apakah sudah kena atau tidak” sarannya. Sukerana menyampaikan kalau sejak dini diketahui maka akan bisa diberikan obat penangkal sehingga virus di dalam tubuh penderita tidak berkembang biak dan orang yang bersangkutan tidak menjadi penyebar virus yang baru.
    Sementara itu, Kadis Kesehatan Karangasem, IGM Tirtayana menyampaikan bahwa pasca isu penyebaran HIV AIDS yang beredar di masayarakat ternyata banyak warga yang telah melakukan tes VCT untuk mengetahui kondisi tubuhnya. Tirtyana engan menyebutkan siapa dan berapa jumlahnya yang jelas pihaknya berjanji akan menagani dan meberikan pengobatan dan konsultasi kepada para penderita HIV AIDS tersebut. Disampaikan bahwa di puskesmas juga sudah disiapakan satu orang dokter yang mampu memebrikan bimbingan dan nasihat kepada penderita HIV AIDS. Selain itu, para penderita juga akan diberikan obat berupa ARV (antiretroviral) yang bertujuan menekan perkembangan virus sehingga penderita bisa hidup lebih lama. Disampaikan bahwa obat tersebut didapatkan dengan gratis di RSUD Karangasem.

0 komentar:

Posting Komentar