Laman

Laman

Minggu, 26 Maret 2017

Alamak!!! Dua PNS Ditangkap Saat Asyik Main Ceki


Foto: barang bukti uang tunai dan kartu ceki

KARANGASEM, Teropong Amlapura– Prilaku tidak terpuji dilakukan dua oknum PNS di lingkungan  Pemkab Karangasem. Keasyikan main judi ceki dengan tiga temannya, dua PNS berinisial Gusti A (53) dan Gusti NM (45) tersebut ditangkap polisi, Sabtu (25/3). Mereka kini masih diamankan di Mapolres Karangasem untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Karangasem, AKBP Sugeng Sudarso menyampaikan penangkapan lima orang yang main ceki tersebut dilakukan pada Sabtu (25/3) sore sekitar pukul 15;00 Wita. Kapolres menjelaskan bahwa awalnya unit Sat Reskrim Polres Karangasem melakukan lidik perjudian di Wilayah Padangkerta, Kelurahan/Kabupaten Karangasem. Ternyata ditemukan lima orang sedang berbain ceki di sebuah gubuk kosong di dekat kolam pancing Padangkerta. Saat digerebeg, kelima pelaku yang semuanya dari warga Gusti itu pun tidak berkutik. “Kelima pelaku yang diamankan adalah I Gusti L (50), I Gusti A (53), I Gusti KP (50), I Gusti NM(45) dan I Gusti U (42),” ujar Kapolres seraya menambahkan Gusti A dan Gusti NM yang berstatus PNS.

Pihaknya menyampaikan bahwa kelima pelaku kini sedang diproses dan diamankan di Mapolres Karangasem. Polisi juga menyita barang bukti beberapa bendel set kartu ceki dan uang tunai yang digunakan sebagai taruhan. "Pelaku dan barang bukti masih kita Amankan di Polres," pungkasnya. Adm


Selasa, 14 Maret 2017

Gara-Gara Sandal Jepit Dogles Masuk Penjara

foto: Sandal jepit dan hasil pencurian yang dilakukan Dogles  

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Gara-gara sandal jepit, IPS alias Dogles (28) harus masuk penjara. Pemuda asal Banjar Dinas Kesimpar, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem tersebut terancam masuk bui selama 5 tahun. Pasalnya Ia meninggalkan sandal jepit hitam miliknya di sebuah warung yang menjadi lokasi pencurian. Polisi bisa mengendus aksi pencurian yang dilakukanya berawal dari sandal jepit tersebut.

“Penangkapan pelaku memang berawal dari temuan sandal jepit di lokasi, setelah dikembangkan ternyata merujuk kepada pelaku IPS,” Ujar Kapolres Karangasem, AKBP Sugeng Sudarso saat ditemui Selasa (14/3/2017).

Kapolres menyampaikan bahwa Dogles sebelumnya sukses melakukan pencurian di warung milik I Wayan Mukun (58) yang masih satu desa dengan pelaku. Pencurian pertama dilakukan pada Kamis, (9/2/2017). Saat itu, Dogles berhasil membawa kabur uang Rp.9,5 juta rupiah. “Pelaku melakukan aksinya dengan naik ke atap warung lalu menjebol plavon,” ujar Kapolres.

Disampaikan keranjingan atas sukses pencurian yang pertama, Dogles kembali melakukan aksinya, Senin (13/3/2017) malam dengan modus yang sama yaitu memanjat atap lalu menjebol plavon. Namun aksi keduanya itu pelaku hanya menggondol uang Rp.14 ribu dan sebuah tas selempang karena korban tak lagi menyimpan uangnya di dalam warung pasca kejadian pertama. Bahkan saat itu pelaku hampir terpergok warga karena terdengar aksi ribut-ribut di dalam warung sehingga pelaku terburu-buru meninggalakan lokasi.

Polisi yang mendapat laporan dari korban pun melakukan olah TKP. Ternyata ditemukan sandal jepit di lokasi yang kemudian mengarah kepada palaku. "Pelaku diamankan di rumahnya, pelaku mengakui perbuatannya beserta barang bukti yang dicurinya," terang Kapolres AKBP Sugeng Sudarso. Disampaikan pelaku saat ini masih diamankan di Mapolsek Rendang untuk proses penyidikan. Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. adm

Setelah Diplaspas, Kapolres Resmikan Gedung Baru Polsek Abang


Foto: Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso saat menandatangani prasasti meresmikan gedung Polsek Abang

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Polsek Abang menempati gedung yang baru selesai direhab. Agar bisa ditempati secara permanen dan bebas dari unsur sekala niskala, bangunan diplaspas bertepatan dengan Purnama Kapitu, Minggu (12/3/2017). Setelah diplaspas, gedung yang berada di sebelah Utara Polsek yang dibangun dari bantuan donutur dan swadaya masyarakat itu diresmikan oleh Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso melalui penandatangan prasasti.
   Kapolsek Abang, AKP I Nyoman Sugita Yasa mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Abang yang telah membantu renovasi Mapolsek Abang. Disampaikan kondisi gedung dulunya sudah keropos dan bila hujan bocor disana sini.  “Saya sangat apresiasi dan berterima kasih atas kepedulian para tokoh masyarakat dan pengusaha yang ada di kecamatan Abang yang di wakili oleh 115 donatur sehingga renovasi mapolsek Abang dapat dilaksanakan,” ujarnya. Pihaknya pun menyampaikan bahwa dengan anggaran yang terbatas maka pengerjaannya dilakukan secara gotong royong oleh anggota polsek Abang  sehingga bisa menekan biaya.      
    Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso juga mengucapkan trima kasih kepada semua pihak yang telah membantu renovasi bangunan polsek Abang. Pihaknya berharap dengan adanya gedung baru dapat dipergunakan untuk melayani masyarakat yang lebih baik lagi. “Kepada anggota polsek Abang harus pertanggung jawabkan gedung ini dengan jalan melayani masyarakat lebih baik, tanpa ada partisipasi dari masyarakat polri tidak akan sukses dalam menjaga kamtibmas,” pungkasnya. adm


Bupati Mas Sumatri Ajak Semua Pihak Jaga Komitmen Bangun Karangasem

Foto: I Gusti Ayu Mas Sumatri

KARANGASEM, Teropong Amlapura - Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri meminta semua pihak untuk menjaga komitmen membangun Kabupaten Karangasem menjadi lebih baik. "Keberhasilan pembangunan di Kabupaten Karangasem ada di pundak kita, untuk itu mari kita bersama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan menjaga citra pemerintah di mata masyarakat", ujar Bupati Mas Sumatri saat memberikan arahan dalam Rapat Pembahasan Terkait Pelaksanaan Paket-paket Kegiatan Fisik Tahun Anggaran 2017, Senin (13/3/2017) di Aula Kantor Bupati Karangasem.
     Hadir dalam acara tersebut pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pengusaha dan konsultan se-Kabupaten Karangasem. Bupati berpesan kepada para peserta untuk bersama-sama berkomitmen membangun Kabupaten Karangasem yang lebih baik, sesuai dengan visi misi menuju Karangasem Bersih, Cerdas, Bermartabat berlandaskan Tri Hita Karana. 
   Selain itu, Bupati berharap pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Karangasem dapat berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan dalam anggaran kas dan terselesaikan tepat pada waktunya. (ADM)

Jumat, 03 Februari 2017

Senderan Jebol Timpa Rumah Warga Samuh

foto: Rumah korban I Komang Simpen yang tertimpa senderan yang jebol

Teropong Amlapura – Nasib apes dialami oleh I Komang Simpen (51), warga Banjar Samuh, Desa Bugbug, Karangasem. Pria yang bekerja sebagai petani itu harus menanggung kerugian puluhan juta rupiah karena rumahnya rusak tertimpa longsoran senderan yang tiba-tiba jebol, Kamis (2/2).
     Simpen saat ditemui di rumahnya, Kemarin menuturkan bahwa senderan setinggi 5 meter di sebelah barat rumahnya itu jebol sekitar pukul 01:00 dini hari. Material longsoran menerjang rumah hingga mengakibatkan dua kamar yang ditempati dua putranya rusak. “Kamar yang paling rusak adalah kamar yang ditempati putra saya yang paling kecil I Ketut Agus Sugiantara,” terangnya.
   Terlihat memang material longsoran berupa batu dan tanah masuk ke dalam kamar karena menjebol tembok rumah. Beruntung saat itu Agus dalam keadaan terjaga karena merasa silau akibat lampu menyala. Sebab sebelumnya listrik padam sekitar pukul 22:00 sehingga keluarga itu memutuskan untuk tidur. “Saya bangun karena silau listrik hidup, saat itu saya mendengar kalau ada runtuhan seperti gempa makanya saya keluar kamar dan terjadi longsor,” ujar Agus menceritakan kejadian yang dialaminya. 
  Kendati nyawanya terselamatkan, namun barang-barang di dalam kamarnya seperti almari dan kasur semua rusak akibat tertimbun longsor. Sementara kamar yang di sebelahnya yang ditempati kakanya  I Nyoman Budiarta (30) dan istrinya Ni Wayan Budi Apriani (21) hanya mengalami retak-retak sehingga sempat mengevakuasi barang-barangnya dikeluarkan.
  Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem yang dipimpin oleh Kepala BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa melakukan evakuasi terhadap material longsoran yang dibantu oleh warga setempat. Pihkanya menyampaikan bahwa senderan jebol selain karena hujan yang membuat tanah lembek, senderan juga terlalu lurus. “Kemiringan senderan kurang,” terangnya.
   Pihkanya pun meminta warga yang tinggal di sana juga waspada karena senderan sepanjang 500 meter itu juga mengancam rumah-rumah lain di bawahnya. Sebab senderan percis di atas tebing sementara rumah warga berada dibawahnya. Adm**

Rabu, 01 Februari 2017

Hujan Angin Melanda Karangasem, Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Melintang di Jalan Raya

            foto: BPBD Karangasem saat melakukan evakuasi pohon tumbang

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Hujan angin melanda Kabupaten Karangasem. Cuaca buruk tersebut telah memicu peristiwa pohon tumbang di beberapa wilayah Bumi Lahar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem mencatat setidaknya beberapa lokasi yang mengalami peristiwa pohon tumbang yang menimpa rumah warga atau melintang di Jalan raya.
  Kepala BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa menyampaikan angin kencang yang disertai hujan deras terjadi sejak Selasa (31/1) pagi hingga Rabu (1/2) malam kemarin. Pihaknya mengaku menerima beberapa laporan kejadian pohon tumbang dari masyarakat. “Kendati tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun pohon tumbang yang menimpa rumah menimbulkan kerusakan dan yang melintang ke jalan raya mengakibatkan kemacetan,” ujarnya.
   Pihaknya menyebut pertama menerima laporan peristiwa pohon tumbang terjadi di Banjar Gumung, Desa Tenganan, Kecamatan Manggis. Pohon jenis albesia tumbang menimpa rumah milik I Komang Remia. Kejadian itu mengakibatkan rumahnya rusak parah. Bahkan korban mengalami luka di kepala akibat runtuhan genting hingga harus mendapat perawatan di puskesmas.
   Pihaknya juga mengaku menerima laporan pohon tumbang yang menimpa rumah I Kadek Astawa di Banjar/Desa/Kecamatan Bebandem, Selasa sore. Kendati tidak sampai melukai namun kerusakan pada rumah korban cukup berat.
   Selanjutnya disampaikan pohon tumbang juga menimpa rumah I Wayan Gede Gunung di Banjar Kuta Bali, Desa Sibetan, Bebandem. Rumah petani itu tertimpa pohon durian yang roboh juga ketika terjadi hujan lebat. “Selain menimpa rumah korban, pohon durian tersebut juga menimpa kabel listrik PLN,” ungkapnya.
   Arimbawa mengaku pohon tumbang juga terjadi di ruas jalan Jungutan Mumbul di Banjar Semana, Desa Bhuanagiri, Kecamatan Bebensem. Pohon jempinis yang tumbang itu menimpa kabel PLN dan badan jalan sehingga sempat membuat kemacetan namun segera teratai oleh tim BPBD yang langsung turun ke lokasi.
   Sementara itu dilaporkan kejadian pohon tumbang terjadi Pada Rabu (2/1) siang di wilayah Sang Hyang Ambu, Desa Bugbug, Karangasem. Kejadiannya sekitar pukul 12.00 dimana Pohon yang tumbuh di tebing tumbang menutupi sebagian badan jalan. Kejadian tersebut sempat mengganggu arus lalulintas Candidasa-Amlapura hampir selama satu jam. ‘’Begitu kejadian kita langsung bergerak. Kita kirim satu regu personil reaksi cepat ke lokasi kejadian,’’ ujarnya.
   Mantan Kepala Pemadam Kebakaran itu menyampaikan bahwa tim BPBD sudah melakukan evakuasi seluruh pohon tumbang tersebut kendati di tengah cuaca yang buruk. Kepada masyarakat pihkanya menyarankan untuk tetap waspada dan berlindung di tempat yang aman jauh dari pohon ketika ada angin kencang. “Saya menghimbau masyarakat selalu waspada dan menghindari pepohonan besar ketika hujan deras yang disertai angin kencang,” pungkasnya. adm**

Warning!!!! DPRD Karangasem Sorot Mutasi Kepala Dinas Jadi Staf

foto: ilustrasi
KARANGASEM, Teropong Amlapura – Mutasi yang dilakukan oleh Bupati Karangasem Gusti Ayu Mas Sumatri mendapat sorotan banyak pihak. Selain menjadi pergunjingan di kalangan PNS dan masyarakat, langkah bongkar pasang birokrasi ala Mas Sumatri tersebut mendapat sorotan Dewan. Terutama mutasi nyeleneh yang dilakukan saat memutasi dua Kepala Dinas menjadi Staf biasa pada Selasa (31/1/2017).
    Salah satu anggota dewan yang bereaksi keras adalah ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira. Politisi PDIP asal Bebandem itu secara tegas menyangkan sikap Bupati yang memutasi Kepala Dinas menjadi Staf. “Saya pribadi sangat menyangkan, itu sangat tidak berperasaan,” ujar Sudira saat ditemui di Gedung DPRD Karangasem, Kemarin.
    Sudira menyebut bahwa memutasi kepala dinas menjadi staf akan sangat mengganggu psikologis orang tersebut. Sebab dulu bawahan sekarang menjadi atasannya. Terlebih pihaknya berkeyakinan kedua kepala dinas tersebut memiliki kinerja yang cukup baik sebab tidak ada kesalahan fatal yang dilakukannya seperti terkena kasus korupsi.
     Demi terciptanya rasa keadilan, Ia pun meminta agar Bupati nantinya bisa memberikan penjelasan mengapa melakukan mutasi extrime tersebut. Pihaknya pun meminta pansus ASN (Aparatur Sipil Negara) yang saat ini sudah terbentuk di Dewan agar mendalami aturan dan Undang-Undang ASN apakah memang diperbolehkan memindahkan Kelapa Dinas menjadi staf. “Saya dorong nanti Pansus ASN untuk mendalami mutasi-mutasi yang dilakukan Bupati, itu sebagai bentuk pengawasan Dewan, biar dibuka terang benderang” ungkapnya.
     Sementara itu, Anggota Pansus ASN DPRD Karangasem, I Komang Sudanta mengaku pihaknya akan mengupas tuntas masalah mutasi yang terjadi di Karangasem. Pihaknya mengaku sudah mendapatkan informasi tentang mutasi-mutasi yang terkesan nyeleneh yang dilakukan sang bupati. Kendati demikian pihaknya mengaku masih mendalami data-data dan laporan-laporan yang terkumpul agar bisa dipelajari dan nanti dikonsultasikan ke Kementerian Pendayaan Aparatur Negara dan  Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) di Jakarta. ‘’Sekarang kita masih inventarisir data dan fakta di lapangan dulu,’’ ujarnya. Sudanta yang juga sebagai ketua Komisi I DPRD Karangasem itu mengaku telah membuka posko pengaduan Mutasi untuk menyerap inforamsi dari masyarakat. Diharapkan warga atau PNS tidak perlu takut melapor karena kerahasiannya akan dijaga pansus.
  Seperti yang diberitakan sebelumnya, Bupati Mas Sumatri melakukan mutasi terhadap 47 Pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Karangasem. Uniknya, diantara mutasi itu membuat Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gede Ariyasa dimutasi menjadi guru biasa ke SMP 1 Abang. Senasib dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan dr.I Gusti Made Tirtayana dimutasi jadi dokter biasa di Puskesmas Kubu I. Dua posisi Kadis itu dikosongkan dan untuk sementara diisi oleh Plt (pelaksana tugas) yang dijabat oleh Sekretaris Dinasnya masing-masing. adm**