Laman

Laman

Minggu, 09 April 2017

Gambar Lucu Bikin Senyum Sendiri Ampuh Hilangkan Stres (bagian 1)

Kesuntukan atas rutinitas pekerjaan terkadang membuat kita steres. Apalagi ditambah dengan beban keluarga dan rumah tangga yang membuat otak seakan meledak. Rumah yang menjadi tempat istirahat dan pelabuhan ketenangan terkadang justru membuat tambah lempuyengan. 
Untuk sedikit menghilangakan kepenatan hidup, menghilangkan sters yang menyesakkan dada, berikut beberapa gambar yang admin Teropong Amlapura kumpulin dari berbagai situs online. cekidot...

1. Lowongan Pekerjaan Memelihara Buaya. Mauu????













2. Leak kehilangan lapangan kerja. Kasian Alih Profesi jadi Tukang Jahit. 
3. Pernahkah minta uang sama Kapal Terbang?? jangan lagi ya biar ga malu,,

4. Ayo siapa kerjaannya ngabisin perawan? hayooo
5. Pekerjaan yang biasanya enak jadi berat nichh,,,

Ribuan Umat Ikuti Upacara Melasti di Besakih Serangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh lan Ida Bhatara Turun Kabeh


    Foto; upacara melasti di Pura Besakih

Teropong Amlapura - Menjelang Tawur Tabuh Gentuh lan Karya Ida Betare Turun Kabeh di Pura Besakih yang puncaknya jatuh pada 11 April 2017 mendatang, Krama Hindu di Bali melakukan prosesi melasti ke Toya Sah, Minggu kemarin (9/4) kemarin. Upacara melasti itu dilakukan untuk menyucikan seluruh pelingga dan uparangga yang akan diupacarai di Pura Penataran Agung Besakih.

Upacara melasti sendiri diikuti ribuan umat yang berasal dari seluruh penjuru Bali. Umat yang telah memadati areal Pura Besakih sejak pukul 08:00 Wita tersebut melakukan upacara melasti ke Toya Sah yang terletak di Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem.

Jarak dari Pura Besakih ke Toya Sah kurang lebih 3 Km yang ditempuh para pemedek dengan berjalan kaki. Ribuan Iring-iringan pemedek laki perempuan memberntuk barisan pemundut uparenga seperti pembawa tambur, umbul-umbul, piasan, kober, pajeng, tumbak, dan beragam pratima Ida Betara. Disusul kemudian iringan Jempana pengabih Pura Besakih yang jumlahnya 21 jempana. Baru kemudian disusul jempana dari masing-masing pedarman yang jumlahnya 12.

Iring-iringan melasti diikuti tidak kurang dari 1.000 orang. Banyaknya pemedek yang berasal dari seluruh Bali membuat barisan melasti mencapai sepanjang 1 Km. Kendati demikian demikian arus kendaraan dapat dikendalikan karena diatur oleh pecalang dan pihak kepolisian. adm

Jumat, 07 April 2017

Bangkitkan Jiwa Seni Kaula Muda, DPD KNPI Karangasem Gelar PURWA’S

foto: Persiapan di lokasi Lapangan Tanah Aron yang menjadi tempat dilaksanakannya PURWA’S 

Teropong Amlapura – Langkah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Karangasem memang tidak ada matinya dalam menggelar acara kepemudaan. Bukitnya, untuk membangkitkan jiwa seni para kaula muda di Bumi Lahar, DPD KNPI Karangasem membuat acara seni bertajuk PURWA’S yaitu Pergelaran Unjuk Ruang Wawasan Aktivitas Seniman. Dalam acara tersebut akan ditampilkan kesenian-kesenian kontenporer dan modern garapan anak-anak KNPI dan para pelajar di beberapa sekolah di Karangasem. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan seni dari Sekolah Menengah Kerawaitan Indonesia (SMKI) Kota Solo serta beberapa komunitas seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Ketua Panitia Acara yang juga sekretaris DPD KNPI Karangasem, I Gusti Ngurah Setiawan menyampaikan bahwa PURWA’S sendiri dilaksanakan atas dorongan anggota KNPI untuk memberikan wadah bagi para seniman, khusunya seniman muda untuk memiliki panggung berkreasi. Menurutnya, banyak seniman di Karangasem namun karena terbatasnya media atau panggung untuk pentas maka menjadi vakum. “Kita coba bangkitkan kembali jiwa-jiwa seni anak muda di Karangasem lewat acara PURWA’S, ini untuk mencegah anak muda melakukan pergaulan bebas atau hal-hal yang negatif,” ujar Gusti Ngurah Setiawan di sela-sela acara gladi bersih di Lapangan Tanah Aron Amlapura, Sabtu (8/4) siang. Pihaknya menyampaikan bahwa pergelaran PURWA’S akan dimulai pukul 18:00 Wita di panggung terbuka lapangan Tanah Aron. “Sebelum acara dimulai, kami juga sediakan pameran lukisan untuk para penonton yang datang,” terangnya.
Gusti Ngurah Setiawan yang biasa dipanggil Gus Sombi tersebut mengungkapkan bahwa setidaknya ada 10 penampilan seni yang akan dipertontonka para peserta PURWA’S. Dalam acara pembukaan, pihaknya akan menampilkan tari kreasi dari Kerawang yang merupakan komunitas seni binaan DPD KNPI Karangasem. Selanjutnya penonton akan dihibur oleh Fire Dance “Sekar” yang menandai pembukaan acara yang sebelumnya diisi ceremoni penyalaan obor.
Penampilan seni selanjutnya akan dimeriahkan oleh penampilan anak-anak pelajar SMPN 2 Amlapura, disusul penampilan anak-anak SMPN 1 Amlapura, lalu anak-anak SMPN 5 Amlapura. Kemudian pementasan perawakilan pelajar dari SMA 1 Amlapura. Bahkan Purwas juga dimeriahkan oleh sanggar Sandya Buntara Taya dari SMKI Kota Solo. Selain itu komunitas seni yang berasal dari ISI Denpasar juga akan tampil yaitu Komunitas Seni “Ginem”, Komunitas Seni Korawa, dan Komunitas Seni Buuk Lusuh. adm


Pedagang Bakso Babi Musuh Besar Virus Miningitis

Foto: Gede Abang pedagang bakso babi di depan SMP 1 Amlapura

Teropong Amlapura – Kabar virus Miningitis Streptococcus Suis (MSS) yang menyerang ternak babi rupanya berdampak buruk kepada pedangan bakso babi. Pedagang mengeluh omset mereka menurun sejak muncul berita adanya dugaan korban meningitis yang masuk rumah sakit. “Ketika muncul berita-berita virus miningitis menyerang babi, bakso saya tidak laku, omset menurun drastis,” Ujar Gede Abang, seorang pedagang bakso Babi asal Lingkungan Batan Nyuh Kelod, Kelurahan Karangasem, saat ditemui Jumat (7/4) kemarin. 

Sejak itu, Abang dan teman-temannya sesama penjual olahan Babi pun menjadi musuh besar Virus Miningitis. Pasalnya Abang yang biasa berjualan di depan SMP 1 Amlapura tersebut mengaku bahwa siswa-siswa yang menjadi langgannya semua kabur. Sebab guru di sekolah juga mensosialisasikan agar siswa berhati-hati memakan daging babi agar tidak terkena virus miningitis. Padahal Abang mengaku bahwa tidak sedikitpun dirinya memakai darah babi dalam membuat bakso babi. Selain itu, bakso yang dibutanya pun dimasak dengan suhu panas tinggi yang apabila ada virus membuat virus akan mati. “Bakso saya tidak memakai darah, daging babi yang saya pakai juga dimasak dengan baik,” terang Pedagang bakso keliling dengan sepeda motor tersebut.

Abang kini bisa bernafas lega, Bakso dagangannya kembali diserbu pembeli karena pemerintah telah menyampaikan bahwa Virus Miningitis akan mati setelah dimasak dengan benar. Apalagi dimasak dengan suhu tinggi seperti dibuat Bakso maka virus dipastikan mati.

Selain itu, cita rasa bakso buatan Pak Abang memang sudah terkenal di seputaran Amlapura. Karena rasa baksonya yang enak tenan, isi potongan daging cincang dan cabe pedas di dalamnya. Para pelanggannya juga tidak akan rela lama-lama digoyang isu Virus Miningitis untuk bisa menikmati Bakso buatan Pak Abang. adm


Kabar Gembira, Kelulusan Testing Guru Kontrak Akan Diumukan Senin Depan

         Foto: ilustrasi
Teropong Amlapura – Kabar gembir untuk para peserta testing guru kontrak di Lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem. Lama digantung tanpa kepastian, pengumuman kelulusan guru kontrak akhirnya akan dilakukan Senin (10/4/2017) mendatang. “Kami akan umumkan senin depan (10 April 2017 red),” Ujar Sekretaris Disdikpora Karangasem, Wayan Sutrisna saat dihubungi, Jumat (7/4) kemarin.

Sutrisna menyampaikan peserta yang diumumkan lulus berjumlah 300 orang. Mereka terdiri dari 215 guru kelas dan 85 guru penjaskes (olah raga). Sementara pelamar sebelumnya yang mengikuti testing sebanyak 1.092 peserta yaitu 879 orang pelamar guru kelas dan 213 orang untuk guru Penjaskes.

Disampaikan para pelamar nanti bisa melihat pengumuman langsung di Kantor Disdikpora di Jalur 11 atau bisa melihat pengumuman online di Website Disdikpora Karangasem. Adm

Kamis, 06 April 2017

TMMD Buka Isolir Dua Desa di Kubu

    Foto: anggota TNI saat mengerjakan TMMD di Kubu

Teropong Amlapura – Sejumlah wilayah di Karangasem masih banyak yang terisolir. Seperti halnya beberapa wilayah di Kecamatan Kubu masih ada warganya yang tinggal di pedalaman tanpa adanya akses jalan. Oleh karena itu, TNI melalui program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) membuka isolasi antara dua desa di Kecamatan Kubu yaitu antara Dusun Panek, Desa Ban dengan Dusun Paleg, Desa Tianyar Timur.  
 Dandim 1623/Karangasem, Letkol Inf Fierman Sjafirial Agustus menyampaikan Program TMMD di Kubu akan membuka akses jalan sepanjang 1,37 Km yang menghubungkan Desa Ban dengan Desa Tianyar Timur. Pihaknya berkeyakinan dengan dibukanya isolasi tersebut perekonomian masyarakat akan bangkit dan masyarakat setempat bisa hidup lebih sejahtera.
  Dandim menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya di lapangan, Program TMMD bersipat swadaya. Artinya TNI bersama masyarakat bekerjasama untuk mengerjakan program TMMD tersebut. "Lama pengerjaannya selama 1 bulan yang berakhir pada 30 April 2017 mendatang," ujar Dandim saat memantau pengerjaan TMMD hari pertama, Rabu (5/4/2017).
   Pihaknya menyampaikan selain kegiatan fisik berupa pembangunan infrastruktur, TMMD ke-98 Kodim 1623/Karangasem tersebut juga akan menggelar puluhan kegiatan non fisik seperti mengelar pasar murah, penyuluhan KB, penyuluhan tentang bahaya narkoba, wawasan kebangsaan, dan berbagai macam kegiatan lomba untuk anak-anak pelajar di Desa setempat. adm

Umanis Galungan, Pemedek ke Pura Lempuyang Membludak

foto: Pemdek bersembahyang di Pura Lempuyang Luhur

Teropong Amlapura - Hari Raya Manis Galungan merupakan hari piodalan di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur. Ribuan umat hindu seluruh Bali biasanya akan menyempatkan diri untuk pedek sembahyang ke pura yang terletak di puncak bukit Bisbis di Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Karangasem tersebut. Seperti halnya pada Manis Galungan, Kamis (6/4/) kemarin, ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Bali sembahyang ke Lempuyang.
    Pura Lempuyang merupakan Pura Sad Kahyangan tempat berstananya Hyng Geni Jaya atau Dewa Iswara. Pura ini terkenal dengan tirta pingit yang keluar dari dalam bambu yang hidup di tengah areal pura. Selain itu, para pemedek yang akan sembahyang ke Pura tersebut mendapat pantangan berkata kasar (mengumpat) agar tidak terkena bahaya seperti digigit monyet atau jatuh ke jurang.
   Untuk sampai di Pura Lempuyang Luhur, para pemedek akan melewati berbagai pura di sepanjang perjalanan. Pertama Para Pemedek akan sembahyang di Pura Ayu Lempuyang. Kemudian dari Pura Ayu pemendek akan naik sekitar 1 kilo meter menuju Pura Telaga Mas. 
    Dari Pura Ayu ke Telaga Mas bisa dilalui dengan kendaraan ojek yang dikelola oleh warga desa Adat setempat atau memilih berjalan kaki. Selanjutnya pemedek naik melalui anak tangga untuk sembahyang di Pura Lempuyang Madya. Dari Lempuyang Madya, pemedek kemudian kembali menaiki anak tangga sekitar 800 meter menjumpai Pura Pasar Agung. Nah dari Pura Pasar Agung naik lagi sekitar 500 meter ke puncak bukit untuk sampai di Pura Lempuyang Luhur. adm