foto: Proses evakuasi korban
KARANGASEM, Teropong Amlapura – Kepsek (Kepala Sekolah) SDN 3 Manggis, Ni Luh Komang Adnyani (55) ditemukan tewas mengambang di lepas pantai Tanah Ampo, Desa
Ulakan, Kecamata Manggis, Karangasem, Sabtu (28/1). Kematian korban diduga
akibat terseret arus ketika hendak melukat di pantai Tanah Ampo yang jaraknya
sekitar 400 meter dari rumahnya. Sebelum kejadian, Korban yang berasal dari
Bajar Tanah Ampo itu sempat bercerita kepada anaknya beberapa hari terakhir
sering bermimpi buruk makanya hendak melukat ke pantai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat korban pertama kali
ditemukan oleh nelayan setempat I Wayan
Nuarsa dan I Wayan Suandra yang saat itu sedang melaut. Dua nelayan itu mengaku
melihat korban di lepas pantai dekat dengan Dermaga Kapal Pesiar Tanah Ampo
sekitar pukul 07;30. Atas temuan itu, pihaknya pun menghubungi Babinkantibmas
Padangbai I Ketut Sukawijana untuk bersama-sama melakukan pengecekan ke tengah
laut. Setelah dipastikan korban merupakan Ni Luh Komang Adnyani, pihaknya
menghubungi Basarnas dan BPBD Karangasem untuk melakukan evakuasi. Mayat korban
yang sebelum jadi Kepsek merupakan guru Agama Hindu di SD 5 Ulakan itu berhasil
di evakuasi oleh tim Sar Pos Karangasem yang dipimpin oleh I Wayan Suwena ke
pingir pantai sekitar pukul 08:30 wita. Kemudian jenasah korban lanjut dibawa
ke rumah duka. Korban pun menyisakan kesedihan kepada pihak keluarga yang
ditinggalkan terutama sang suami dan keempat anaknya.
Kapolsek Manggis, Kompol Gusti Sukawana menyampaikan bahwa dari
hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Pihaknya
menduga korban meninggal akibat kecelakaan karena terseret arus ketika hendak
melukat di pantai Tanah Ampo. “Hasil kesimpulan sementara korban meninggal
karena kecelakaan,” terangnya. Disampaikan jenasah korban selanjutnya akan
dilakukan upacara pengabenan menunggu hari baik hasil musyawarah keluarganya. adm**







0 komentar:
Posting Komentar