KARANGASEM, Teropong Amlapura – Ada-ada saja cara nekat seseorang
mengakhiri hidupnya. Seperti halnya Ni Ketut Wartini (50), seorang ibu rumah
tangga (IRT) asal Banjar Tirta Sari, Desa Tiayar Barat, Kecamatan Kubu,
Karangasem yang diduga nekat bunuh diri dengan cara minum portas, Senin (2/2) malam
lalu. Korban yang sebelum meninggal diawali dengan kondisi kejang dan mulut
berbusa tersebut diduga nekat minum portas karena jarang diperhatikan oleh
suaminya. Ada dugaan suaminya yang pernah memiliki 5 mantan istri tersebut
kepincut lagi oleh wanita lain yang membuat korban kecewa dan sakit hati.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang merupakan
istri ke-6 dari suaminya, I Made Srinaya (46) tersebut nekat mengakhiri
hidupnya sekitar pukul 20:00 Wita. Pada saat tersebut korban yang bersatatus
janda sebelum dinikahi Srinaya tersebut sempat menyampaikan kata-kata terkahir
kepada anak tirinya Ni Komang Ela Wahyuni (15) kalau dirinya akan meninggal.
“Kalau Ibu mati jangan dibawa kerumah sakit yaw” Ujar korban kepada anaknya
tirinya tersebut. Ela yang saat itu sedang berada di ruang tamu langsung
bergegas melihat ke kamar ibu tirinya untuk memastikan ucapan sang ibu yang
berbicara dari dalam kamar. Setelah dicek ke dalam kamar korban ternyata
didapati korban sudah tergeletak di atas ranjangnya dengan kondisi kejang-kejang
dan mulut mengeluarkan busa berwarna putih. Kaget mendapati hal tersebut, Ela
Wahyuni langsung memanggil ayahnya I Made Srinaya untuk melihat kondisi korban.
Srinaya pun langsung membawa korban ke klinik Tukad Luah untuk mendapatkan
pertolongan. Kendati sempat ditangani oleh tim dokter di klinik dengan dipasang
infus dan oksigen, namun ternyata nyawa korban tidak bisa diselamatkan.
Kapolsek
Kubu, AKP Nengah Muliadi saat dikonfirmasi Selasa (3/2) kemarin membenarkan
terjadinya peristiwa kematian Ni Ketut Wartini. AKP Nengah Muliadi menyampaikan
bahwa korban diduga nekat mengakhiri nyawanya dengan minum racun karena masalah
keluarga. “Berdasarkan keterangan saksi disamapikan ada masalah keluarga, katanya
korban kurang diperhatiakan oleh suaminya” ujarnya. Kendati demikian pihaknya
menyampaikan masih menyelidiki kasus tersebut untuk menemukan kemungkinan
adanya unsur-unsur lain di balik kematian korban. “Memang hasil pemeriksaan
tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, namun kita juga harus
selidiki dan pastikan lebih lanjut bahwa korban memang benar-benar bunuh diri”
ungkapnya. Pihaknya menyampaikan saat ini masih mengamankan barang bukti berupa
1 buah pisang yang setengah sudah dimakan dan dua bungkus kecil potassium
(portas) yang diduga diminum korban sebelum meninggal. *







0 komentar:
Posting Komentar