Laman

Laman

Selasa, 03 Februari 2015

Tak Diperhatikan Suami, Istri Tewas Mimun Portas

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Ada-ada saja cara nekat seseorang mengakhiri hidupnya. Seperti halnya Ni Ketut Wartini (50), seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Banjar Tirta Sari, Desa Tiayar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem yang diduga nekat bunuh diri dengan cara minum portas, Senin (2/2) malam lalu. Korban yang sebelum meninggal diawali dengan kondisi kejang dan mulut berbusa tersebut diduga nekat minum portas karena jarang diperhatikan oleh suaminya. Ada dugaan suaminya yang pernah memiliki 5 mantan istri tersebut kepincut lagi oleh wanita lain yang membuat korban kecewa dan sakit hati.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang merupakan istri ke-6 dari suaminya, I Made Srinaya (46) tersebut nekat mengakhiri hidupnya sekitar pukul 20:00 Wita. Pada saat tersebut korban yang bersatatus janda sebelum dinikahi Srinaya tersebut sempat menyampaikan kata-kata terkahir kepada anak tirinya Ni Komang Ela Wahyuni (15) kalau dirinya akan meninggal. “Kalau Ibu mati jangan dibawa kerumah sakit yaw” Ujar korban kepada anaknya tirinya tersebut. Ela yang saat itu sedang berada di ruang tamu langsung bergegas melihat ke kamar ibu tirinya untuk memastikan ucapan sang ibu yang berbicara dari dalam kamar. Setelah dicek ke dalam kamar korban ternyata didapati korban sudah tergeletak di atas ranjangnya dengan kondisi kejang-kejang dan mulut mengeluarkan busa berwarna putih. Kaget mendapati hal tersebut, Ela Wahyuni langsung memanggil ayahnya I Made Srinaya untuk melihat kondisi korban. Srinaya pun langsung membawa korban ke klinik Tukad Luah untuk mendapatkan pertolongan. Kendati sempat ditangani oleh tim dokter di klinik dengan dipasang infus dan oksigen, namun ternyata nyawa korban tidak bisa diselamatkan.
       Kapolsek Kubu, AKP Nengah Muliadi saat dikonfirmasi Selasa (3/2) kemarin membenarkan terjadinya peristiwa kematian Ni Ketut Wartini. AKP Nengah Muliadi menyampaikan bahwa korban diduga nekat mengakhiri nyawanya dengan minum racun karena masalah keluarga. “Berdasarkan keterangan saksi disamapikan ada masalah keluarga, katanya korban kurang diperhatiakan oleh suaminya” ujarnya. Kendati demikian pihaknya menyampaikan masih menyelidiki kasus tersebut untuk menemukan kemungkinan adanya unsur-unsur lain di balik kematian korban. “Memang hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, namun kita juga harus selidiki dan pastikan lebih lanjut bahwa korban memang benar-benar bunuh diri” ungkapnya. Pihaknya menyampaikan saat ini masih mengamankan barang bukti berupa 1 buah pisang yang setengah sudah dimakan dan dua bungkus kecil potassium (portas) yang diduga diminum korban sebelum meninggal. *

0 komentar:

Posting Komentar