KARANGASEM, Teropong Amlapura - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menekankan pentingnya peranan Jamkrida untuk membantu keberadaan Bumdes Gerbangsadu. Menurutnya, Program Jamkrida yang dibentuk untuk mengantisipasi realita persoalan di lapangan, yakni banyaknya masyarakat yang memiliki usaha tetapi terkadang dalam perkembangan usahanya mengalami kendala permodalan. Ditambah semakin sulit meminjam apabila masyarakat tidak memiliki aset sebagai jaminan. Untuk itulah keberadaan Jamkrida yang dapat memberikan pinjaman tanpa jaminan bisa dijadikan solusi. "Saya kira peranan Jamkrida pada kondisi seperti ini penting dan bisa dimanfaatkan. Dan rumus untuk menekan kemiskinan itu, kurangi pengeluaran dan tingkatkan pendapatan. Sederhana saja rumusnya, tidak usah yang ribet-ribet," ujar Made Mangku Pastika saat mengadakan peninjauan Bumdes Arta Dharma Duta di Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem seusai melaksanakan acara Simakrama, Sabtu (31/10).
Menurut Gubernur dua periode tersebut, kemajuan kinerja yang sudah dicapai Bumdes di desatersebut mendapatkan apresiasi dari Pastika. Ia mengaku bangga dengan capaian dan manajemen Bumdes tersebut, dan berharap terus ada peningkatan. Apabila kinerja itu bisa terus dipertahankan dan pertumbuhannya meningkat sesuai dengan standar pertumbuhan yang ditetapkan oleh Pemprov, Pastika berjanji akan kembali menggelontorkan bantuan dana."Kalau pertumbuhannya terus meningkat sesuai standar, saya akan kembali gelontorkan bantuan dana. Karena saya lihat perkembangannya sangat bagus, manajemen dan pembukuan ya pun sangat bagus. Saya bangga, perkembangan seperti ini yang saya harapkan," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Bumdes desa Menanga, Wayan Ridana, menyatakan pihaknya mengalami kendala permodalan. Sebagai centra penjualan hasil-hasil pertanian di seputaran kecamatan Rendang, dana hibah program Gerbangsadu sebesar 1 miliar diakuinya masih kurang. Karena menurutnya banyak peminjam berharap mendapatkan bantuan pinjaman lebih banyak dari yang sudah dilaksanakan saat ini. Bumdes yang mengalami pertumbuhan hhingga 15% per-tahun ini, diakui Ridana juga mendapatkan penyertaan modal dari aset desa mencapai Rp.267 juta. Dan dari dana tersebut Bumdes yang sudah dikelolanya sudah berhasil memiliki aset hingga mencapai 2,4 miliar.
Lebih jauh Ia menjelaskan dari 317 kk kurang mampu di desa tersebut, sudah 137 kk yang terlayani, sehingga ke depannya Ia berharap semua kk kurang mampu yang tersisa sebanyak 180 kk bisa terlayani. Untuk mencapai hal itu, Ia menyatakan sudah mengadakan kerjasama dengan pihak Jamkrida untuk mendapatkan bantuan modal, yang secara resmi dimulai pada tanggal 28 Oktober 2015. Dengan bantuan pinjaman yang akan didapatkan, Ia berencana akan mengembangkan usaha-usaha lain yakni usaha dagang dan bank sampah. Karena menurutnya Bumdes desa Menanga yang dekat dengan pasar memiliki potensi yang bagus untuk memiliki usaha bank sampah, serta daerahnya yang strategis dengan objek-objek wisata.
Seusai peninjauan tersebut, guna menjalin kedekatan dengan masyarakatnya Gubernur menyempatkan diri bermalam dirumah salah satu penerima bantuan bedah rumah, Ketut Suba, di Br. Kubakan, Ds. Pempatan. Suba yang hanya sebagai pengayah tukang dan istrinya sebagai buruh suun di pasar, mengakui hanya memiliki penghasilan rata-rata 50 ribu per-hari untuk menghidupi istri beserta 3 orang anaknya . Bantuan bedah rumah yang diberikan Pemprov dirasakannya sangat membantu, untuk itu ia sangat bertrimakasih atas bantuan tersebut. Ia juga berharap program-program yang sangat membantu masyarakat kecil seperti program bedah rumah, bisa terus dilanjutkan dan dari segi jumlah pun diharapkan terus meningkat dari tahun ke tahun. *







0 komentar:
Posting Komentar