KARANGASEM, Teropong Amlapura – Kepedulian sosial yang dilakukan
oleh komunitas Funk Karangasem patut ditiru. Mereka menyelenggarakan konser
bersama bertajuk “Karangasem Kolektif Berkarya Bersama” dengan tujuan mengumpulkan dana yang
akan disumbangkan kepada anak-anak sekolah yang kurang mampu. Dari hasil konser
rencananya akan dibelikan buku tulis dan alat sekolah sehinggga bisa
merenginakan biaya sekolah seperti yang telah dilakukannya tahun 2014 lalu
ketika menyumbang ratusan buku tulis di SD 2 Pidpid, Karangasem.
Panitia Acara, Gusti Bagus Dhyanasika menyampaikan bahwa acara
konser amal anak Funk Karangasem sudah digelar dua tahun berturut-turut.
Dhyanasika yang juga bassis Band Lintas Hitam itu mengaku mengumpulkan dana
dari Band Funk yang tampil. Setidaknya ada 31 Band Funk dari seluruh Bali yang
tampil dalam acara yang digelar di Balai Masyarakat Desa Abang, Karangasem,
Sabtu (14/11/2015). Personil Band yang tampil dalam acara memberikan donasi berupa uang dan buku yang nantinya akan disumbangkan kepada anak sekolah yang kurang mampu. “Dana yang terkumpul nanti kita sumbangkan ke anak-anak sekolah
kurang mampu di desa-desa terpecil di Karangasem, Selain berupa uang, kami juga
menerima sumbangan buku dan alat tulis dari anggota komunitas” ungkapnya.
Dhyanasika yang akrab disapa Gus Jambul itu mengaku dengan
menggelar konser amal mencoba untuk menghilangkan stigma negatif yang selama
ini dicap kepada anak-anak funk. Pihaknya berkeinginan menepiskan stigma di
masyarakat bahwa anak Punk tidaklah hanya bisa mabuk-mabukan, nongkrong di
jalan, pecandu narkoba, bertindak anarkis atau membuat kekacauan di masyarakat.
Namun punk hanyalah semacam aliran seni yang disalurkan lewat musik yang
bernada keras dan bersifat kritik yang kontrukstif. “Kami ini bukan musuh
masyarakat, kami ingin diketahui bahwa kami juga sangat peduli dengan sesama
terutama masa depan bangsa” pungkasnya. *







0 komentar:
Posting Komentar