TEROPONG AMLAPURA: Tim Sidak KTR Temukan Puntung Rokok Berserakan di ...: KARANGASEM, Teropong Amlapura – Penerapan Perda nomor 10 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sepertinya belum diketahui secara lua...
Rabu, 21 Oktober 2015
Karangasem Lepas 20 Calon Kader Bela Negara
KARANGASEM, Teropong Amlapura
- Pemerintah Kabupaten Karangasem melepas 20 orang calon kader bela
Negara. Mereka yang dilepas itu adalah 20 orang pemuda yang terpilih mewakili
Kabupaten Karangasem untuk mengikuti pelatihan bela negara selama 30 hari yang
dilaksanakan di Rindam IX/Udayana Kabupaten Tabanan. Para calon kader bela
Negara tersebut dilepas Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem I Gede Adnya
Mulyadi di Ruang Rapat Bupati Karangasem, Rabu (21/10) kemarin. Turut
hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan
Kesbangpolinmas Karangasem Ida Bagus Swastika, Kabag Humas Protokol Made
Supartha, dari unsur Polri Kabag Linmas
Cok Arim Mahaputra dan unsur TNI Kasdim Mayor Suparman.
Sekda Adnya Mulyadi menyambut
positif program bela negara dari Kementrian Pertahanan (Kemenhan) tersebut.
Pihaknya berharap agar semua peserta dapat menjaga kesehatan dengan baik
sehingga dapat mengikuti setiap kegiatan yang ada dengan lancar. “Berlatihlah
dengan baik sehingga mampu menjaga nama baik Kabupaten Karangasem,” pesannya.
Adnya Mulyadi juga menyampaikan dengan mengikuti pelatihan bela negara akan
dapat membentuk disiplin diri bagi peserta. “Saya yakin dengan kegiatan
ini, maka para generasi muda akan kembali memiliki rasa cinta Tanah Air dan
punya wawasan kebangsaan yang luas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpolinmas
Karangasem Ida Bagus Swastika saat mengantar calon kader bela negara
mengatakan, semua calon yang akan dikirim saat ini adalah tokoh muda yang
berasal dari sektor pendidikan, tokoh masyarakat, dan swasta. Dijelaskan
pembentukan Kader Pembina Bela Negara bukan wajib militer namun merupakan
program dari Kementerian Pertahanan sebagai perwujudan hak dan keajiban warga
negara dalam pembelaan negara. Disampaikan program itu akan membentuk 4.500
kader pembina bela negara di 45 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia termasuk di
Bali. Pelatihan bela negara akan diselenggarakan oleh satuan satuan pendidikan
TNI di Rindam IX/Udayana. Para peserta pelatihan akan diasramakan selama 30
hari. (hms)
KARANGASEM, Teropong Amlapura
- Pemerintah Kabupaten Karangasem melepas 20 orang calon kader bela
Negara. Mereka yang dilepas itu adalah 20 orang pemuda yang terpilih mewakili
Kabupaten Karangasem untuk mengikuti pelatihan bela negara selama 30 hari yang
dilaksanakan di Rindam IX/Udayana Kabupaten Tabanan. Para calon kader bela
Negara tersebut dilepas Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem I Gede Adnya
Mulyadi di Ruang Rapat Bupati Karangasem, Rabu (21/10) kemarin. Turut
hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan
Kesbangpolinmas Karangasem Ida Bagus Swastika, Kabag Humas Protokol Made
Supartha, dari unsur Polri Kabag Linmas
Cok Arim Mahaputra dan unsur TNI Kasdim Mayor Suparman.
Sekda Adnya Mulyadi menyambut
positif program bela negara dari Kementrian Pertahanan (Kemenhan) tersebut.
Pihaknya berharap agar semua peserta dapat menjaga kesehatan dengan baik
sehingga dapat mengikuti setiap kegiatan yang ada dengan lancar. “Berlatihlah
dengan baik sehingga mampu menjaga nama baik Kabupaten Karangasem,” pesannya.
Adnya Mulyadi juga menyampaikan dengan mengikuti pelatihan bela negara akan
dapat membentuk disiplin diri bagi peserta. “Saya yakin dengan kegiatan
ini, maka para generasi muda akan kembali memiliki rasa cinta Tanah Air dan
punya wawasan kebangsaan yang luas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpolinmas Karangasem Ida Bagus Swastika saat mengantar calon kader bela negara mengatakan, semua calon yang akan dikirim saat ini adalah tokoh muda yang berasal dari sektor pendidikan, tokoh masyarakat, dan swasta. Dijelaskan pembentukan Kader Pembina Bela Negara bukan wajib militer namun merupakan program dari Kementerian Pertahanan sebagai perwujudan hak dan keajiban warga negara dalam pembelaan negara. Disampaikan program itu akan membentuk 4.500 kader pembina bela negara di 45 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia termasuk di Bali. Pelatihan bela negara akan diselenggarakan oleh satuan satuan pendidikan TNI di Rindam IX/Udayana. Para peserta pelatihan akan diasramakan selama 30 hari. (hms)
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpolinmas Karangasem Ida Bagus Swastika saat mengantar calon kader bela negara mengatakan, semua calon yang akan dikirim saat ini adalah tokoh muda yang berasal dari sektor pendidikan, tokoh masyarakat, dan swasta. Dijelaskan pembentukan Kader Pembina Bela Negara bukan wajib militer namun merupakan program dari Kementerian Pertahanan sebagai perwujudan hak dan keajiban warga negara dalam pembelaan negara. Disampaikan program itu akan membentuk 4.500 kader pembina bela negara di 45 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia termasuk di Bali. Pelatihan bela negara akan diselenggarakan oleh satuan satuan pendidikan TNI di Rindam IX/Udayana. Para peserta pelatihan akan diasramakan selama 30 hari. (hms)
Selasa, 20 Oktober 2015
Tim Sidak KTR Temukan Puntung Rokok Berserakan di RSUD Karangasem
KARANGASEM, Teropong Amlapura – Penerapan Perda nomor
10 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sepertinya belum diketahui
secara luas oleh masyarkat. Buktinya dalam sidak yang dilaksanakan tim gabungan
Satpol PP Provinsi Bali dengan Dinas Kesehatan dan Disreskrimsus Polda Bali masih
menemukan adanya puntung rokok di RSUD Karangasem dan Kantor Samsat Karangasem,
Selasa (20/10) kemarin. Selain itu, ditemukan pula asbak dan penunggu pasien
yang tertangkap tangan merokok di kawasan Rumah Sakit sehingga langsung didata
oleh tim.
Tim yang dipimpin oleh Kasi Penegakan Hukum
Satpol PP Provinsi Bali, Ketut Pongres Languaga menyampaikan bahwa dalam sidak
yang dilakukannnya menemukan punting rokok di Kantor Samsat dan RSUD Karangsem.
Temuan itu pun dijadikan barang bukti bahwa penerapan perda KTR di Karangasem
perlu ditingkatkan. “Dari beberapa tempat yang kita kunjungi hanya di Kantor Samsat
dan RSUD kita temukan pelanggaran, tapi jumlahnya tidak banyak,” ungkap Ketut Pongres yang mengaku juga melakukan sidak di SMP 2 Amlapura, SMA PGRI 1
Amlapura, dan SMA 1 Amlapura namun di tempat itu tidak ditemukan bekas rokok.
Menurutnya di Karangasem jauh lebih baik dari
kabupaten lain yang rata-rata ditemukan di semua tempat yang dikunjungi. “Di
Karangasem ini jauh lebih baik dari daerah lainnya, di sini hanya sedikit
pelanggaran dan akan jadi percontohan bagi kabupaten lain,” pujinya.
Prihal ditemukannya punting rokok di RSUD
Karangasem terutama di areal kantin pihaknya menyarankan agar memberikan himbaun
kepada petugas kantin agar melarang pembeli untuk merokok di kantin. “Nanti di
kantin diharapkan agar yang berbelanja dihimbau agar tidak merokok,” sarannya.
Sementara untuk penunggu pasien yang tetangkap tangan sedang merokok, pihaknya menyarankan warga tersebut
untuk mengikuti persidangan tipiring di Pengadilan Negeri Amlapura pada 29
Oktober 2015 medatang. “Pelanggar yang ditemukan nanti akan disidang tipiring,
ancaman hukuman 3 bulan penjara atau subsider Rp.50 ribu rupiah, nanti itu bisa
difoto dan dipajang di RSUD untuk memberi efek jera kepada pengunjung dan
penunggu pasien yang lain,” sarannya.
Sementara itu, Direktur RSUD Karangasem Wayan
Suardana menyampaikan pihknya sudah mensosialisasikan kepada pegawainya bahwa
dilarang untuk merokok di RSUD. Pihaknya yakin bahwa yang merokok adalah
pengunjung atau penunggu pasien. Suardana mengaku selama ini sudah melakukan
himbauan agar jangan merokok berupa stiker dan koling melalui pengeras suara. Kendati
demikian pihaknya menyampaikan kesulitan mengontrol para penunjung dan penunggu
pasien terutama ketika malam hari. “Kami minta ketika malam
sekali-kali dilakukan sidak agar para pengunjung dan penunggu pasien bisa lebih
jera untuk tidak merokok di rumah sakit,” pintanya. Permintaan itu pun
langsung direspon oleh Ketut Pongres Languaga yang akan mengintruksikan Satpol PP
Karangasem untuk melakukan sidak di RSUD pada malam hari. “Ya nanti akan saya
kordinasikan dengan satpol PP Karangasem agar melakukan sidak di sini (RSUD) pada malam
hari,” pungkasnya. (jurnalis-TA)
Atasi Masalah Sampah, DKP Usulkan Setiap Desa Dibangun TPST
KARANGASEM, Teropong Amlapura – Sekretaris Dinas
Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karangasem, I Made Hadi Susila
menyampaikan bahwa untuk menangani masalah sampah di Kabupaten Karangasem perlu
adanya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Pihaknya menyampaikan jika
ingin agar Karangasem menjadi Kabupaten yang bersih, lestari, indah dan sadar
lingkungan maka minimal dibangun satu TPST di satu desa. “Kita sudah usulkan
agar nanti setiap desa nanti dibangun satu TPST, saat ini kita baru punya 8
unit, tahun ini dapat bantuan lagi 2 TPST sehingga totalnya punya 10 unit TPST,”
Ujar Hadi Susila saat peletakan batu pertama pembangunan TPST 3R di Desa Dukuh
Penaban, Kecamatan Karangasem, Sabtu (17/10).
Hadi Susila menyampaikan bahwa TPST bukanlah sama
seperti tempat pembuangan sampah (TPS). Disampaikan bahwa pengolahan sampah di
TPST begitu efektif sebab sampah dari rumah tangga sudah dipilah dan
dikelompokkan menjadi organic dan organic baru kemudian dibawa ke TPST dengan
cara jemput bola oleh petugas. Selanjutnya sampah organic dan anorganik
tersebut juga dipilah dan diolah lagi dengan sistem 3R (reduce, reuse, recycle)
yang mana sampah akan dibedakan mana yang masih bisa dipakai, mana yang bisa
dijual (rongsokan), mana yang bisa diolah jadi kompos, dan mana sampah yang
tidak bisa diolah sama sekali baru dibawa ke TPS. “Nanti hanya yang tidak bisa
diolah saja yang dibawa ke TPS Linggasana, sehingga biasanya setiap hari ada
10-15 ton sampah ke TPS bisa berkurang sehingga di Linggasana tidak cepat
penuh,” ungkapnya.
Hadi menyampaikan dengan adanya TPST maka
sampah yang tidak berguna yang dikirim ke TPA hanya sekitar 16% dari sampah
yang ada. Sebab dengan sistem 3R di TPST mampu membuat sekitar 45% sampah bisa
dipakai kembali, dan 39% menjadi pupuk kompos.
Pihaknya pun berterima kasih kepada
Kementrian PU pusat melalui Satker PAMS PU Wedapura yang tahun 2015 ini memberikan
bantuan 2 unit TPST kepada Kabupaten Karangasem. TPST yang masing-masing
bernilai Rp.650 juta tersebut akan dibangun di Desa Dukuh Penaban dan Desa
Seraya Tengah. “Kita berharap dengan adanya TPST 3R ini bisa membuat masyarakat
sadar mengelola sampah dengan baik sehingga tidak membuang sampah sembarangan,”
Ujar Hadi Susila di hadapan Ketua Kelolpok Swadaya Masyarakat (KSM) Sapu Bersih
Nengah Sudana yang akan diberikan mandat untuk mengelola TPST 3R di Desa Dukuh
Penaban. Sudana pun mengaku bahwa dengan beroperasinya TPST di desanya tersebut
maka 457 KK warga yang tinggal di Dukuh Penaban akan dilayani dalam pengelolaan
sampahnya. “Dengan adanya TPST ini maka nanti masyarakat tidak lagi buang
sampah sembarangan ke tegalan atau ke sungai,” pungkasnya. (jurnalis-TA)
Jumat, 04 September 2015
Kemampuan Guru-guru dalam Masatwa, Mapidarta, dan Madharma Wecana Masih Rendah
KARANGASEM, Teropong Amlapura – Kemampuan guru-guru di
Karangasem dalam masatwa, mapidarta, dan madharma wecana dinilai masih rendah.
Oleh karena itu, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Kesenian tingkat SMP
bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem mengadakan workshop Training Of Trainer (TOT) kepada
guru-guru kesenian dan Bahasa Daerah Bali tingkat SD, SMP, SMA/SMK se-Kabupaten
Karangasem, Jumat (4/9) kemarin.
Bertempat di Gedung UKM Center Amlapura, panitia
menghadirkan dua narasumber yang berkompeten yaitu Drs. Wayan Sudita, M.Si dan
Prof. Dr. Gusti Ngurah Sudiana. Wayan Sudita yang merupakan seniman yang biasa
memerankan tokoh patih agung dalam pentas drama gong tersebut didaulat
memberikan ilmu masatwa kepada 350 guru SD yang mengikuti acara tersebut.
Sementara Gusti Ngurah Sudiana yang merupakan ketua PHDI dan juga dosen yang
biasa Mapidarta dan memberikan Dharma Wacana di TV tersebut didaulat untuk
memberikan materi terkait Mapidarta dan Dharma Wacana kepada 95 Guru SMP dan
SMA/SMK yang terlihat antusias mengikuti acara tersebut.
Ketua Panitia Ida Wayan Gotama Adiputra,
S,Sn. M.Sa menyampaikan bahwa acara dibuat untuk meningkatkan kemampuan
guru-guru dalam tiga bidang kemampuan berbahasa bali tersebut. Pihaknya
menyampaikan kemampuan guru perlu ditingkatkan agar bisa mentranspormasikan
ilmunya nanti kepada siswa. “Guru-guru harus memahami dan mampu memberikan
contoh kepada sisiwanya dengan baik, jika tidak maka siswa sulit untuk
melakukan” Ujar Gotama yang menyampaikan bahwa kemampuan masatwa, mapidarta, dan madharma
wacana adalah kemampun berbahasa yang bisa dikuasai apabila sering
dilakukan.
Gotama menyampaikan tujuan lain dilakukannya
workshop training of trainer (TOT) terhadap Masatwa, Mapidarta, dan Madharma
Wacana karena melihat prestasi atlet porsenijar Karangsem yang belum maksimal.
Dalam porsenijar tingkat provinsi para seniman yang dikirim oleh Karangasem selalu
kalah bersaing dengan daerah lain. “Dengan pelatihan ini diharapkan prestasi
porsenijar Karangasem nanti bisa meningkat” Ujarnya seraya menambahkan bahwa
kategori Masatwa, Mapidarta, dan Madharma Wacana dilombakan dalam porsenijar. *
PDIP Karangasem Showforce Kekuatan, 3.000 Massa Antarkan Sudirta-Sumiati Daftar ke KPU
KARANGASEM, Teropong
Amlapura
– Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati
Karangasem yang diusung PDIP yaitu Wayan Sudirta dan Ni Made Sumiati
benar-benar showforce kekuatan. Tidak mau kalah dengan calon lainnya,
Sudirta-Sumiati pada pendaftaran, Selasa (28/7) kemarin menurunkan sekitar 3.000
massa pendukung sehingga kantor KPUD Karangasem menjadi lautan manusia. Selain
itu, dalam perjalanan pendaftaran menuju KPU membuat beberapa ruas jalan yang
dilalui pendukung menjadi padat merayap karena terlalu banyaknya mobil dan
motor yang dipakai pendukung. PDIP rupanya showforce karena ingin benar-benar
menunjukkan keseriusannya untuk merebut kursi Bupati Karangasem yang selama 10
tahun berada di partai lain.
Massa pendukung Sudirta-Sumiati sebelum
berangkat ke KPU terlebih dahulu melakukan deklarasi paket calon di secretariat
DPC PDIP Karangasem di Jalan Ayani Amlapura. Massa tampak memadati aula DPC
PDIP yang menjadi tempat deklarasi. Dalam deklarasi tersebut disebutkan bahwa ketum
PDIP Mega Wati menyatakan memberikan rekomendasi kepada Wayan Sudirta dan Ni
Made Sumiati untuk maju dalam pilbup Karangasem 2015. Surat keputusan tersebut
dibacakan oleh Wayan Sumatra selaku sekretaris tim pemengan PDIP untuk
Sudirta-Sumiati yang kemudian disebut paket SMS (Sudirta-Made Sumiati). Dalam
deklarasi tersebut nampak dihadiri oleh Ketua Tim Pemenangan PDIP Wayan Sutena,
Perwakilan dari DPD PDIP Bali, Ketua DPC PDIP Karangasem I Gede Dana, seluruh anggota
fraksi PDIP, pengurus DPC, Pengurus PAC, pengurus jajaran tingkat ranting, serta
masyarat simpatisan PDIP dan relawan pendukung Sudirta-Sumiati.
Dalam acara deklarasi, Wayan Sudirta yang
didampingi istrinya Sulili Indawati menyampaikan terimakasih kepada segenap
pihak terutama pada jajaran DPP PDIP sampai tingkat ranting PDIP yang telah
memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk maju dalam pilkada Karangasem. Sudirta
meminta segenap kader dan simpatisan untuk mendukungnya jadi Bupati sehingga
nanti secara bersama-sama membanguna Karangasem yang lebih baik. “Karangasem
kedepan butuh sosok pemimpin yang lebih bersih, lebih peduli, dan lebih berani
untuk membangun Karangsem” Ujar Sudirta seraya meminta agar masyarakat untuk
mendukungnya dalam pilkada tanggal 9
Desember 2015 nanti.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan PDIP
Karangasem, Wayan Sutena meminta kepada seluruh kader dan simpatisan kompak
untuk mendukung calon yang direkomendasi PDIP. Pihaknya mengahrapakan tidak ada
perpecahan di internal PDIP sehingga perjungaan untuk menuju kemenangan bersama
dalam pilkada mendatang bisa terwujud. “Kita semua harus kompak dan solid
dukung paket SMS (Sudirta-Made Sumiati), sejutu” Ujar Sutena yang dijawab riuh
simpatisan yang menjawab setuju.
Selesai melakukan deklarasi sekitar pukul
13:00 Wita baru kemudian massa diarahkan dari kantor DPC untuk bergerak ke Lapangan
Candra Buana Amlapura. Massa yang jumlahnya ribuan tersebut kemudian memarkir
mobil dan sepeda motor yang dibawanya di tengah lapangan. Kemudian massa yang
bergerombol menemani paket pasangan calon berjalan kaki ke Kantor KPUD
Karangasem yang ada di Jalan Bayangkara Amlapura yang jaraknya 1 Km. Wayan Sudirta
dan Ni Made Sumiati nampak berada paling depan memimpin rombongan. Sudirta
memakai pakain adat dengan baju dan udeng berwarna putih, begitu juga Sumiati
yang menggunakan kebaya warna putih dengan senteng kain endek.
Menariknya ketika perjalanan menuju KPU Karangasem
tersebut, rombongan tidak ada yang peduli cuaca panas walau saat itu matahari
sedang menyengat kepala. Para simpatisan begitu bersemangat untuk mengantarkan
Sudirta – Sumiati sampai di depan kantor KPU untuk mendaftar. Suasana begitu
meriah karena diantar oleh Hanuman yang diiringi 16 Baleganjur yang berasal
dari 8 Kecamatan. Kemudian diikuti oleh ribuan massa sehingga jalan Gajah Mada
Amlapura menjadi macet karena lautan manusia. Petugas kepolisian terlihat
melakukan keamanan ketat ketika pendaftaran tersebut.
Tiba di KPU sekitar pukul 13:30 Wita, hanya
180 orang yang boleh masuk ke halaman kantor KPU. Ketua KPU Karanagsem, Made
Arnawa menyampaikan mohon maaf atas keterbatasan tempat di kantor KPU sehingga
massa yang jumlahnya membludak itu hanya 180 orang saja yang diijinkan masuk ke
dalam KPU.
Penerimaan berkas pencalonan dari
Sudirta-Sumiati tidak ada masalah karena semua dokumen persyaratan sudah
terpenuhi. Arnawa menyamaikan bahwa dokumen yang diserahakn oleh Paket SMS
semuanya lengkap. “Dokumen yang diserahkan sudah lengkap sehingga kami terima”
ujarnya yang mengaku akan melakukan penelitian terhadap keabsahan dukumen tersebut
sampai tanggal 3 Agustus 2015. “Setelah selesai kita teliti keaslian dokumen
yang diserahkan nanti diumumkan hasilnya tanggal 4 Agustus 2015” pungkasnya. *
PJ Bupati Arda Himbau SKPD Menata Ruangan Kantor Demi Semangat Kerja Para Pegawai
KARANGASEM, Teropong Amlapura – Pj Bupati Karangasem,
Ida Bagus Ngurah Arda menghimbau kepada kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat
Daerah) untuk menatata ruangan kantornya demi menciptakan ruang kerja yang
nyaman bagi para pegawai. Menurut PJ Bupati asal Bangli tersebut, penetaan
ruangan yang baik selain membuat indah dipandang mata juga mampu meningkatkan
semangat kerja para pegawai. “Saya berharap agar penataan kantor lebih
diperhatikan sehingga menumbuhkan semangat kerja para pegawai” Ujar Bupati Arda
saat mengunjungi beberapa Kantor SKPD di lingkungan Pemkab Karngasem, Rabu
(2/9) kemarin. Ida Bagus Arda didampingi Kabag Organisasi Karangasem I Nengah
Sutama Ariawan berkeliling mengecek lingkungan kantor SKPD mulai di Bagian
Hukum, Bagian Organisasi, Kantor Bagian Humas dan Protokol, Serta Kantor Bagian
Kesra.
Bupati Arda memberikan catatan terhadap beberapa
ruang kantor yang dikunjunginya. Disampaikan bahwa secara umum ruang kerja di
Bagian Hukum, Organisasi, Humas Protokol, dan Kesra terlihat terlalu sempit
karena satu ruangan dipakai banyak pegawai. “Saya perhatikan ruangannya terlihat
sempit karena satu ruangan berjejer banyak pegawai” akunya. PJ Bupati
menyarankan agar ruangan ditata seideal mungkin sehingga pegawai betah dan
nyaman dalam bekerja. “Saya lihat beberapa meja dan kursi yang sudah rusak kok
malah ditaruh di depan, sangat tidak enak kelihatan,” Ungkpanya menyarankan
unutuk mengganti. Menurutnya penataan harus segera dilakukan agar baik dilihat
orang (tamu) dan pegawai para menjadi rajin datang ke kantor.
Khusus untuk Bagian Humas dan Protokol,
pihaknya menyarankan agar dibuat semacam press room untuk memfasilitasi pegawai
humas khusus pemberitaan dan wartawan yang ngepos di pemkab karangasem dalam pengumpulan
dan pembuatan berita tentang pembangunan Karangasem. “Saya merasa heran juga
kok di humas tidak ada press room,” ungkapnya menyarankan agar segera dibuatkan
press room.
Di sisi lain, PJ Bupati juga mengingatkan
kepada para pegawai agar jangan merokok di dalam kantor. Sebab Larangan merokok
di dalam kantor tersebut sudah diatur dalam perda sehingga harus ditaati.
Disampaikan udara di dalam ruangan kantor apalagi ruangan tertutup ber AC
apabila dipakai tempat merokok akan membahayakan kesehatan. “Saya himbau agar
pegawai jangan merokok di dalam kantor, kan sudah diatur di dalam perda,
pegawai harus menaati aturan itu,” ungkapnya seraya menyarankan apabila ingin
merokok harus di luar kantor agar tidak terkena sanksi. *










