Laman

Laman

Selasa, 20 Oktober 2015

Atasi Masalah Sampah, DKP Usulkan Setiap Desa Dibangun TPST

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karangasem, I Made Hadi Susila menyampaikan bahwa untuk menangani masalah sampah di Kabupaten Karangasem perlu adanya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Pihaknya menyampaikan jika ingin agar Karangasem menjadi Kabupaten yang bersih, lestari, indah dan sadar lingkungan maka minimal dibangun satu TPST di satu desa. “Kita sudah usulkan agar nanti setiap desa nanti dibangun satu TPST, saat ini kita baru punya 8 unit, tahun ini dapat bantuan lagi 2 TPST sehingga totalnya punya 10 unit TPST,” Ujar Hadi Susila saat peletakan batu pertama pembangunan TPST 3R di Desa Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem, Sabtu (17/10).
Hadi Susila menyampaikan bahwa TPST bukanlah sama seperti tempat pembuangan sampah (TPS). Disampaikan bahwa pengolahan sampah di TPST begitu efektif sebab sampah dari rumah tangga sudah dipilah dan dikelompokkan menjadi organic dan organic baru kemudian dibawa ke TPST dengan cara jemput bola oleh petugas. Selanjutnya sampah organic dan anorganik tersebut juga dipilah dan diolah lagi dengan sistem 3R (reduce, reuse, recycle) yang mana sampah akan dibedakan mana yang masih bisa dipakai, mana yang bisa dijual (rongsokan), mana yang bisa diolah jadi kompos, dan mana sampah yang tidak bisa diolah sama sekali baru dibawa ke TPS. “Nanti hanya yang tidak bisa diolah saja yang dibawa ke TPS Linggasana, sehingga biasanya setiap hari ada 10-15 ton sampah ke TPS bisa berkurang sehingga di Linggasana tidak cepat penuh,” ungkapnya.
         Hadi menyampaikan dengan adanya TPST maka sampah yang tidak berguna yang dikirim ke TPA hanya sekitar 16% dari sampah yang ada. Sebab dengan sistem 3R di TPST mampu membuat sekitar 45% sampah bisa dipakai kembali, dan 39% menjadi pupuk kompos.
         Pihaknya pun berterima kasih kepada Kementrian PU pusat melalui Satker PAMS PU Wedapura yang tahun 2015 ini memberikan bantuan 2 unit TPST kepada Kabupaten Karangasem. TPST yang masing-masing bernilai Rp.650 juta tersebut akan dibangun di Desa Dukuh Penaban dan Desa Seraya Tengah. “Kita berharap dengan adanya TPST 3R ini bisa membuat masyarakat sadar mengelola sampah dengan baik sehingga tidak membuang sampah sembarangan,” Ujar Hadi Susila di hadapan Ketua Kelolpok Swadaya Masyarakat (KSM) Sapu Bersih Nengah Sudana yang akan diberikan mandat untuk mengelola TPST 3R di Desa Dukuh Penaban. Sudana pun mengaku bahwa dengan beroperasinya TPST di desanya tersebut maka 457 KK warga yang tinggal di Dukuh Penaban akan dilayani dalam pengelolaan sampahnya. “Dengan adanya TPST ini maka nanti masyarakat tidak lagi buang sampah sembarangan ke tegalan atau ke sungai,” pungkasnya. (jurnalis-TA)

0 komentar:

Posting Komentar