KARANGASEM, Teropong Amlapura – Sekretaris Dinas
Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karangasem, I Made Hadi Susila
menyampaikan bahwa untuk menangani masalah sampah di Kabupaten Karangasem perlu
adanya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Pihaknya menyampaikan jika
ingin agar Karangasem menjadi Kabupaten yang bersih, lestari, indah dan sadar
lingkungan maka minimal dibangun satu TPST di satu desa. “Kita sudah usulkan
agar nanti setiap desa nanti dibangun satu TPST, saat ini kita baru punya 8
unit, tahun ini dapat bantuan lagi 2 TPST sehingga totalnya punya 10 unit TPST,”
Ujar Hadi Susila saat peletakan batu pertama pembangunan TPST 3R di Desa Dukuh
Penaban, Kecamatan Karangasem, Sabtu (17/10).
Hadi Susila menyampaikan bahwa TPST bukanlah sama
seperti tempat pembuangan sampah (TPS). Disampaikan bahwa pengolahan sampah di
TPST begitu efektif sebab sampah dari rumah tangga sudah dipilah dan
dikelompokkan menjadi organic dan organic baru kemudian dibawa ke TPST dengan
cara jemput bola oleh petugas. Selanjutnya sampah organic dan anorganik
tersebut juga dipilah dan diolah lagi dengan sistem 3R (reduce, reuse, recycle)
yang mana sampah akan dibedakan mana yang masih bisa dipakai, mana yang bisa
dijual (rongsokan), mana yang bisa diolah jadi kompos, dan mana sampah yang
tidak bisa diolah sama sekali baru dibawa ke TPS. “Nanti hanya yang tidak bisa
diolah saja yang dibawa ke TPS Linggasana, sehingga biasanya setiap hari ada
10-15 ton sampah ke TPS bisa berkurang sehingga di Linggasana tidak cepat
penuh,” ungkapnya.
Hadi menyampaikan dengan adanya TPST maka
sampah yang tidak berguna yang dikirim ke TPA hanya sekitar 16% dari sampah
yang ada. Sebab dengan sistem 3R di TPST mampu membuat sekitar 45% sampah bisa
dipakai kembali, dan 39% menjadi pupuk kompos.
Pihaknya pun berterima kasih kepada
Kementrian PU pusat melalui Satker PAMS PU Wedapura yang tahun 2015 ini memberikan
bantuan 2 unit TPST kepada Kabupaten Karangasem. TPST yang masing-masing
bernilai Rp.650 juta tersebut akan dibangun di Desa Dukuh Penaban dan Desa
Seraya Tengah. “Kita berharap dengan adanya TPST 3R ini bisa membuat masyarakat
sadar mengelola sampah dengan baik sehingga tidak membuang sampah sembarangan,”
Ujar Hadi Susila di hadapan Ketua Kelolpok Swadaya Masyarakat (KSM) Sapu Bersih
Nengah Sudana yang akan diberikan mandat untuk mengelola TPST 3R di Desa Dukuh
Penaban. Sudana pun mengaku bahwa dengan beroperasinya TPST di desanya tersebut
maka 457 KK warga yang tinggal di Dukuh Penaban akan dilayani dalam pengelolaan
sampahnya. “Dengan adanya TPST ini maka nanti masyarakat tidak lagi buang
sampah sembarangan ke tegalan atau ke sungai,” pungkasnya. (jurnalis-TA)







0 komentar:
Posting Komentar