KARANGASEM,
Teropong Amlapura – Drainase (got) yang ada di Desa Culik, Kecamatan Abang, Karangasem
mengeluarkan bau menyengat. Sebab warga membuang limbah ke got yang genangan
airnya mampet. Selain itu, drainase juga mengalami pendangkalan karena tertutup
sedimen dan sampah. Hal itulah yang menjadi temuan tim Sanitasi Pemkab Karangasem
yang kemudian menjadikan Desa Culik sebagai wilayah dilaksankannya gebyar
sanitasi Kabupaten Karangasem.
Ketua Pokja
Sanitasi Ketut Sedana Merta mengakui bahwa drainase sepanjang 500 meter yang
ada di sepanjang jalan Dusun Seloni dan Dusun Gria di Desa Culik, Kecamatan
Abang memang kondisinya sangat tidak baik. Bau tidak sedap mulai dari Pasar
Culik ke timur hingga Balai Serbaguna Desa Adat Culik. Selain mengganggu
kesehatan, bau yang keluar dari drainase tersebut juga menimbulkan kesan tidak
nyaman bagi mereka yang melewati jalan tersebut. Terlebih jalan itu merupakan akses
satu-sataunya menuju daerah pariwisata Amed. “Got itulah yang akan kita
perbaiki, kita angkat sedimen dan sampahnya memakai alat berat,” Ujar Sedana Merta saaat ditemui dalam acara
kerja bakti di Dusun Seloni, Desa Culik Kecamatan Abang, Jumat (23/10) kemarin.
Sedana Merta yang juga menjabat sebagai kepala Bappeda Kabupaten Karangasem tersebut menyampaikan dengan diadakannya acara gebyar sanitasi di Desa Culik bisa
mengkampayenyekan sanitasi dan hidup sehat kepada masyarkat agar tidak membuang
sampah sembarangan dan tidak membuang limbah ke suangai atau got. Pihaknya juga
menghimbau agar masyarakat menggunakan air bersih untuk mandi dan mencuci serta
menggunakan jamban kalau buang air kecil
dan air besar. “Dengan acara gebyar sanitasi dilaksanakan di desa ini
diharapkan bisa memancing warga untuk hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.
Sedana Merta
menyampaikan bahwa kesadaran sanitasi di Karangasem memamang masih rendah. Di Kecamatan
Abang pada khusunya ternyata lebih dari 50% (10.123 KK) Masyarakat yang tidak memiliki
jamban. Kondisi itu memang sulit diatasi karena pemukiman penduduk yang berada
di bukit-bukit dan di pelosok-pelosok sehingga tidak dialiri air bersih.
Pihaknya menyamapikan jikapun diberikan bantuan jamban namun akses air bersih
tidak ada maka jamban akan percuma. Oleh sebab itu, pihaknya mengaku masih
mempokuskan pada pengadaan air bersih
melalui kerjasama dengan PDAM dan berharap Pipanisasi air Telaga Waja bisa
segera direalisasikan sehingga bisa mengaliri 4 Kecamatan di Karangasem
termasuk Kecamatan Abang dan Kubu. *







0 komentar:
Posting Komentar