Laman

Laman

Senin, 26 Oktober 2015

Drainase Keluarkan Bau Menyegat, Tim Sanitasi Turun ke Desa Culik

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Drainase (got) yang ada di Desa Culik, Kecamatan Abang, Karangasem mengeluarkan bau menyengat. Sebab warga membuang limbah ke got yang genangan airnya mampet. Selain itu, drainase juga mengalami pendangkalan karena tertutup sedimen dan sampah. Hal itulah yang menjadi temuan tim Sanitasi Pemkab Karangasem yang kemudian menjadikan Desa Culik sebagai wilayah dilaksankannya gebyar sanitasi Kabupaten Karangasem.
Ketua Pokja Sanitasi Ketut Sedana Merta mengakui bahwa drainase sepanjang 500 meter yang ada di sepanjang jalan Dusun Seloni dan Dusun Gria di Desa Culik, Kecamatan Abang memang kondisinya sangat tidak baik. Bau tidak sedap mulai dari Pasar Culik ke timur hingga Balai Serbaguna Desa Adat Culik. Selain mengganggu kesehatan, bau yang keluar dari drainase tersebut juga menimbulkan kesan tidak nyaman bagi mereka yang melewati jalan tersebut. Terlebih jalan itu merupakan akses satu-sataunya menuju daerah pariwisata Amed. “Got itulah yang akan kita perbaiki, kita angkat sedimen dan sampahnya memakai alat berat,”  Ujar Sedana Merta saaat ditemui dalam acara kerja bakti di Dusun Seloni, Desa Culik Kecamatan Abang, Jumat (23/10) kemarin.
       Sedana Merta yang juga menjabat sebagai kepala Bappeda Kabupaten Karangasem tersebut menyampaikan dengan diadakannya acara gebyar sanitasi di Desa Culik bisa mengkampayenyekan sanitasi dan hidup sehat kepada masyarkat agar tidak membuang sampah sembarangan dan tidak membuang limbah ke suangai atau got. Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat menggunakan air bersih untuk mandi dan mencuci serta menggunakan jamban  kalau buang air kecil dan air besar. “Dengan acara gebyar sanitasi dilaksanakan di desa ini diharapkan bisa memancing warga untuk hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.
     Sedana Merta menyampaikan bahwa kesadaran sanitasi di Karangasem memamang masih rendah. Di Kecamatan Abang pada khusunya ternyata lebih dari 50% (10.123 KK) Masyarakat yang tidak memiliki jamban. Kondisi itu memang sulit diatasi karena pemukiman penduduk yang berada di bukit-bukit dan di pelosok-pelosok sehingga tidak dialiri air bersih. Pihaknya menyamapikan jikapun diberikan bantuan jamban namun akses air bersih tidak ada maka jamban akan percuma. Oleh sebab itu, pihaknya mengaku masih mempokuskan pada  pengadaan air bersih melalui kerjasama dengan PDAM dan berharap Pipanisasi air Telaga Waja bisa segera direalisasikan sehingga bisa mengaliri 4 Kecamatan di Karangasem termasuk Kecamatan Abang dan Kubu. *

0 komentar:

Posting Komentar