KARANGASEM, Teropong Amlapura – Wawasan
kebangsaan di kalangan pemuda dinilai masih rendah. Hal itu dibuktikan dengan
masih rendahnya pemahaman siswa terhadap 4 pilar kebangsaan Indonesia yaitu
Pancasila, Undang-undang Dasar, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Para pemuda masa
sekarang cenderung apatis terhadap kepentingan Bangsa dan lebih mengutamakan
kepentingan pribadi. Di sisi lain pemuda juga cenderung suka memakai barang
luar negeri daripada memakai produk dalam negeri.
Menyadari akan hal itu, Kesbangpolinmas
Karangasem mengadakan seminar kepemudaan yang mengambil tema menumbuhkan
wawasan kebangsaan pada diri pemuda, Sabtu (24/10). Acara seminar itu
dilaksanakan dalam ranga menyambut HUT Sumpah pemuda yang ke-87 di Wantilan
Pemkab Karangasem yang diikuti oleh ratusan pemuda yang berasal dari sekolah
SMA/SMK di Kabupaten Karangasem. Dalam seminar tersebut para pemuda diberikan
penataran 4 pilar wawasan kebangsaan oleh nara sumber yang berkompten diantaranya Tokoh Komite
Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) juga mantan wakil Bupati Karangasem I Gusti
Lanang Rai, Dandim 1623/Karangasem Kolonel Arm Erdi Eka Widjayanto, Ketua
Organisasi Pemuda Pancasila Nengah Darna, dan Utusan Kantor Kementrian Agama Karangasem
Wayan Lipur.
Gusti Lanang Rai menyampaikan
bahwa pemuda adalah harapan kemajuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu,
menurutnya setiap pemuda harus mengenal 4 pilar wawasan kebangsaan Indonesia.
“Empat pilar bangsa Indonesia harus diamalkan dan ditanam dalam sanubari yang
paling dalam,” ungkapanya. Pihaknya pun menyampaikan Pancasila, Undang-undang
Dasar, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI jangan sampai dilupakan karena merupakan
dasar hidup dalam berbangsa dan bernegara.
Gusti Lanang Rai pun meminta
kepada para pemuda untuk bermental pemimpin. Disarankan pemuda jangan alergi
untuk berorganisasi atau terjun bergabung dengan partai politik sebab nanti
para pemudalah yang akan memimpin Bangsa Indonesia kedepan. “Kalau mau jadi
pemimpin memang harus berorganisasi, masuk partai polilitik,” sarannya. Namun
disampaikan agar pemuda dalam berpolitik harus didasari rasa kemanusiaan yang
bertujuan demi kemajuan masyarakat kecil. Sangat tidak disarankan memakai
politik hanya untuk menjatuhkan orang lain atau menghalalakan segala cara hanya
untuk meraih kekuasaan. *







0 komentar:
Posting Komentar