Laman

Laman

Senin, 26 Oktober 2015

Wawasan Kebangsaan Pemuda Masih Rendah

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Wawasan kebangsaan di kalangan pemuda dinilai masih rendah. Hal itu dibuktikan dengan masih rendahnya pemahaman siswa terhadap 4 pilar kebangsaan Indonesia yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Para pemuda masa sekarang cenderung apatis terhadap kepentingan Bangsa dan lebih mengutamakan kepentingan pribadi. Di sisi lain pemuda juga cenderung suka memakai barang luar negeri daripada memakai produk dalam negeri.
Menyadari akan hal itu, Kesbangpolinmas Karangasem mengadakan seminar kepemudaan yang mengambil tema menumbuhkan wawasan kebangsaan pada diri pemuda, Sabtu (24/10). Acara seminar itu dilaksanakan dalam ranga menyambut HUT Sumpah pemuda yang ke-87 di Wantilan Pemkab Karangasem yang diikuti oleh ratusan pemuda yang berasal dari sekolah SMA/SMK di Kabupaten Karangasem. Dalam seminar tersebut para pemuda diberikan penataran 4 pilar wawasan kebangsaan oleh  nara sumber yang berkompten diantaranya Tokoh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) juga mantan wakil Bupati Karangasem I Gusti Lanang Rai, Dandim 1623/Karangasem Kolonel Arm Erdi Eka Widjayanto, Ketua Organisasi Pemuda Pancasila Nengah Darna, dan Utusan Kantor Kementrian Agama Karangasem Wayan Lipur.
       Gusti Lanang Rai menyampaikan bahwa pemuda adalah harapan kemajuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya setiap pemuda harus mengenal 4 pilar wawasan kebangsaan Indonesia. “Empat pilar bangsa Indonesia harus diamalkan dan ditanam dalam sanubari yang paling dalam,” ungkapanya. Pihaknya pun menyampaikan Pancasila, Undang-undang Dasar, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI jangan sampai dilupakan karena merupakan dasar hidup dalam berbangsa dan bernegara.
    Gusti Lanang Rai pun meminta kepada para pemuda untuk bermental pemimpin. Disarankan pemuda jangan alergi untuk berorganisasi atau terjun bergabung dengan partai politik sebab nanti para pemudalah yang akan memimpin Bangsa Indonesia kedepan. “Kalau mau jadi pemimpin memang harus berorganisasi, masuk partai polilitik,” sarannya. Namun disampaikan agar pemuda dalam berpolitik harus didasari rasa kemanusiaan yang bertujuan demi kemajuan masyarakat kecil. Sangat tidak disarankan memakai politik hanya untuk menjatuhkan orang lain atau menghalalakan segala cara hanya untuk meraih kekuasaan. *

0 komentar:

Posting Komentar