KARANGASEM, Teropong Amlapura
- Pemerintah Kabupaten Karangasem melepas 20 orang calon kader bela
Negara. Mereka yang dilepas itu adalah 20 orang pemuda yang terpilih mewakili
Kabupaten Karangasem untuk mengikuti pelatihan bela negara selama 30 hari yang
dilaksanakan di Rindam IX/Udayana Kabupaten Tabanan. Para calon kader bela
Negara tersebut dilepas Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem I Gede Adnya
Mulyadi di Ruang Rapat Bupati Karangasem, Rabu (21/10) kemarin. Turut
hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan
Kesbangpolinmas Karangasem Ida Bagus Swastika, Kabag Humas Protokol Made
Supartha, dari unsur Polri Kabag Linmas
Cok Arim Mahaputra dan unsur TNI Kasdim Mayor Suparman.
Sekda Adnya Mulyadi menyambut
positif program bela negara dari Kementrian Pertahanan (Kemenhan) tersebut.
Pihaknya berharap agar semua peserta dapat menjaga kesehatan dengan baik
sehingga dapat mengikuti setiap kegiatan yang ada dengan lancar. “Berlatihlah
dengan baik sehingga mampu menjaga nama baik Kabupaten Karangasem,” pesannya.
Adnya Mulyadi juga menyampaikan dengan mengikuti pelatihan bela negara akan
dapat membentuk disiplin diri bagi peserta. “Saya yakin dengan kegiatan
ini, maka para generasi muda akan kembali memiliki rasa cinta Tanah Air dan
punya wawasan kebangsaan yang luas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpolinmas
Karangasem Ida Bagus Swastika saat mengantar calon kader bela negara
mengatakan, semua calon yang akan dikirim saat ini adalah tokoh muda yang
berasal dari sektor pendidikan, tokoh masyarakat, dan swasta. Dijelaskan
pembentukan Kader Pembina Bela Negara bukan wajib militer namun merupakan
program dari Kementerian Pertahanan sebagai perwujudan hak dan keajiban warga
negara dalam pembelaan negara. Disampaikan program itu akan membentuk 4.500
kader pembina bela negara di 45 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia termasuk di
Bali. Pelatihan bela negara akan diselenggarakan oleh satuan satuan pendidikan
TNI di Rindam IX/Udayana. Para peserta pelatihan akan diasramakan selama 30
hari. (hms)
KARANGASEM, Teropong Amlapura
- Pemerintah Kabupaten Karangasem melepas 20 orang calon kader bela
Negara. Mereka yang dilepas itu adalah 20 orang pemuda yang terpilih mewakili
Kabupaten Karangasem untuk mengikuti pelatihan bela negara selama 30 hari yang
dilaksanakan di Rindam IX/Udayana Kabupaten Tabanan. Para calon kader bela
Negara tersebut dilepas Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem I Gede Adnya
Mulyadi di Ruang Rapat Bupati Karangasem, Rabu (21/10) kemarin. Turut
hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan
Kesbangpolinmas Karangasem Ida Bagus Swastika, Kabag Humas Protokol Made
Supartha, dari unsur Polri Kabag Linmas
Cok Arim Mahaputra dan unsur TNI Kasdim Mayor Suparman.
Sekda Adnya Mulyadi menyambut
positif program bela negara dari Kementrian Pertahanan (Kemenhan) tersebut.
Pihaknya berharap agar semua peserta dapat menjaga kesehatan dengan baik
sehingga dapat mengikuti setiap kegiatan yang ada dengan lancar. “Berlatihlah
dengan baik sehingga mampu menjaga nama baik Kabupaten Karangasem,” pesannya.
Adnya Mulyadi juga menyampaikan dengan mengikuti pelatihan bela negara akan
dapat membentuk disiplin diri bagi peserta. “Saya yakin dengan kegiatan
ini, maka para generasi muda akan kembali memiliki rasa cinta Tanah Air dan
punya wawasan kebangsaan yang luas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpolinmas Karangasem Ida Bagus Swastika saat mengantar calon kader bela negara mengatakan, semua calon yang akan dikirim saat ini adalah tokoh muda yang berasal dari sektor pendidikan, tokoh masyarakat, dan swasta. Dijelaskan pembentukan Kader Pembina Bela Negara bukan wajib militer namun merupakan program dari Kementerian Pertahanan sebagai perwujudan hak dan keajiban warga negara dalam pembelaan negara. Disampaikan program itu akan membentuk 4.500 kader pembina bela negara di 45 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia termasuk di Bali. Pelatihan bela negara akan diselenggarakan oleh satuan satuan pendidikan TNI di Rindam IX/Udayana. Para peserta pelatihan akan diasramakan selama 30 hari. (hms)
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpolinmas Karangasem Ida Bagus Swastika saat mengantar calon kader bela negara mengatakan, semua calon yang akan dikirim saat ini adalah tokoh muda yang berasal dari sektor pendidikan, tokoh masyarakat, dan swasta. Dijelaskan pembentukan Kader Pembina Bela Negara bukan wajib militer namun merupakan program dari Kementerian Pertahanan sebagai perwujudan hak dan keajiban warga negara dalam pembelaan negara. Disampaikan program itu akan membentuk 4.500 kader pembina bela negara di 45 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia termasuk di Bali. Pelatihan bela negara akan diselenggarakan oleh satuan satuan pendidikan TNI di Rindam IX/Udayana. Para peserta pelatihan akan diasramakan selama 30 hari. (hms)






0 komentar:
Posting Komentar