KARANGASEM, Teropong
Amlapura – Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah diplenokan oleh KPUD
Karangasem sejumlah 382.924 pemilih sepertinya akan terus mengalami perubahan.
Sebab berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan KPU, ternyata di lapangan
masih ditemukan adanya pemilih ganda yang terselit dalam DPT. Oleh sebab itu,
KPU akan mencoret puluhan pemilih ganda yang ditemukannya tersebut.
“Berdasarkan laporan dari PPS di lapangan ditemukan ada 38 orang pemilih ganda
di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem dan 37 orang dari Desa Ulakan Kecamatan
Manggis,” Ujar Ketua KPUD Karangasem, Made Arnawa saat ditemui di Kantor KPUD
Karangasem, Senin (26/10/2015).
Arnawa yang
saat itu didampingi komisioner KPU divisi teknis Putu Deasy Natalia menyampaiakan
bahwa kemungkinan data pemilih ganda yang akan dicoret dari DPT akan terus bertambah.
Karena berdasarkan rekomendasi penwaslih ada 82 pemilih ganda yang masih
tersisa di DPT. “Kita juga dapat laporan dari Panwaslih bahwa masih ada 82
pemilih ganda di DPT, ada dari kecamatan Abang, Kecamatan Kubu, dari Selat dan
yang paling banyak ada di Desa Muncan 14 orang dan di Desa Talibeng 14 orang,”
ungkapnya membeber rekomendasi yang diberikan panwaslih Karangasem. Selain itu,
menurut Arnawa, yang lebih mengejutkan lagi bahwa tim pemenangan MasDipa memberikan
data bahwa menemukan adanya 14.400 pemilih ganda yang lolos dalam DPT. “Nah
temuan dari panwaslih dan MasDipa itu yang terus kita verifikasi ke lapangan
sampai tanggal 10 Noveber 2015 nanti,” ungkapnya. Pihaknya menyampaikan kendati
ditemukan nama dan tanggal lahir yang sama namun belum tentu itu orang terseut
adalah orang yang sama. “Saya pikir tidak sampai segitu (14.400), bisa jadi di
lapangan hanya namanya saja yang sama namun orangnya benar beda,” ungkapnya.
Pria asal Kubu itu menyampaikan setelah dicoret dari DPT, KPU tidak akan mengeluaran form C6
(surat panggilan untuk memilih) sehingga yang dicoret tidak akan bisa
mencoblos. Kendati yakin tidak akan ada kecurangan setelah tidak dicetakkan form
C6, namun pencoretan itu berpengaruh kepada partisifasi pemilih. “Karena angka
DPT tetap maka nanti akan kelihatan kalau partisifasi pemilih akan rendah
karena banyak yang dicoret dulu sebelum memilih,” ujarnya.
Terkait masih
banyak ditemukan adanya pemilih ganda yang lolos dalam DPT, Arnawa mengaku ada
kelalaian baik dalam pemutahiran data DP4 (Daftar
Penduduk Potesial Pemilih Pemilu) yang
dilakukan PPDP (Petugas Pemutahiran Data
Pemilih) maupun pemutahiran DPS (Daftar Pemilih Sementara) yang dilakukan oleh
PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang ada di masing-masing desa. “Kami akui bahwa
tidak masksimal dalam melakukan pemutahiran data dari bawah (PPDP dan PPS),”
pungkasnya. *







0 komentar:
Posting Komentar