Laman

Laman

Selasa, 27 Oktober 2015

Hasil Verifikasi KPU, Puluhan Pemilih Ganda Dicoret Dari DPT

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah diplenokan oleh KPUD Karangasem sejumlah 382.924 pemilih sepertinya akan terus mengalami perubahan. Sebab berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan KPU, ternyata di lapangan masih ditemukan adanya pemilih ganda yang terselit dalam DPT. Oleh sebab itu, KPU akan mencoret puluhan pemilih ganda yang ditemukannya tersebut. “Berdasarkan laporan dari PPS di lapangan ditemukan ada 38 orang pemilih ganda di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem dan 37 orang dari Desa Ulakan Kecamatan Manggis,” Ujar Ketua KPUD Karangasem, Made Arnawa saat ditemui di Kantor KPUD Karangasem, Senin (26/10/2015).
Arnawa yang saat itu didampingi komisioner KPU divisi teknis Putu Deasy Natalia menyampaiakan bahwa kemungkinan data pemilih ganda yang akan dicoret dari DPT akan terus bertambah. Karena berdasarkan rekomendasi penwaslih ada 82 pemilih ganda yang masih tersisa di DPT. “Kita juga dapat laporan dari Panwaslih bahwa masih ada 82 pemilih ganda di DPT, ada dari kecamatan Abang, Kecamatan Kubu, dari Selat dan yang paling banyak ada di Desa Muncan 14 orang dan di Desa Talibeng 14 orang,” ungkapnya membeber rekomendasi yang diberikan panwaslih Karangasem. Selain itu, menurut Arnawa, yang lebih mengejutkan lagi bahwa tim pemenangan MasDipa memberikan data bahwa menemukan adanya 14.400 pemilih ganda yang lolos dalam DPT. “Nah temuan dari panwaslih dan MasDipa itu yang terus kita verifikasi ke lapangan sampai tanggal 10 Noveber 2015 nanti,” ungkapnya. Pihaknya menyampaikan kendati ditemukan nama dan tanggal lahir yang sama namun belum tentu itu orang terseut adalah orang yang sama. “Saya pikir tidak sampai segitu (14.400), bisa jadi di lapangan hanya namanya saja yang sama namun orangnya benar beda,” ungkapnya.
      Pria asal Kubu itu menyampaikan setelah dicoret dari DPT, KPU tidak akan mengeluaran form C6 (surat panggilan untuk memilih) sehingga yang dicoret tidak akan bisa mencoblos. Kendati yakin tidak akan ada kecurangan setelah tidak dicetakkan form C6, namun pencoretan itu berpengaruh kepada partisifasi pemilih. “Karena angka DPT tetap maka nanti akan kelihatan kalau partisifasi pemilih akan rendah karena banyak yang dicoret dulu sebelum memilih,” ujarnya.
    Terkait masih banyak ditemukan adanya pemilih ganda yang lolos dalam DPT, Arnawa mengaku ada kelalaian baik dalam pemutahiran data DP4 (Daftar Penduduk Potesial Pemilih Pemilu) yang dilakukan  PPDP (Petugas Pemutahiran Data Pemilih) maupun pemutahiran DPS (Daftar Pemilih Sementara) yang dilakukan oleh PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang ada di masing-masing desa. “Kami akui bahwa tidak masksimal dalam melakukan pemutahiran data dari bawah (PPDP dan PPS),” pungkasnya. *


0 komentar:

Posting Komentar