Laman

Laman

Rabu, 21 Oktober 2015

Tradisi Terteran dan Usaba Guling Didaftarkan Hak Paten

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Kesenian asli Kabupaten Karangasem yaitu Terteran (Perang Api) dan Usaba Guling didaftarkan di Kementrian Kebudayaan untuk mendapatkan hak paten. Hak paten itu dimaksudkan bahwa nanti kesenian asli Karangasem itu tidak diklaim oleh Kabupaten atau daerah lain.
Adanya pendaftaran kesenian asli Kabupaten Karangasem tersebut ke kementrian Kebudayaan disampaikan oleh Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karangasem Ni Made Suradnyani. Pihaknya menyampaikan bahwa tahun 2015 ini ada dua tradisi kesenian asli Karangasem yang akan didaftarkan yaitu Kesenian Terteran (perang api) dan Ngusaba Guling. Terteran merupakan tradisi perang api yang dilakukan oleh warga di Desa Adat Jasri, Karangasem sedangkan Ngusaba Guling adalah ritual persembahan ribuan babi guling yang dilakukan di Pura Puseh Desa Adat Timrah, Karangasem.
Pihaknya menyampaikan baru dua tradisi itu didaftarakan karena pemkab memiliki kendala dalam pendanaan dan keterbatasan SDM dalam melakukan dokumentasi. “Karena dana terbatas dan personil yang kurang dalam melakukan dokumentasi maka tahun ini baru Terteran dan Ngusaba Guling saja yang didaftarkan,” ujar Suradnyani seusai acara sosialisasi pendafataran Tradisi Terteran dan Ngusaba Guling di aula Pemkab Karangasem, Rabu (21/10) kemarin.

        Lebih lanjut Suradnyani menjelaskan bahwa jika mendaftarkan hak paten ke Kementrian Kebudayaan perlu persiapan dukumen dan video kegiatan tradisi secara lengkap dari awal sampai akhir dan perlu juga pernyataan bahwa tradisi itu tidak dilakukan di daerah lain agar nanti tidak ada protes dan masalah yang bisa jadi sengketa. “Untuk siapkan dokumen dan video tidak gampang, butuh dana, waktu, dan persiapan yang matang,” tuturnya. Pihaknya menyampaikan masih ada belasan tradisi dan kesenian asli Karangasem yang masih antri untuk didaftarkan yaitu Geret-Geretan Pandan asli Tenganan, Gebug Ende Seraya, Genjek, Gamelan Selonding, lontar, usaba mumu, usaba bantal, dan lain sebagainya. (jurnalis-TA)

0 komentar:

Posting Komentar