KARANGASEM, Teropong Amlapura – Gara-gara meminum
racun ikan jenis potassium sianida, Ni Wayan Oka (45) tewas meregang nyawa, Selasa
(27/10) kemarin. Oka yang merupakan pengusaha salon kecantikan di Kota Amlapura
tersebut sempat dibawa ke UGD RSUD Karangasem sekitar pukul 03:52 Wita. Namun sayang
nyawanya tidak tertolong karena racun sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. Ibu
dua anak itu meninggal karena keracunan hebat hingga mulut dan hidungnya
mengeluarkan busa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban
yang tinggal di Banjar Dinas Saren Kangin, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem,
Karangasem tersebut pertama kali diketahui keracunan oleh anaknya Ni Putu
Citrawati (17) sekitar pukul 03:00 pagi. Citrawati yang tidur dengan korban terkejut
ketika melihat ibunya mendesis-desis mengeluarkan busa dari mulut dan hidungnya.
Citrawati yang masih duduk di kelas 2 SMA itu pun menyampaikan peristiwa itu
kepada bibinya sehingga korban dilarikan ke RSUD Karangasem untuk mendapat
pertolongan. Namun sesampainya di RSUD Karangasem korban dinyatakan sudah tidak
bernyawa.
Ditanya tentang penyebab korban meminum
racun, Citrawati mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu,” ujarnya saat ditemui di
UGD RSUD Karangasem. Begitu juga dengan suami korban I Ketut Suda (47) yang
menyampaikan tidak memiliki masalah apapun dengan korban sehingga dia tidak
tahu alasan istri keduanya itu nekat minum racun. “Saya tidak tahu (alasan
korban bunuh diri), saya tidak memiliki masalah dengan istri saya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Bebandem APK Gede
Juli menyampaikan bahwa korban meninggal memang karena keracunan potassium.
“Korban memakan potassium yang dicampur dengan nasi, ditemukan sisa potassium
di dalam kamar korban,” ujarnya. Ditanya tentang penyebab korban meminum
potassium diduga karena memiliki masalah keluarga. Korban yang merupakan istri
kedua memang sempat cekcok mulut sehari sebelumnya dengan suaminya. Namun itu
tidak dapat dijadikan alasan karena memang tidak ditemukan tanda-tanda
kekerasan dalam tubuh korban yang mengarah pada pembunuhan atau penganiayaan.
“Korban murni meninggal karena minum racun sendiri,” pungkasnya. *







0 komentar:
Posting Komentar