Laman

Laman

Rabu, 28 Oktober 2015

Cekcok dengan Suami, Istri Tewas Minum Potassium

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Gara-gara meminum racun ikan jenis potassium sianida, Ni Wayan Oka (45) tewas meregang nyawa, Selasa (27/10) kemarin. Oka yang merupakan pengusaha salon kecantikan di Kota Amlapura tersebut sempat dibawa ke UGD RSUD Karangasem sekitar pukul 03:52 Wita. Namun sayang nyawanya tidak tertolong karena racun sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. Ibu dua anak itu meninggal karena keracunan hebat hingga mulut dan hidungnya mengeluarkan busa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang tinggal di Banjar Dinas Saren Kangin, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem tersebut pertama kali diketahui keracunan oleh anaknya Ni Putu Citrawati (17) sekitar pukul 03:00 pagi. Citrawati yang tidur dengan korban terkejut ketika melihat ibunya mendesis-desis mengeluarkan busa dari mulut dan hidungnya. Citrawati yang masih duduk di kelas 2 SMA itu pun menyampaikan peristiwa itu kepada bibinya sehingga korban dilarikan ke RSUD Karangasem untuk mendapat pertolongan. Namun sesampainya di RSUD Karangasem korban dinyatakan sudah tidak bernyawa.
      Ditanya tentang penyebab korban meminum racun, Citrawati mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu,” ujarnya saat ditemui di UGD RSUD Karangasem. Begitu juga dengan suami korban I Ketut Suda (47) yang menyampaikan tidak memiliki masalah apapun dengan korban sehingga dia tidak tahu alasan istri keduanya itu nekat minum racun. “Saya tidak tahu (alasan korban bunuh diri), saya tidak memiliki masalah dengan istri saya,” ungkapnya.
    Sementara itu, Kapolsek Bebandem APK Gede Juli menyampaikan bahwa korban meninggal memang karena keracunan potassium. “Korban memakan potassium yang dicampur dengan nasi, ditemukan sisa potassium di dalam kamar korban,” ujarnya. Ditanya tentang penyebab korban meminum potassium diduga karena memiliki masalah keluarga. Korban yang merupakan istri kedua memang sempat cekcok mulut sehari sebelumnya dengan suaminya. Namun itu tidak dapat dijadikan alasan karena memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban yang mengarah pada pembunuhan atau penganiayaan. “Korban murni meninggal karena minum racun sendiri,” pungkasnya. *

0 komentar:

Posting Komentar