foto: ribuan krama Desa Adat Kesimpar, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem melakukan upacara melasti ke Segara (pantai) Bebayu
KARANGASEM,
Teropong Amlapura – Ribuan krama Desa Adat Kesimpar, Kecamatan Abang, Kabupaten
Karangasem melakukan upacara melasti ke Segara (pantai) Bebayu yang terletak di
Desa Laba Sari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Minggu (25/10) kemarin.
Tidak kurang dari 2 ribu warga mengikuti prosesi melasti yang memakan jarak
tempuh sekitar 15 Km tersebut.
Krama
desa yang terdiri dari 20 banjar adat tersebut membentuk iring-iringan
sepanjang 1 Km membawa 85 jempana (joli) yang dipikul beramai-ramai ke pantai
dengan berjalan kaki. Krama juga membawa Kober, Tunggul, dan Tumbak yang ikut
disucikan dalam prosesi melasti tersebut. Uniknya yang mengikuti melasti ini
hanyalah kaum pria. Sementara kaum perempuan telah menunggu di pinggir pantai
sehingga Segara Bebayu menjadi lautan manusia.
Sesampainya
di Segara Bebayu dilakukan persembahyangan bersama. Persembahyangan diikuti
sekitar 4 ribu orang sebab hampir seluruh krama desa Adat Kesimpar yang berasal
dari wilayah 4 Desa Dinas, yaitu Desa Simpar, Desa Abang, Desa Pidpid, dan Desa
Nawa Kerti mengikuti prosesi melasti yang dilaksanakan setahun sekali tersebut.
Kendati panas terik matahari sekitar pukul 11:00 Wita tidak menjadi halangan
warga untuk melakukan persembahyangan di pinggir pantai Bebayu tersebut.
Bendesa Adat Kesimpar, I Mede Sujana saat ditemui di pantai Bebayu
menyampaikan melasti dilakukan dalam rangka Ngusaba Kelima yang puncaknya jatuh
pada Hari Purnama, Selasa (27/10). Sujana menyampaikan melasti dilakukan untuk
menyucikan pratima Ida Betara sebelum nantinya diupacarai di Pura Puseh.
“Setelah melasti, Ida Betara mekabehan (dari 85 Jempana) akan nyejer di Pura
Puseh Kesimpar untuk digelar upacara ngusaba kelima” Ungkapnya. (jurnalis-TA)







0 komentar:
Posting Komentar