Laman

Laman

Senin, 20 Oktober 2014

Lagi, 10 Hektare Hutan Lindung Di Gunung Agung Terbakar

AMLAPURA – Kebakaran hutan lindung di lereng Gunung Agung kembali terjadi. Setelah sebelumnya kebakaran dahsyat menghanguskan 20 hektare hutan lindung di Dusun Batu Dawa Kaje, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem Selasa (23/9) lalu, kali ini kebakaran terjadi di hutan lindung di Munduk Glagah, Banjar Dinas Pule, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (18/10) kemarin. Kebakaran tersebut diperkirakan meludeskan sekitar 10 hektare hutan lindung di lokasi yang merupakan daerah perbukitan. Bahkan kebakaran yang baru diketahui sekitar pukul 14:00 Wita tersebut sempat mengancam Pura Puseh Pule yang sudah sekitar 50 meter dari titik api. Beruntung tim gabungan pemadam kebakaran, polisi hutan, bersama tim BPBD Karangasem dibantu masyarat setempat dengan sigap memadamkan api sehingga tidak sempat membakar areal pura.
Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) Rendang, I Wayang Tunas saat dikonfirmasi Minggu, (19/10) kemarin menyampaikan bahwa kebakaran yang terjadi di Munduk Gelagah sulit diatasi karena lokasi kebakaran berada di daerah perbukitan. Lokasi yang sulit dijangkau kendaraan membuat tim pemadam dari BPBD Karangsaem tidak bisa menggunakan mobil pemadam. Begitu pula tim BPBD Klungkung yang hendak membantu memadamkan api terpaksa hanya diam di bawah lereng. Lokasi kebakaran yang ada di wilayah atas mengharuskan tim berjalan kaki sekitar 1 km untuk mencapai TKP. “Lokasi kebakaran sulit dijangkau sehingga api susah dipadamkan” akunya. Setelah lebih dari 5 jam tim berusaha memadamkan api, kebakaran baru bisa dijinakan sekitar pukul 19:30 Wita.
    Tunas menyampaikan bahwa api sulit diatasi karena pemadaman yang dilakukan hanya secara manual dan dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) seadanya. Terlebih lagi api cepat membesar dan merembet karena saat kejadian ada angin kencang. Namun pihaknya tidak berani memastikan penyebab kebakaran apakah karena factor alam atau karena ulah manusia. Yang jelas hutan lindung di lereng Gunung Agung memang setiap tahun langganan kebakaran ketika musim kemarau tiba.

Minggu, 19 Oktober 2014

Ambil Formulir Pedaftaran Calon Bupati Karangasem, Sumiati Dikawal Hanoman dan Monyet Hitam

AMLAPURA – Pengambilan formulir pendaftaran penjaringan calon Bupati Karangasem yang dilakukan oleh NI Negah Sumiati tergolong unik. Beda dengan para pengambil formulir sebelumnya, Sumiati dalam mengambil formulir, Minggu (19/10) kemarin pihaknya dikawal oleh sosok Hanoman (monyet putih) dan Monyet Hitam. Sontak hal itu membuat terkejut pengguna jalan raya yang kebetulan lewat di jalan Ayani Amlapura tepat di depan kantor secretariat DPC PDIP Karangasem. Baru turun dari mobilnya, pemilik dari THE SUMIATI CENTER tersebut disambut oleh 2 barung gamelan baleganjur dan tarian hanoman yang mempersilakan masuk kedalam kantor DPC PDIP. Sumiati juga ditemani oleh sekitar 300 orang warga yang diklaimnya sebagai pendukung simpatisan dari berbagai kalangan yang akan mengantarkannya menuju kursi karangasem satu. Tidak itu saja, Hanoman dan Gamelan Baleganjur yang dimainkan oleh dua sekea baleganjur anak-anak dari Desa Selat Duda dan Banjar Langsat Desa Rendang tersebut terus mengiringi aktivis LSM Tresna Yadnya tersebut sampai masuk ke dalam alua DPC PDIP. 

Sampai di dalam aula, Sumiati tetap dikawal hanoman dan monyet hitam tersebut kendati sudah diterima oleh Ketua DPC PDIP Karangasem, I Gede Dana dan Ketua tim pejaringan calon bupati dan wakil bupati Karangasem, I Nyomam Oka Antara. Setelah sekitar satu jam di DPC, Sumiati kemudian mendapatkan formulir dan terdaftar sebagai orang yang ke-11 yang mengambil formulir penjaringan bupati dan wakil bupati Karangasem dari PDIP tersebut.
      Sumiati yang juga tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Bali dari PDIP tersebut mengaku bahwa keikutsertaan hanoman dan monyet hitam serta iringan 2 barung gamelan baleganjur yang dibawayanya murni sebagai wujud atraktif seni dari masa pendukungnya. Kendati demikian jika dianalogikan, Hanoman dipercaya sebagai monyet putih yang membantu Sri Rama untuk mencapai Alengka dan berhasil menegakkan Dharma, begitu juga kemungkinan dapat dianalogikan Hanoman yang dibawa Sumiati dapat menolongnya menuju ke tahta Bupati Karangasem.

Istri dari I Nengah Parwatha tersebut mengaku ikut mengajukan diri sebagai calon bupati karangasem karena dorongan dari kalangan masayarakat bawah. “Saya di sini karena didorong oleh kalangan masyarakat untuk maju sebagai calon bupati” ujar sumiati seusai acara pengambilan formulir. Sumiati mengaku bahwa pemerintahan saat ini butuh sosok pemimpin dari kalangan perempuan untuk bisa memajukan daerah karangasem yang dinilinya masih memiliki tingkat kemiskinan sangat tinggi. “Kalau masyarakat Karanagsem ingin lepas dari kemiskinan, kini saatnya milih pemimpin dari kalangan perempuan” ungkapnya.  Disampaikan bahwa sosok perempuan dipandang mampu akan mengurus pemerintahan dengan baik karena sebagai seorang ibu sudah biasa mengurus hal-hal yang berat. Pihaknya pun yakin akan direkomendasikan oleh DPP PDIP mengingat ketua umum Ibu Megawati adalah sosok perempuan. “Ibu Mega kan juga sosok wanit jadi beliau tahu bagaimana jika memberikan kesempatan kepada wanita” ungkapnya. 
      Sementara itu, Ketua DPC PDIP Karangasem, I Gede Dana menyampaikan proses tahapan penjaringan untuk jadi calon bupati atau wakil bupati karangasem adalah melalui proses administrasi di tingkat DPC, DPD, dan baru ditentukan oleh DPP. “Nanti mohon administrasinya, baik Izasah, KTP, kartu anggota dan lain-lainnya dikumpul sebelum tanggal 27 Oktober” ungkapnya. Manta Ketua DPRD Karangasem tersebut menyampaikan bahwa pemilihan Bupati Karangasem diperkiran akan dilaksanakan sekitar bulan September 2015. 
    Oleh sebab itu, waktu yang masih tersisa nantinya akan dipakai oleh DPP untuk melakukan survey terhadap calon yang masuk baru kemudian ditentukan siapa yang diputuskan dari hasil survey yang dilaksanakan. “Nanti DPP akan menetukan calon berdasarkan hasil survey yang dilakukannya” ujar Dana. Gede Dana mengharapkan jika nanti tidak dipilih atau direkomendasi sebagai calon, pihaknya mengharapkan agar jangan marah (Ngambul). “Nanti kalau misalnya tidak terpilih jadi calon diharapkan jangan ngambul, sehingga keluar tidak mendukung PDI Perjuangan” ungkapnya. Diharapkan kader PDIP atau dari yang non partai yang ikut penjaringan tetap percaya pada ideologi atau pandangan partai PDIP dalam memimpin masayarakt karangasem ke arah yang lebih baik.
    Sementara itu, berdasarkan data yang diterima hingga Minggu (19/10 ) kemarin sudah 11 orang yang mendaftar di tim penjaringan di DPC PDIP. Dari data tersebut ada 5 orang yang mendaftar sebagai bupati dan 6 orang mendaftar sebagai calon wakil bupati. Yang mendaftar sebagai bupati antara lain AA Bagus Ngurah, I Gusti Ayu Mas Sumantri, I Gusti Bagus Agung Sutedja, I Kadek Ageng Puja Astawa, dan Ni Nengah Sumiati. Sementara yang mengambil formulir calon Wakil Bupati adalah I Wayan Suastika, I Negah Rata, I Gede Sudarma, I Wayan Pandu Prapanca Lagosa, Nyoman Pasek, dan I Wayan Artadipa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, I Gede Dana dan I Wayan Sudirta juga dikabarkan akan ikut mengambil formulir pendaftaran calon bupati karangasem.


Jumat, 17 Oktober 2014

Pendapatan Pajak Galian C Masih Prioritas di Karangasem

AMLAPURA – Pendapatan dari sektor galian C nampaknya masih menjadi prioritas utama dari pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menggenjot PAD (Pendapatan Asli Daerah). Pasalnya Pajak Galian C untuk tahun 2014 dipatok sebesar 78 Miliar Rupiah. Jumlah tersebut jika dipersentase sebesar 62% dari total pajak daerah yang ditaget sebesar 127 miliar rupiah. Dengan demikian, Karangasem tidak bisa berbuat banyak jika galian C ditutup apalagi habis sebab sektor lain hanya menyumbang 38% atau sekitar 49 miliar rupiah.
Kepala Dispenda Kabupaten Karangasen, I Nengah Toya saat ditemui Senin (6/10) kemarin menyampaikan bahwa pajak dari sektor galian C memang lebih besar dari sektor lainnya karena potensi pasir dan batu yang diangkut untuk keperluan bahan bagunan itu dikenakan faktur pembayaran pajak senilai 70 ribu rupiah per meter kbik. Dalam seharinya ada sekitar 1700 truk yang lewat hilir mudik mengambil material di galian C yang tersebar di 4 kecamatan di Karangasem yaitu di Kecamatan Kubu, Rendang, Bandem, dan Selat.
        Namun belakangan Toya pun mulai sedikit resah karena 5 galian C tak berizin sudah disegel oleh Tim Yustisi bersama Sat Pol PP Karangasem bulan lalu. Tim pun berencana menyegel 3 usaha galian C lainnya yang ada di Kecamatan Selat dan Rendang juga karena alasan tak punya izin. Kendati demikian pihaknya yakin realsisasi pajak 78 Miliar rupiah bisa dicapai walaupun sampai Semptember 2014 baru 58 Miliar Rupiah pajak galian C yang baru terkumpul. I Negah Toya optimis target tersebut bisa tercapai. “Walaupun jumlahnya jauh lebih besar dari tahun sebelumnya namun kita harus optimis” ujarnya yang menyampaikan bahwa tahun 2013 pendapatan pajak galian C senilai 60 Miliar rupiah.
   Pihaknya pun akan melakukan strategi mengantisifasi kebocoran yang ditudingkan kerap terjadi di galian C sehingga banyak pajak yang tidak masuk ke kas Pemerintah. Oleh sebab itu, pihaknya mengaku akan memberdayakan dan meperketat pengawasan di galian C dengan memaksimalkan 80 orang pegawainya. “Saya sudah suruh perketat pengawasan di portal yang dijaga 24 jam oleh 80 orang pegawai” ungkapnya. Sementara disinggung pengawasan dengan CCTV, pihaknya pun mengaku belum bisa melaksanakan hal itu sebab dari 4 CCTV yang sempat dipasang di portal galian ternyata saat ini sudah tidak berfungsi karena dirusak oleh oknum yang tidak bertanggngjawab. “Kalau CCTV itu sudah rusak, tahun depan baru kita anggarkan lagi” pungkasnya. 


Geng Motor Keroyok Seorang Sopir dan Rusak Mobil Pick Up

AMLAPURA – Keberadaan Genk motor yang semakin marak di Karangasem kini mulai memakan korban. Aktifitas genk yang kerap menggunakan jalanan umum sebagai tempat untuk ngumpul-ngumpul dan trek-trekan tentu mengganggu pengguna jalan raya yang lain. Akibat ditegur, sekelompok orang yang diduga merupakan anggota geng motor pun geram lalu mengeroyok  seoorang pengendara mobil yang kebetulan lewat di lokasi tempat genk itu berkumpul. Adalah I Wayan Miska (29) yang menjadi korban pengeroyokan tersebut. Sopir yang berasal dari Dusun Batudawa Kelod, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu tersebut dikeroyok sekitar lima orang di jalur Amlapura – Singaraja tepatnya di Banjar Dinas Batudawa Kelod, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Kamis (17/10) lalu. Akibat kejadian tersebut Miska pun mengalami luka lebam pada wajah dan sakit pada telinga kiri. Selain itu, mobil carry pick up miliknya pun tidak luput dari amarah genk motor sehingga pintu samping mobilnya penyok karena dipukul dengan rantai.
Berdasarkan informasi  yang dihimpun, kejadian berawal sekitar pukul 18:00 Wita ketika Wayan Miska datang dari arah Singaraja mengendari mobil pick up miliknya untuk pulang ke rumahnya yang hanya 500 meter dari TKP. Ia pun turun dari mobilnya melihat situasi karena saat itu lalu lintas jalan di lokasi sangat macet. Saat itulah dirinya dihampiri oleh seorang yang diketahui bernama Bolit. Bolit tiba-tiba galak ketika ditegur tetang apa yang terjadi sehingga jalanan di lokasi macet.  
    Bolit tiba-tiba marah sambil berkata-kata kasar dan juga menuding-nuding dengan tampang yang galak. Miska pun mencoba menangkan situasi dengan berkata “Gimana ini kok galak-galak, pelan-pelan dulu saya orang asli sini” ujarnya. Bolit seakan tak peduli dan berkata “Biar dari manapun akan saya bunuh” jawabnya geram sambil mengeluarkan rantai besi. Setelah melihat Bolit dan Miska bersitegang, teman-teman Bolit sesama genk motor pun ramai-ramai mendekati Miska. Tanpa basi-basi kemudian Bolit dan teman-temannya secara beramai-ramai memukuli sang sopir malang tersebut. Mobil korban pun tak luput dari amuk genk motor yang memang kerap nongkrong di jalanan di daerah Tulamben. Akibat kejadian itu, Miska mengalami luka lebab di wajah dan rasa sakit di telinga sehingga perlu mendapatkan perawat di Puskesmas Kubu. Selain itu, mobil korban juga mengalami kerusakan pada pintu dan kaca sebelah kiri.
     Sementara itu, Kapolsek Kubu, AKP Nengah Muliadi saat dikonfirmasi Jumat (17/10) kemarin mengaku masih menyelidiki kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh genk motor tersebut. Pihaknya mengaku masih berusaha mencari nama-nama para pelaku pengeroyokan dengan meminta keterangan sejumlah saksi yang saat itu ada di lokasi. “Kasusnya masih lidik, para pelaku masih kita kejar, saat ini kita masih mengumpulkan data dari sejumlah saksi yang ada di lokasi” ungkapnya.

Unsur Pimpinan DPRD Karangasem Dilantik I Negah Sumardi Jadi Ketua DPRD Karangasem 2014-2019

AMLAPURA – I Nengah Sumardi yang sebelumnya diplot sebagai ketua sementara DPRD Karangasem akhirnya menjadi ketua DPRD definitif setelah acara pelantikan dan pengambilan sumpah Jabatan Pimpinan Dewan, Rabu (15/10) kemarin. Politisi Golkar yang juga merupakan adik kandung dari Bupati Karangasem I Wayan Geredeg tersebut resmi menjadi ketua DPRD setelah melakukan sumpah jabatan dan penandatangann berita acara pelantikan. Selain itu penegasan Sumardi jadi ketua DPRD ditandai seremonial pemberian palu pimpinan DPRD Karangasem yang diserahkan oleh ketua DPRD yang lama, I Gede Dana kepada Nengah Sumardi.
Adik ke-9 dari Bupati Geredeg itu dilantik bersama 3 wakil ketua  lainnya yaitu I Wayan Wirta dari PDIP, I Nyoman Karya Kartika dari Partai Demokrat dan Ida Bagus Adnyana dari Partai Gerindra. Acara pelantikan yang dilaksanakan di lantai tiga gedung DPRD Karangasem tersebut dihadiri oleh Wabup Sukerana, jajaran muspika Karangasem, Kepala SKPD dan tamu undangan lainnya. Sayang Bupati Geredeg tidak bisa menghadiri acara karena masih ada urusan ke Jepang menyangkut masalah tenaga magang asal Karangasem yang ada di Jepang.
    Nengah Sumardi yang sudah sekitar 6 tahun jadi anggota DPRD tersebut menyampaikan bahwa pihaknya setelah menjadi ketua DPRD definitif akan mendorong secepatnya pembentukan alat kelengkapan dewan. “Yang paling awal yang akan dilakukan adalah pembentukan alat kelengkapan dewan” ujarnya. Diakui bahwa alat kelengkapan dewan yang terdiri dari Bamus, Baleg, BK, dan 4 Komisi di DPRD harus segera terbentuk agar bisa melaksanakan hak dan wewenang DPRD sebagai lembaga legislasi, kontrol, dan buggeting.  
       Dijelaskan sebab sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku bahwa orang alat kelengkapan dewan dapat dikatakan sebagai pondasi dari pekerjaan dewan di DPRD. Untuk itu Sumardi mengaku akan segera bersurat kepada pimpinan fraksi untuk memilih anggota-anggotanya yang akan duduk di dalam setiap alat kelengkapan dewan. Sumardi menenuturkan bahwa dari 4 komisi yang ada setiap praksi berkewajiban memberikan anggotanya. Dari 45 Anggota DPRD Karangasem tersebut akan dibagi menjadi 4 yaitu komposisi 10:10: 10:11, dengan pertimbangan bahwa unsur pimpinan tidak boleh merangkap anggota komisi. 
      Selain Komisi pihaknya juga menyarankan fraksi untuk memilih anggota untuk duduk di Baleg, Bamus, dan BK. “Minggu ini kita bersurat mudah-mudahan awal November sudah bisa terbentuk” ungkapnya. Namun pihaknya enggan berkomentar masalah koalisi yang akan dibentuk untuk menyapu bersih unsur pimpinan pada alat kelengkapan dewan. “Nanti pasti ada lobi-lobi dari fraksi dan pimpinan partai, sekaranga kita belum tahu” ungkapanya.

Wisatawan Prancis Terpeleset Ketika Mendaki Gunung Agung

AMLAPURA – Seorang wisatawan Prancis bernama Gael Gingls (28) dikabarkan terpeleset saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Kamis (16/10) kemarin. Akibat musibah tersebut, Gael tidak bisa melanjutkan perjalanan untuk balik turun karena kaki kirinya mengalami luka keseleo. Sementara saat pendakian wisatawan yang baru pertama kali ke puncak Gunung Agung tersebut hanya ditemani seorang pemandu yaitu I Made Laba (30) asal desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem. Karena wisatawan yang ditemaninya tidak bisa melanjutkan perjalanan turun, Laba kemudian melaporkan hal tersebut kepada Pos Sar Karangasem untuk mendapatkan pertolongan.
Berdasarkan Informasi yang dihimpun, awalnya Gael dan Laba melakukan perjalanan pendakian ke Gunung Agung sekitar pukul 24:30 Wita. Perjalanan dimulai dari Pura Pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Redang. Setelah selesai menikmati indahnya sun rise di puncak Gunung Agung dua orang tersebut kemudian kembali sekitar pukul 07:00 Wita. 

    Namun baru setengah jam perjalanan sekitar satu kilometer dari puncak gunung tiba-tiba Gael terpeleset sehingga kakinya keseleo. Beruntung Gael tidak sampai masuk jurang. Namun karena kaki keseleo yang dialaminya cukup parah, wisatawan asal Prancis tersebut harus tidak bisa berjalan.  Sementara Laba yang hanya seorang diri mengantarnya tidak bisa berbuat banyak karena tubuh sang wisatawan jauh lebih besar tubuhnya sehingga tidak mampu untuk meenggendong sampai ke bawah.
    Sementara itu, Kepala Pos SAR Karangasem, Fathur Rachman menyampaikan bahwa pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada seorang wisatawan asal Prancis mengalami kecelaakaan di Gunung Agung ketika melakukan pendakian. Oleh sebab itu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk bergerak guna mengevakuasi korban. Tim evakuasi yang merupakan tim gabungan tersebut bergerak sekitar pukul 10:00 Wita. Pihaknya menyampaikan bahwa tim yang naik ke atas untuk melakukan evakuasi berjumlah 32 orang yang terdiri dari 8 orang BASARNAS, 10 orang dari tim SAR dan BPBD Karangasem, 5 orang dari tim Sabara Polda Bali, 5 orang Brimob, dan  4 orang pemandu pendakian. 
   Pihaknya menyampaikan mulai berangkat ke atas dari Dusun Temukus, Desa Besakih, Karangasem. Disampaikan bahwa korban saat itu berada di ketinggian 2700 meter di atas permukaan laut. Setelah melakukan proses evakuasi selama 10 jam korban tiba di Pos Pendakian di Pasar Agung dengan selamat pukul 20:30 Wita. Korban pun kemudian dibawa ke RS Sanglah untuk mendapatkan perawatan.



Karangasem Diguncang Isu HIV AIDS Diduga Disebarkan oleh Dua Cewek Cantik

AMLAPURA – Isu tentang penyebaran virus HIV AIDS di Karangasem belakangan ini semakin santer setelah adanya dugaan dua cewek cantik yang sengaja menawarkan diri untuk diajak berkencan kepada siapapun yang ditemuinya. Belakangan tersiar kabar cewek ABG yang diduga telah terjangkit virus HIV AIDS tersebut telah berhasil menyebarkan penyakitnya itu kepada sedikitnya 30 orang lelaki. Pasalnya 2 cewek yang berstatus kakak adik tersebut konon dengan mudah diajak bercinta. Isu itu berkembang sejak ada hiburan malam di Kecamatan Abang dan Kecamatan Kubu sekitar satu bulan lalu. Dalam acara hiburan malam tersebut si cewek sengaja mencari “mangsa” pemuda-pemuda ABG dan anak sekolahan yang mencoba mendekatinya. Bahkan berdasarkan kabar yang dihimpun si cewek pernah digarap oleh 10 orang sekaligus dalam satu malam.
Yang lebih meyakinkan bahwa si cewek sebagai orang yang menyebarkan virus HIV AIDS adalah karena si cewek sengaja mengirim pesan singkat kepada si cowok yang baru habis diajaknya berkencan yang isinya menyampaikan selamat bergabung di komunitas kami.  Secara gamblang pesan itu dapat diartikan selamat bergabung di komunitas orang-orang terkena virus AIDS. Akibatnya sekitar 30-an orang yang diduga pernah berkencan dengan dua cewek tersebut langsung drof dan defresi. Banyak diantaranya bahkan dikabarkan tidak berani keluar rumah karena malu. Selain itu, mereka juga mulai dijauhi dan tidak diajak bergaul oleh masyarakat setempat.
     Wakil Bupati Karangasem, I Made Sukerana saat ditemui Rabu (15/8) kemarin menyampaikan bahwa dirinya juga mendengar isu tentang adanya dua cewek ABG yang diduga menyebarkan virus HIV AIDS. “Isu tersebut (Cewek penyebar virus HIV AIDS) memang saya dengar, tapi laporan secara resmi dari bawah belum ada” Ujar Sukerana. Wabup yang juga sebagai ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) menyampaikan bahwa pihaknya tidak berani secara gegabah melakukan tindakan untuk mengamankan orang atau menangkap dan mencurigai orang telah terkena virus HIV AIDS tanpa bukti yang jelas. Sukerana mengaku perlu adanya kerjasama dengan pihak kepolisian dan tentunya masyarakat untuk bersama-sama dalam mengatasi permasalahan tersebut. “Jika memang itu ada nanti saya akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mencarinya (2 cewek penyebar virus) untuk diperiksa apakah benar terkena virus atau tidak” tuturnya.
     Selain itu, Sukerana juga menyampaikan kepada masyarkaat yang anaknya atau keluarganya yang depresi karena pernah berhubungan badan dengan cewek yang diduga AIDS agar bertemu dengan dirinya untuk dicek dan diobati. “Yang defresi bisa langsung temui saya nanti biar dicek dan kalau kena (HIV AIDS) saya obati” Ujarnya seraya menyampaikan bahwa obat untuk penangkal Virus HIV AIDS sudah ada. Pihaknya pun menyampaikan bahwa dengan defresi dan mengurung diri tidak menyelesaikan masalah. “Lebih baik lapor supaya diperiksa dan kelihatan jelas” sarannya.
     Pelu diketahui bahwa penderita virus HIV AIDS di Karangasem untuk tahun 2014 sudah mencapai 363 orang. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2013 dimana yang terdata hanya 313 orang. Oleh karena itu, sudah semestinya seluruh pihak waspada agar penyebaran virus HIV AIDS di Karangasem tidak terus menyebar.