Laman

Laman

Senin, 12 Januari 2015

Wabup Sukerana Berpesan Tahun 2015 Pelayanan Terhadap Publik Harus Lebih Optimal

AMLAPURA – Dalam sisa kepemimpinannya yang masih 6 bulan, Wabup Karangasem I Made Sukerana mengingatkan kepada  pegawai jajaran Pemkab Karangasem agar di tahun 2015 lebih giat meningkatkan kinerja, lebih disiplin dan selalu melakukan pelayanan publik secara optimal dan maksimal. “Saya berharap di tahun 2015 ini semuanya bekerja lebih baik dari tahun sebelumnya, pelayanan terhadap public harus lebih optimal” Pesan Sukerana di hadapan ratusan PNS di lingkungan pemkab karangasem saat apel bendera di  lapangan tanah Aron, Senin (5/1) kemarin.
Sukerana yang bertindak sebagai Inspektur Ucapara dalam apel tersebut mengingatkan bahwa penilaian dari ombudsmen tentang pelayanan public di beberapa SKPD masih rendah sehingga perlu mendapatkan perhatian yang serius. Oleh karena itu, pihaknya meminta seluruh SKPD melakukan evaluasi kegiatan secara optimal guna dapat terwujudnya produktifitas kerja terhadap public. Tentu diharapkan dengan tetap berpedoman kepada peraturan serta mekanisme yang berlaku agar mampu meminimalisir permasalahan. “Apa yang kemarin dilakukan semuanya harus dievaluasi, apa yang kurang dan tidak baik tahun ini tidak boleh terjadi lagi” tegasnya.
Di sisi lain, Sukerana juga menyorot masalah pembangunan Karnagasem yang dimulai dari bidang pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa. Disampaikan bahwa arah kebijakan nantinya diarahkan guna terwujudnya pemberdayaan  kesejahteraan  keluarga, membangun partisipasi dan keswadayaan masyarakat, mengembangkan usaha ekonomi masyarakat dan penanggulangan kemiskinan dan memberdayakan kawasan pedesaan melalui pengembangan prasarana/sarana dan kawasan pedesaan. “Nanti kebijakan diarahkan untuk pemanfaatan sumber daya yang ada dan pemanfaatan teknologi tepat guna serta meningkatkan kapasitas pemerintahan desa dan penguatan kelembagaan pemerintahan desa” ujarnya..
          Disamping itu,  Sukerana mengungkapkan dalam pelaksanaan pembangunan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa, ada tantangan yang perlu diantisipasi. Seperti masih terbatasnya penyediaan infrastruktur di pedesaan, masih banyaknya rumah tangga misin (RTM) yang membutuhkan penanganan mendesak, terbatasnya kemampuan aparat desa dalam menyusun perencanaan komprehensif dan masih rendahnya tingkat pendidikan mayarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut kebijakan yang diambil adalah peningkatan sarana dan prasarana pendukung serta meningkatkan penyuluhan-penyuluhan dan pelatihan, pendataan rumah tangga miskin dan mendorong penanganannya di semua sektor. “Tantangan memang besar, namun kita semua harus berusaha bekerja semaksimal mungkin untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Karangasem” ungkapnya. *


Sekolah Tak Aman, Sebulan 3 SD Kemalingan

AMLAPURA - Sekolah-sekolah di Karangasem kini mulai tidak aman. Pasalnya belum ada satu bulan sudah ada tiga sekolah yang kemalingan. Pencuri sepertinya menyasar sekolah SD yang ketika malam hari tidak dijaga oleh satpam. Rupanya maling kali ini lebih professional daripada polisi mengingat sampai saat ini polisi masih belum menemukan tanda-tanda jejak dari pelaku.
Begitu juga dengan kemalingan yang terjadi di SDN 1 Subagan, Senin (5/1) kemarin. Di sekolah yang lokasinya berada di Banjar Werdi Guna, Lingkungan Jasri Kaler, Kelurahan Subagan, Karangasem tersebut polisi masih juga tidak menemukan tanda-tanda dari bekas pelaku baik itu dari adanyanya saksi yang melihat sampai pencarian sidik jari.  Pelaku diduga melakukan aksinya malam hari sehingga tidak ada yang melihat dan menggunakan selop tangan agar tidak meninggalkan jejak.  Akibatnya di sekolah ini pencuri membawa kabur 1 buah amlipyer, 1 buah Kamera DSLR, dan 1 LCD proyektor yang ditaksir bernilai Rp.25 Juta rupiah.
          Sampai saat ini jajaran kepolisian baik itu Polsek Kota maupun Unit Reskrim Polres Karangasem masih terus melakukan lidik untuk menemukan sang pencuri. “Ya memang sudah tiga sekolah yang mengalami pencurian, pelakunya masih dalam lidik, tentu kami berusaha untuk menemukan pelakunya” Ujar Kaposek Kota, Kompol IB Nyoman Budiasa saat dikonfirmasi, Senin (5/1) kemarin. Pihaknya pun mengaku akan melakukan pengintaian dan patrol di beberapa sekolah lain yang belum pernah kemalingan.
      Seperti yang diberitakan sebelumnya, pencurian terjadi di SD 3 Pertima, Dusun Timbrah Beji, Desa Pertima, Karangasem, Rabu (24/12). Di sekolah ini pencuri berhasil menggasak Laptop dan Camera DSLR yang ditaksir bernilai Rp.15 Juta rupiah. Tidak lama setelah itu, pencurian juga terjadi di SD 5 Padangkerta, Lingkungan Dausa, Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem, Sabtu (27/12). Di SD 5 Padangkerta pencuri berhasil membawa kabur 1 unit laptop merk Axio HNM PO42 dan 2 buah LCD proyektor optoma EX550.  Atas kehilangan barang tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp. 17 juta rupiah. * 

Pembanguan Dua Kantor Camat Di Karangasem Mangkrak

AMLAPURA – Pembangunana kantor camat Abang dan Kantor Camat Sidemen ahirnya akan menjadi proyek gagal. Sebab pembangunan dua kantor camat yang masing bernilai Rp.1,8 Miliar tersebut tidak diselesaiakan tepat waktu oleh para kontraktornya. Dua pembangunan itu akan menjadi contoh proyek yang mangkrak karena pembangunannnya baru bisa dilanjutkan setelah menunggu anggaran perubahan 2015 yang baru direalisasikan bulan Juli 2015 mendatang.
Pembangunan dua kantor camat tersebut dialokasikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2014. Pembangunan kantor camat Abang dikerjakan oleh CV.Ulangi Karya sedangkan pembangunan kantor camat Sidemen diambil oleh CV.Cipta Perkasa. Pelaksanaan pembangunannya sendiri selama 130 kerja terhitung mulai Tanggal 19 Agustus sampai 26 Desember 2014. Namun sampai batas waktu tersebut malah pembangunannya belum ada yang selesai sehingga kontraktor dikenakan pinalti Rp1,8 juta perhari sampai batas waktu 31 Desember 2014. Karena sekarang sudah masuk pergantian tahun 2015 maka seberapapun selesai proyek tersebut tidak boleh lagi dikerjakan. Sekarang pembangunan proyek kantor berlantai dua itu dihentikan untuk sementara. Pembangunan akan kembali dilakukan sekitar 6 bulan lagi dengan memakai anggaran APBD Perubahan 2015.
          Adanya proyek pembangunan kantor camat yang belum diselasaikan itu diakui sendiri oleh Kepala Dinas PU Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa. Saat dikonfirmasi, Minggu (4/1) kemarin, Sutirtayasa menyampaikan bahwa pembangunan kantor camat Abang dan Sidemen terbengkalai. “Ya memang belum selesai, kalau di Abang baru selesai sekitar 70% kalau di Sidemen baru sekitra 45%” ujarnya. Adanya wanprestasi dari kontraktor tersebut disampaikan karena berbagai factor mulai dari perencanaan yang kurang matang sampai pada kontraktor yang tidak disiplin mengerjakan proyek dengan cekatan. “Saya ini kan baru sebagai kepala PU, jadi masalah yang seperti ini saya masih belum terlalu memahami, ini akan saya jadikan sebagai pengalaman” ungkapnya. 
       Kendati demikian, pihknya menolak dikatakan kecolongan dan kurang optimal dalam melakukan pengawasan. “Saya pikir staf saya sudah bertugas dengan baik, hanya memang pembangunan gedung apalagi gedung bertingkat beda dengan membangun saluran irigasi, kalau satu bagian belum selesai pembangunan lain kan belum bisa dilaksanakan” kilahnya. Pihaknya pun menyampaikan bahwa setelah kantor ditinggalkan oleh kontraktor maka akan dilanlanjtukan pembangunannya melalui APBD Perubahan. “Pembangunannya nanti mudah-mudahan bisa dilanjutkan dengan menggunakan dana APBD perubahan” ujar Sutiryasa yang menyampaikan kelanjutan pembangunannya baru bisa dilaksanakan 6 bulan mendatang.  *

Embung Solusi Atasi Masalah Kekeringan Di Karangasem

AMLAPURA - Embung atau tempat penampungan air buatan yang luas menyerupai waduk merupakan strategi pemerintah Kabupaten Karangasem dalam mengatasi masalah krisis air di daerah kering dan di wilayah terpencil. Strategi ini digadang-gadang sebagai sarana efetif mengatasi masalah air di bumi lahar yang 90% merupakan lahan kering. Terlibih di musim kemarau saat paceklik air, embung seakan menjadi oase di gurun pasir bagi masyarakat di daerah kering seperti wilayah kecamatan Kubu yang jauh dari sumber air. Selain itu, pembangunan embung juga dinilai sebagai sarana mengurangi kemiskinan karena air dapat dijadikan sebagai sumber kehidupan misalnya untuk bercocok tanam atau mememlihara hewan ternak. Oleh karena itu, Pemerintah Karangasem di bawah Bupati I Wayan Geredeg senantiasa mensuport dan mendukung program pembuatan embung di daerah Karangasem. Oleh karena itu, di tahun 2015 direncanakan akan ada penambahan 2 embung lagi yang akan dibangun di wilayah Karangasem.
Kabid Sumber Daya Air dinas PU Karangasem, Wedasmara, ST, MT. menyampaikan  pembangunan 2 embung baru di tahun 2015 yang direncanakan akan dibangun di Desa Batu Dawa, Kecamatan Kubu dan di Desa Untulan, Kecamatan Selat. “Pembangunan embung baru di tahun 2015 direncanakan di Desa Batu Dawa, Kecamatan Kubu dan di Desa Untalan, Kecamatan Selat” ujar Wedasmara, saat dikonfirmasi, Minggu (4/1) kemarin. Dua pembangunan embung tersebut masing-masing disiapkan dana 7 Miliar yang akan dibiayai dari APBN melalui PU Pusat di bawah pelaksana Balai Wilayah Sungai Bali Penida.
        Wedasmara menyampaikan sejak tahun 2010, di Karangasem sudah dibangun 19 embung yang tersebar di 8 Kecamatan di Karangasem. Embung tersebut 11 dibangun oleh PU pusat melalui Balai Air Sungai Bali Penida, 4 dibangun pihak Provinsi, dan 4 lagi dibangun oleh pemerintah Kabupaten Karangasem. “Sebagian besar memang dibangun oleh pusat karena dananya cukup tinggi yaitu sekitar 5-7 Miliar rupiah” ujarnya. Tingginya biaya pembangunan embung karena berbagai bahan pembangunan yang diperlukan menguras dana yang tidak sedikit.  Wedasmara menyampaikan embung yang dibangun membutuhkan biaya pembebasan lahan, pembangunan bendung penangkap, penyaluran pipa transmisi, dan kolam embung yang alasnya dilapisi dengan geomembran. Kendati geomembran mahal, Wedasmara menyampaikan bahwa penggunaan geomembran tersebut dimaksudkan agar air yang tertampung dalam embung dapat dengan maksimal tertampung. “Lebih baik pakai geomembran sebagai alasnya, jika dibandingkan menggunakan alas tanah maka airnya cepat berkurang dan jika dibeton maka akan retak-reka ketika musim kering” ujarnya meyakinkan
       Wedasmara menyampaikan bahwa antosiasme masyarakat Karangasem terhadap embung  sangat tinggi mengingat banyak usulan yang masuk ke Pemerintah darah agar dibangun embung di darahnya. Wedasmara menyampaikan setidaknya masih ada 10 usulan dari masyarakat yang akan ditindaklanjuti oleh pihak pemerintah Karangasem untuk dibangunkan embung baru.  “Pembangunan embung ini disambut baik masyarakat, sekarang masih ada 10 usulan pembangunan embung yang masih menunggu giliran realisasi” ujarnya. *

Sabtu, 03 Januari 2015

UKM Centre Icon Pembangunan Kerajinan Karangasem

AMLAPURA – Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg berharap nantinya Gedung UKM Centre menjadi icon Karangasem sebagai symbol pembangunan dan pusat kerajianan lokal yang maju dan berkembang. “Saya berharap nanti UKM Centre ini maju dan berkembang sehingga menjadi kebanggaan Karangasem” Ujar Bupati Geredeg saat berkeliling di Stand UKM Centre sebelum acara penyambutan tahun baru 2015, Rabu (31/12) lalu. 
Bupati dua periode tersebut menyampaikan pihaknya siap mensupport para pengerajin dalam memfasilitasi berbagai kegiatan agar dilaksanakan di gedung UKM centre. “Nanti mulai tahun 2015 setiap penerimaan tamu luar atau ada kunjungan saya intruksikan agar dilaksanakan pertemuan di sini (UMK centre), nanti mereka bisa langsung melihat-lihat hasil kerajinan asli Karangasem dan pasti membeli untuk dijadikan oleh-oleh” ungkapnya. Geredeg yang saat itu didampingi oleh Wabup Sukerana dan juga Nyonya Sujiani Geredeg menyampaikan cara tersebut pastinya akan berjalan efektif dilakukan seiring dengan rampungnya gedung pentas seni dan aula pertemuan di lantai tiga gedung UKM centre. “Kalau nanti di atas tempat pentas dan aulanya selesai 100% semua kegiatan baik itu rapat-rapat akan kita dorong dilakukan di sini, apalagi sekrang ada intruksi pusat melarang rapat di hotel” ujarnya Geredeg yang sempat menulis “Semoga Sukses” di papan harapan tahun 2015 yang disediakan pengelola UKM Centre.
       Sementara itu, pengelola gedung UKM Centre yaitu Nyoman Sudarsana menyampaikan bahwa selama ini pengunjung yang datang ke UKM Centre dapat dibilang masih kurang. Kendati demikian, Sudarsana menyampaikan rata-rata penjualan perbulan dari 18 kios kerajinan di UKM centre sekitar 30 juta per bulan. “Penjualan perbulan ada sekitar 30 juta, namun hasil tersebut belum termasuk orderan yang diterima masing-masing pengerajin dari pemesan luar yang membutuhkan barang dalam jumlah banyak” tuturnya. Adanya pembeli sistem order mengingat pihaknya juga menerapkan sistem pemesasan lewat online dalam memasarkan produk kerajinan yang ada di UKM centre. “Kami juga memakai penjualan sistem online karena kami sudah memiliki Web Sendiri” ujarnya. 
     Pihaknya pun sangat mengapresiasi kebijakan Bupati Geredeg untuk melakukan acara-acara pertemuan kunjungan di lantai tiga gedung UMK centre. “Setiap pertemuan dan kunjungan diarahkan ke sini (Gedung UKM centre) pasti bagus karena nantinya pengunjung bisa melihat-lihat kios dan membeli barang-barang kerajinan di sini sebagai oleh-oleh” ujarnya. Pihaknya memang sengaja menyasar wisatawan domestik dari luar daerah dan tamu asing sebagai konsumen utama kerajian yang dipasrkan di UKM centre. “Sasaran pembeli kita memang tamu asing dan tamu luar daerah” ungkapnya. Barang-barang kerajinan yang dipasarkan di UKM centre yaitu kerajinan bambu, anyaman, rotan, tenun, kain songket, brokat, kerajinan perak, batu akik, seni lukis, dan lain-lainnya. *

Selasa, 30 Desember 2014

Setahun Digantung, 135 CPNS 2013 Akhirnya Terima SK

AMLAPURA – Setelah setahun statusnya digantung oleh Menpan, sebanyak 117 CPNS 2013 dari pelamar umum dan 18 orang dokter dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) akhirnya mendapatkan kepastian akan statusnya sebagai CPNS. Sebab 135 orang tersebut telah mendapatkan surat keputusan (SK) CPNS yang diserahkan langsung oleh Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg di Aula Pemkab Karangasem, Selasa (30/12) kemarin. Mereka yang mendapatkan SK CPNS adalah 74 tenaga Guru, 14 tenaga kesehatan, dan 29 tenaga Teknis. Sementara 18 dokter PTT yang diangkat langsung jadi CPNS merupakan 12 dokter umum, 5 dokter gigi, dan 1 dokter spesialis. Karena terlabat satu tahun, praktis para abdi Negara tersebut baru bisa menikmati gaji pertamanya tahun 2015 nanti.
Kendati sudah mendapatkan SK yang didalamnya langsung berisi tempat penugasan, 135 CPNS tersebut ditantang untuk mengundurkan diri sebagai CPNS oleh Bupati Geredeg. Apa sebab, pasalnya jika ada diantara CPNS tersebut yang berniat meninggalkan Karangasem sebelum 10 tahun maka SKnya akan kembali dicabut. “Jika ada yang ingin meninggalkan Karangsem sebelum 10 tahun mengabdi di sini (karangasem), lebih baik kembalikan SK yang diterima dan mundur sebagai PNS” Ujar Geredeg mengancam. Bupati Geredeg yang saat itu didampingi Wakil Bupati Made Sukerana sengaja mengajukan persyaratan tersebut mengingat sebanyak 53% dari CPNS yang menerima SK ternyata berasal dari luar Karangasem. Pihaknya tidak ingin CPNS yang nantinya diangkat malah kembali kedaerahnya dengan berbagai alasan yang dibuat-buat. “Kami tindak ingin Karangsem ini hanya dijadikan batu loncatan untuk jadi PNS, akibatnya nanti di Karangasem selalu kekurangan pegawai, dokter atau guru” ungkapnya.
     Sementara itu berkaitan dengan formasi khusus 18 orang dokter PPT diakuinya sebagai langkah mengatasi kekurangan tenaga dokter di Bumi Lahar. “Formasi khusus 18 orang guru itu merupakan kebijakan kami mengatasi krisis tenaga dokter di desa-desa terpencil di wilayah Kubu dan Seraya” ujarnya. Geredeg menambahkan terlebih rumah sakit Pratama yang dibangun di Wilayah Kecamatan Kubu akan segera beroperasi sehingga dokter-dokter yang diangkat tersebut sebagian nanti akan ditempatkan disana.
       Kepala BKD Karangasem I Nyoman Tari menyampaikan bahwa keterlambatan proses keluarnya NIP CPNS 2013 merupakan proses yang terlalu lama di Menpan. Disampaikan bahwa keterlambatan itu dipicu adanya masalah 24 CPNS yang dicurigai mepan melakukan kecurangan ketika melakukan tes sehingga bernilai sama. Namun belakangan 24 CPNS tersebut telah diproses sehingga 117 yang lain bisa berjalan. “Sementara baru 117 yang sudah keluar SKnya sementara 24 lainnya masih prose” ujarnya. Terkait Formasi Khusus Dokter PTT, Tari menyampaikan bahwa yang diangkat tersebut adalah dokter yang mengabdi di Karangasem sudah lebih dari 10 tahun. “Dokter PTT yang diangkat itu yang mengabdi sudah lama, lebih dari 10 tahunan” ungkapnya. * 

PAD Karangasem Meningkat 20%, Sektor Galian C dan PHR Jadi Andalan

AMLAPURA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem di tahun 2014 meningkat dari Rp.186 miliar tahun 2013 menjadi Rp.224 Miliar.  Adanya peningkatan pendapatan yang mencapai Rp.38 Miliar rupiah tersebut disampaikan oleh Kepala Dispenda Karangasem, I Nengah Toya seusai acara rapat rutin jajaran SKPD Pemkab Karangasem, Selasa (30/12) kemarin. “Untuk tahun 2014 ini PAD Karangasem meningkat Rp.38 Miliar atau sekitar 20% dari tahun sebelumnya” Ujar Nengah Toya meyakinkan. Selain adanya peningkatan dari tahun sebelumnya, pencapaian PAD yang digeber dispenda tersebut melampaui dari target yang ditentukan. “Ya syukur bisa melampaui target yang ditentukan, dari target senilai Rp.202 Miliar kami bisa mencapai PAD Rp.224 Miliar” ungkapnya.
Adanya peningkatan sekitar 11% dari target tersebut tidak terlepas dari meningkatnya pendapatan dari beberapa kantong-kantong pemasukan penting di Karangasem. Kantong-kantong peningkatan pendapatan tersebut bersumber dari sektor pendapatan pajak daerah Rp.138 Miliar, Pajak Hotel dan Restoran (PHR) 25,2 Miliar, Pajak Mineral, Batuan dan Bukan Logam (Galian C) Rp. 82,8 Miliar, Pajak Bumi dan Bangunan Rp.6,2 miliar, BPATB Rp.13,78 miliar, pengelolaan RSUD Rp.47 Miliar dan lain-lain. Disampaikan bahwa sektor Galian C dan PHR yang mengalami kenaikan yang cukup tinggi sehingga mendongkrak PAD. “Tahun ini dari Galian C dan PHR menunjukkan peningkatan yang tinggi, itu sangat mendongkrak PAD kita” ujarnya.
       Kendati banyak pendapatan yang melampaui target namun disampaikan ada pula beberapa sektor yang mendapatkan pendapatan kurang dari target yang ditepapkan. “Namun ada pula beberapa sektor yang tidak memenuhi target yaitu dari sektor retribusi parkir tepi jalan dan retribusi objekj pariwisata” Ujarnya. Disampaikan bahwa pendapatan dari sektor Retribusi Parkir Tepi jalan hanya memperoleh RP.11,4 miliar sementara ditarget Rp.12,7 miliar.
       Kalau retribusi objek-objek pariwisata yang masuk dalam pendapatan retribusi rekreasi dan olah raga hanya memperoleh Rp.2,5 Miliar dari target Rp.2,8 Miliar. Toya menyampaikan bahwa banyaknya kunjungan turis ke Karangasem ternyata tidak berbanding lurus dengan pendapatan retribusi objek pariwisata karena bisa jadi ruris yang tercatat datang ke karangasem tidak berkunjung ke objek-objek pariwisata yang dikelola pemerintah. *