Laman

Laman

Selasa, 30 Desember 2014

PAD Karangasem Meningkat 20%, Sektor Galian C dan PHR Jadi Andalan

AMLAPURA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem di tahun 2014 meningkat dari Rp.186 miliar tahun 2013 menjadi Rp.224 Miliar.  Adanya peningkatan pendapatan yang mencapai Rp.38 Miliar rupiah tersebut disampaikan oleh Kepala Dispenda Karangasem, I Nengah Toya seusai acara rapat rutin jajaran SKPD Pemkab Karangasem, Selasa (30/12) kemarin. “Untuk tahun 2014 ini PAD Karangasem meningkat Rp.38 Miliar atau sekitar 20% dari tahun sebelumnya” Ujar Nengah Toya meyakinkan. Selain adanya peningkatan dari tahun sebelumnya, pencapaian PAD yang digeber dispenda tersebut melampaui dari target yang ditentukan. “Ya syukur bisa melampaui target yang ditentukan, dari target senilai Rp.202 Miliar kami bisa mencapai PAD Rp.224 Miliar” ungkapnya.
Adanya peningkatan sekitar 11% dari target tersebut tidak terlepas dari meningkatnya pendapatan dari beberapa kantong-kantong pemasukan penting di Karangasem. Kantong-kantong peningkatan pendapatan tersebut bersumber dari sektor pendapatan pajak daerah Rp.138 Miliar, Pajak Hotel dan Restoran (PHR) 25,2 Miliar, Pajak Mineral, Batuan dan Bukan Logam (Galian C) Rp. 82,8 Miliar, Pajak Bumi dan Bangunan Rp.6,2 miliar, BPATB Rp.13,78 miliar, pengelolaan RSUD Rp.47 Miliar dan lain-lain. Disampaikan bahwa sektor Galian C dan PHR yang mengalami kenaikan yang cukup tinggi sehingga mendongkrak PAD. “Tahun ini dari Galian C dan PHR menunjukkan peningkatan yang tinggi, itu sangat mendongkrak PAD kita” ujarnya.
       Kendati banyak pendapatan yang melampaui target namun disampaikan ada pula beberapa sektor yang mendapatkan pendapatan kurang dari target yang ditepapkan. “Namun ada pula beberapa sektor yang tidak memenuhi target yaitu dari sektor retribusi parkir tepi jalan dan retribusi objekj pariwisata” Ujarnya. Disampaikan bahwa pendapatan dari sektor Retribusi Parkir Tepi jalan hanya memperoleh RP.11,4 miliar sementara ditarget Rp.12,7 miliar.
       Kalau retribusi objek-objek pariwisata yang masuk dalam pendapatan retribusi rekreasi dan olah raga hanya memperoleh Rp.2,5 Miliar dari target Rp.2,8 Miliar. Toya menyampaikan bahwa banyaknya kunjungan turis ke Karangasem ternyata tidak berbanding lurus dengan pendapatan retribusi objek pariwisata karena bisa jadi ruris yang tercatat datang ke karangasem tidak berkunjung ke objek-objek pariwisata yang dikelola pemerintah. * 

0 komentar:

Posting Komentar