Laman

Laman

Sabtu, 27 Desember 2014

Bunting 5 Bulan dan Minta Dinikahi, Janda Dianiaya Kekasihnya

AMLAPURA – Menjalani cinta terlarang memang susah. Seperti halnya nasib cinta yang dialami oleh Ni Ketut Sudiarini (31) karena menjalani cinta terlarang dengan suami orang lain. Janda yang beralamat tinggal di Banjar Bale Punduk, Desa Tegalinggah, Karangasem tersebut harus menahan sakit karena dianiaya oleh kekasihnya, I Komang Pastrawan (34) warga Banjar Mumbul, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Rabu (24/12) lalu. Sudiarini mengaku mengalami penganiayaan berupa pipinya ditampar dan bibirnya ditonjok oleh Pastrawan laki-laki yang dicintainya namun sudah beristri. Pastrawan yang bekerja sebagai seorang sopir tersebut rupanya geram lantaran Sudiarini mengaku hamil 5 bulan dan minta untuk dinikahi.
Pastrawan marah bukan tanpa alasan sebab rupanya kekasih gelap dari Sudiarini tersebut sudah memiliki istri bernama Ni Kadek Suastini (30). Namun uniknya, selama 6 bulan antara Pastrawan, Suastini dan Sudiarini sudah tinggal serumah. Seakan membiarkan perselingkuhan terjadi sehingga Sudiarini sampai bunting 5 bulan akibat mengandung anak Pastrawan. Selama ini, hubungan tanpa status yang dilakoni Sudiarini aman-aman saja sebelum dirinya mengaku bunting. Dirinya mengaku kalau kebuntingannya akibat hubungan dengan Pastrawan dan minta pertanggungjawaban. Sudiarini takut karena kehamilannya semakin tua sementara statusnya masih tidak jelas tinggal di rumah kekasihnya itu.
        Namun malang ketika Rabu (24/12) sekitar pukul 06:30 pagi dirinya meminta pertanggungjawaban untuk dinikahi karena sudah hamil 5 bulan. Permintaanya itu malah membuat Pastrawan murka. Kemurkaan  lelaki itu dilampyaskan dengan menampar, memukul, menjambak dan mengusir korban dari rumahnya. Tidak itu saja, Suastini yang selama ini seakan seperti madunya juga ikut-ikutan garang. Istri sah dari Pastrawan itu ikut menganiaya Sudiarini dengan menjambak dan mendorongnya hingga terjatuh. Tidak terima dengan perlakukan kedua pelaku, pihaknya kemudian melapor ke Polres Karangsem. Kasus tersebut kini masih dalam peyidikan di Polres Karangasem. *

0 komentar:

Posting Komentar