AMLAPURA – Ada penampilan yang
menarik dalam acara resepsi HUT Hari Ibu yang ke-86 yang diselenggarakan
pemerintah kabupaten Karangasem, Senin (22/12) kemarin. Dalam acara yang
digelar di gedung wantilan DPRD Karangasem tersebut diisi atraksi kelompok
(sekea) genjek anak-anak dari dusun Munti Gunung, Desa Tiayar Barat, Kecamatan
Kubu, Karangasem. Anak-anak yang masih berusia 10-12 tahun tersebut dengan apik
melantunkan tembang genjek yang dikolaborasikan melalui suara-suara padu
berirama dari 17 pesertanya.
Kendati berasal dari daerah terpencil, namun
penampilan anak-anak desa Munti tersebut tidak ada yang terlihat canggung atau
demam panggung. Tak pelak atraksi genjek cilik tersebut berhasil memukau ratusan
penonton yang hadir, termasuk Istri dari Bupati Karangasem, Ibu Sujiani Geredeg.
Bahkan Ibu Sujiani Gerede ikut larut dalam lantunan lagu sekea genjek dengan
ikut ngibing dalam acara tersebut. Sujiani secara spontan lalu melakukan
apresiasi dengan memberikan penghargaan berupa uang tunai kepada penari genjek
yang menurutnya sangat bagus dan menghibur penonoton. “Saya rasa genjek ini
patut dilestarikan sebagai sebuah tradisi dan budaya warisan leluhur” Ujar
Sujiani Geredeg saat ditemui seusai acara.
Di sisi lain, pembina dari Sekea Genjek anak-anak
Munti Gunung yaitu I Wayan Mudung menyampaikan bahwa penampilan sekea genjek
anak-anak Munti Gunung dalam acara HUT Hari Ibu tidak terlepas dari peranan
Nyonya Sumawati Sukerana. Sebab Sumawati Sukerana yang berperan aktif dalam
rumah pintar Munti Gunung mendapatkan laporan bahwa sekea genjek anak-anak Munti
Gunung berhasil meraih juara satu dalam lomba genjek tingkat kecamatan Kubu
dalam acara HUT PGRI lalu. “Sebelumnya kami mendapatkan juara satu dalam lomba
genjek di Kecamatan Kubu, makanya kami diundang tampil di sini oleh Bu Wakil
(Sumawati Sukerana)” Ujarnya. Wayan Mudung yang juga sebagai guru di SDN 6
Tiayar Barat tersebut menyampaikan bahwa tertarik untuk mengembangkan genjek
karena merupakan tradisi dan budaya yang patut dipertahankan di masyarakat. “Ketika
saya perkenalkan genjek pada anak-anak ternyata banyak yang suka, maka mereka
langsung saya bina” akunya.
Sementara itu menurut salah satu peserta
sekea genjek, I Ketut Sari Wenten menyampaikan bahwa tidaklah sulit melakukan
genjek. Siswa kelas 5 SD tersebut menyebutkan kalau genjek itu kuncinya adalah
kerjasama dan kekompakan. “Genjek itu perlu kerjasama agar genjeknya terdengar
bagus” ujarnya polos. Sari wenten menyampaikan bahwa dari 17 orang semuanya
memiliki tugas yang berbeda yaitu satu orang tukang gending, satu orang tukang
klempung, 3 orang tukang toreng, dan
sisanya tukang kopak. “Tukang kopak itu paling banyak karena setiap orang
mengucapkan kopak berbeda-beda” ungkapnya. Sari Wenten mengaku dirinya dengan
temannya tidaklah lama mempersiapkan genjek hingga tampil meraih juara di
Kecamatan Kubu. ”Kami latihan satu bulan sudah bisa” ungkapnya.
Dalam acara HUT hari Ibu kemarin sekea genjek
anak-anak Munti Gunung menampilkan tiga tembang genjek yaitu genjek yang
berjudul Katuladan, rahajeng aruh dan gending Hari Ibu. Dalam 30 menit penampilannya para
penonton terlihat menikmati dan memberikan aplous yang meriah kepada sekea
genjek cilik tersebut. *







0 komentar:
Posting Komentar