Laman

Laman

Minggu, 28 Desember 2014

10 Tahun Jalan Tak Kunjung Diaspal, Warga Lakukan Rabat Beton Secara Swadaya

AMLAPURA – Jenuh menunggu selama sepuluh tahun jalan tidak kunjung diaspal, Warga Banjar Bau Kauh dan Banjar Bau Kawan, Desa Nawa Kerti, Kecamatan Abang Karangasem geram. Warga jengah menunggu janji-janji pejabat yang tak terbukti untuk mengaspal jalan sejauh 4,5 Km yang melingkar melintasi wilayahnya yang kini kondisinya rusak parah.  Kondisi jalan yang berbatu karena hanya digeladag membuat warga kesulitan melewati jalan tersebut. Tidak hanya membuat kendaraan menjadi cepat rusak, namun kondisi jalan yang rusak membuat warga sering terjatuh melintasi jalan. 
Oleh karena itu, warga memutuskan mengumpulkan dana secara swadaya untuk melakukan perabatan jalan dengan beton. “Kondisi jalan ini sudah 10 tahun hanya dibiarkan rusak seperti ini, hanya dijanjikan saja akan diaspal, warga kemudian memutuskan secara swadaya menyumbang untuk melakukan rabat beton” Ujar Perbekel Nawa Kerti, I Nyoman Karta Sugiantara saat ditemui ketika gotong royong bersama puluhan warga melakukan perabatan jalan dengan beton, Minggu (28/12) kemarin. Karena dana yang dimiliki warga juga masih terbatas maka rabat beton yang dilakukan hanya 1 meter atau ¼ dari jalan yaitu seukuran sepeda motor.
       Karta menyampaikan bahwa warga Banjar Bau yang sudah jenuh menunggu pengaspalan mengambil langkah jangka pendek untuk melakukan pengerasan jalan dengan beton karena kondisi jalan saat ini yang hanya digeladag kondisinya rusak parah. “Warga kesulitan untuk lewat karena jalan rusak, selain motor jadi cepat rusak juga warga sering jatuh” ujar mantan kepala dusun Banjar Bau Kangin tersebut. Pihaknya menyampaikan bahwa sebenarnya jalan tersebut sudah setiap tahun disusulkan untuk diaspal namun tetap juga tidak terealisasi. Pihaknya menyampaikan sudah menghadap ke dinas PU untuk mengajukan proposal namun belum pula mendapatkan respon. “Saya sudah mengajukan proposal ke PU agar segera dapat program pengaspalan tapi belum dapat respon” akunya. 
         Selain itu, pihaknya menyampaikan bahwa pengaspalan jalan yang juga tembus ke Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem tersebut mendapatkan rengking satu di musrembang Kecamatan Abang. “Rencana pengaspalan jalan ini sudah mendapatkan rengking satu di musrembang kecamatan abang, saya harap segera bisa diaspal” ungkapnya. Oleh karena itu, pihaknya mengaharapkan agar tahun 2015 jalan tersebut bisa segera diaspal sehingga sekitar 1.000 warga yang menggunakan akses jalan tersebut bisa lancar dilalui sehingga akan meningkatkan geliat ekonomi dan kesejahteraan warga.
        Sementara itu, Kadis PU Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa saat dikonfirmasi Minggu (28/12) kemarin menyampaikan bahwa di Kabupaten Karangasem masih ada ratusan jalan yang mengantre perlu diaspal. Pihaknya menyampaikan bahwa jalan desa yaitu jalan yang menghubungkan antar dusun memang bukan menjadi prioritas didahulukan untuk diaspal. “Kalau satatus jalan tersebut jalan desa yang menghubungkan antar dusun memang harus mengunggu karena prioritas pengaspalan adalah jalan Kecamatan dan Jalan Kabupaten” ujarnya. Di sisi lain, pihaknya mengaparesiasi kemauan masyarakat untuk melakaukan kegiatan swadaya membuat atau memperbaiki akses jalan. “Kami tentu sangat apresiasi kepada warga kalau mau secara gotong royong dan swadaya melakukan perbaikan jalan” ungkapnya. Disampaikan bahwa ada ratusan jalan yang mengantre untuk diaspal sementara anggran dari APBD untuk pembuatan dan pengaspalan jalan tidak besar. “Kami di PU masih banyak akses jalan yang perlu diaspal, jadi kami lakukan skala prioritas” ujarnya. * 

0 komentar:

Posting Komentar