AMLAPURA –
Dalam sisa kepemimpinannya yang masih 6 bulan, Wabup Karangasem I Made Sukerana
mengingatkan kepada pegawai jajaran
Pemkab Karangasem agar di tahun 2015 lebih giat meningkatkan kinerja, lebih
disiplin dan selalu melakukan pelayanan publik secara optimal dan maksimal. “Saya
berharap di tahun 2015 ini semuanya bekerja lebih baik dari tahun sebelumnya,
pelayanan terhadap public harus lebih optimal” Pesan Sukerana di hadapan
ratusan PNS di lingkungan pemkab karangasem saat apel bendera di lapangan tanah Aron, Senin (5/1) kemarin.
Sukerana yang bertindak
sebagai Inspektur Ucapara dalam apel tersebut mengingatkan bahwa penilaian dari
ombudsmen tentang pelayanan public di beberapa SKPD masih rendah sehingga perlu
mendapatkan perhatian yang serius. Oleh karena itu, pihaknya meminta seluruh
SKPD melakukan evaluasi kegiatan secara optimal guna dapat terwujudnya
produktifitas kerja terhadap public. Tentu diharapkan dengan tetap berpedoman
kepada peraturan serta mekanisme yang berlaku agar mampu meminimalisir
permasalahan. “Apa yang kemarin dilakukan semuanya harus dievaluasi, apa yang
kurang dan tidak baik tahun ini tidak boleh terjadi lagi” tegasnya.
Di sisi lain, Sukerana
juga menyorot masalah pembangunan Karnagasem yang dimulai dari bidang
pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa. Disampaikan bahwa arah kebijakan
nantinya diarahkan guna terwujudnya pemberdayaan kesejahteraan
keluarga, membangun partisipasi dan keswadayaan masyarakat, mengembangkan usaha
ekonomi masyarakat dan penanggulangan kemiskinan dan memberdayakan kawasan
pedesaan melalui pengembangan prasarana/sarana dan kawasan pedesaan. “Nanti
kebijakan diarahkan untuk pemanfaatan sumber daya yang ada dan pemanfaatan
teknologi tepat guna serta meningkatkan kapasitas pemerintahan desa dan
penguatan kelembagaan pemerintahan desa” ujarnya..
Disamping itu,
Sukerana mengungkapkan dalam pelaksanaan pembangunan pemberdayaan masyarakat
dan pemerintahan desa, ada tantangan yang perlu diantisipasi. Seperti masih
terbatasnya penyediaan infrastruktur di pedesaan, masih banyaknya rumah tangga
misin (RTM) yang membutuhkan penanganan mendesak, terbatasnya kemampuan aparat
desa dalam menyusun perencanaan komprehensif dan masih rendahnya tingkat
pendidikan mayarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut kebijakan yang
diambil adalah peningkatan sarana dan prasarana pendukung serta meningkatkan
penyuluhan-penyuluhan dan pelatihan, pendataan rumah tangga miskin dan
mendorong penanganannya di semua sektor. “Tantangan memang besar, namun kita
semua harus berusaha bekerja semaksimal mungkin untuk mewujudkan kesejahteraan
masyarakat Karangasem” ungkapnya. *







0 komentar:
Posting Komentar