Laman

Laman

Selasa, 27 Januari 2015

Gubernur Bali Made Mangku Pastika Bantu Masyarakat Miskin Di Dukuh Kubu

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika menunjukkan tindakan responsif sebagai pemimpin yang perhatian dengan masyarakat miskin. Buktinya Gubernur dua periode tersebut langsung mengecek ke lokasi dimana diberitakan di salah satu media bahwa ada 45 KK miskin yang menempati rumah yang tidak layak huni namun tinggalnya berdempetan. Gunernur Bali didampingi Karo Humas Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra, Inspektorat Bali, I Ketut Teneng, dan Kadis Sosial Karangasem, I Made Sosiawan pun langsung mengecek ke lokasi di Dusun Batu Giling, Desa Pakraman Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem, Sabtu (24/1) kemarin.
Sampai di lokasi, Gubernur Mangku Pastika langsung mengecek ke lokasi seperti yang diberitakan media. Mangku Pastika sedikit menyindir bahwa ternyata kenyataan yang ada tidak percis sama dengan isi pemberitaan. Setelah dicroscek, ternyata warga yang perlu dibantu di lokasi hanyalah 2 keluarga sementara apa yang difoto rumah gubuk yang berjejer adalah dapur sementara rumah tempat tidurnya terpisah. “Yaw inilah makanya saya cek langsung, saya pun terkejut lihat pemberitaan 45 KK warga miskin tinggalnya dalam gubuk-gubuk berhimpitan” ujarnya. Namun di sisi lain, pihaknya memuji dengan bantuan media jadi hal-hal yang luput selama ini dari perhatian bisa diketahui semua orang. “Bagus itu diberitakan, dibumbui-bumbui sedikit dan didramatisir biar lebih tergugah pembacanya” ujarnya. Namun pihaknya pun mengingatkan asal jangan membuat berita fitnah atau diluar kenyataan yang sebenarnya karena itu sama halnya dengan kejahatan.
          Setelah dikroscek ternyata jumlah total rumah yang perlu dibantu di Dusun Batu Giling, Desa Pakraman Dukuh, Kecamatan Kubu adalah sebanyak 25 KK. “Kalau warga yang memiliki rumah yang sangat tidak layak dan sangat perlu dibantu disini ada 25 KK” Ujar bendesa Adat Dukuh, Ketut Giri. Disampaikan bahwa dari sekitar 1.200 KK yang tercatat sebagai warga desa pakraman Dukuh dipapparkan bahwa jumlah KK miskin yang tersisa adalah 45 KK dan yang menghuni rumah tidak layak dan sangat perlu bantuan berjumlah 25 orang. “Kami mohon nanti Bapak Gubernur bisa bantu masyarakat kami yang 25 KK karena kondisinya sangat miskin dan sangat perlu bantuan (bedah rumah)” ungkapnya.
         Pernyataan dari Bendesa Dukuh pun dijawab oleh Mangku Pastika dengan anggukan kepala. Mantan Kapolda Bali itu menyampaikan bahwa sekalian 25 memberikan bantuan tidaklah mungkin karena di daerah lain juga masih ada keluarga perlu bantuan bedah rumah. “Ya pasti saya bantu, namun bertahap, begitu juga datanya harus jelas, jangan dapurnya atau gudangnya difoto dikatakan rumah tidak layak huni” sindirnya. Jika memang benar-benar miskin dan sangat butuh bantuan pasti diprioritaskan. “Nanti buat saja proposal permohonannya nanti biar bisa dicek ke lokasi memang bener perlu dibantu atau tidak, kalau yang seperti ini memang layak” Ujar mangku pastika sambil menunjuk Gubuk yang ditempati oleh Wayan Sudi warga miskin di lokasi.  
           Kepala dinas Sosial Karangasem, I Made Sosiawan menyampaikan kadang keadaan di lapangan memang tidak seperti apa yang diberitakan atau dilaporkan oleh kepala dusun dari setiap desa. Sebab menurut Sosiawan bahwa ternyata dari laporan 11 ribu KK miskin di Krangasem setelah diferifikasi ulang tahun 2014 ternyata yang masih tersisa sekitar 6 ribuan saja. Sebab setelah diferifikasi ulang ke lapangan ternyata gubuk di tegalan atau dapur reot yang dilaporkan sehingga dibilang sebagai KK miskin. “Sering kita temukan ternyata bukan rumah tinggalnya yang difoto tetapi dapur atau gubuk di tegalan” ungkanya. Hal itu dibuktikan ketika meninjau langsung kemarin ternyata dari 4 gubuk berjejer yang difoto ternyata 3 diantaranya adalah dapur. “Ini buktinya, gubuk ini adalah dapurnya sementara rumah tinggalnya disitu” Ujar Sosiawan sambil menujuk rumah yang sudah pakai tembok batako dan beratap genting di ujung pekarangan tempat guguk-gubuk yang diberitakan tersebut. 
            Disampaikan bahwa dari 4 keluarga yang tingal di areal pekarangan tersebut hanya 2 keluarga yang layak dapat bantuan. Yang dapat bantuan adalah keluarga Wayan Sudi (65) yang sebenarnya sudah akan dibangunkan bedah rumah melalui CSR perusahaan GMT yang ternyata sudah membawa semen dan batako ke tempat tersebut. Dan Ni Luh Ngetis (50) seorang janda tua sebatangkara yang sudah lama ditinggal mati suaminya. Untuk Luh Ngetis akan dibantu bedah rumah kabupaten yang lebih kecil karena Luh Ngetis tidak memiliki anak dan tinggal sebatangkara.
        Selain di gugbuk-gubuk yang diberitakan, Gubernur Bali juga sempat mengunjungi keluarga Wayan Suparti (60) yang tinggal di Dusun Cega, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu. Wayan Suparit layak dibantu oleh gubernur karena yang bersangkutan memiliki 9 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. “tiang nak Saya miskin pak, saya tinggal di sini dengan 9 anak saya” ujarnya memelas. Gubernur Bali pun menymapaikan bahwa akan segera membautkan bantuan bedah rumah kepada Suparti yang disambut dengan rasa syukur. “Suksme Pak Gubernur, Suksme bapak-bapak sareng sami” ujanya.
      Selain berencana membarikan bnatuan bedah rumah, Gubernur juga memeberikan sejumlah uang kepada Wayan Sudi, Ni Luh Ngetis dan Wayan Suparti. “Niki malu kanggoang beliang baas, mani umah bapane kar benangin tyng (ini dulu uang belikan beras, nanti rumahnya akan diperbaiki)” ujarnya. *

0 komentar:

Posting Komentar