KARANGASEM, Teropong
Amlapura – Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika menunjukkan tindakan responsif
sebagai pemimpin yang perhatian dengan masyarakat miskin. Buktinya Gubernur dua
periode tersebut langsung mengecek ke lokasi dimana diberitakan di salah satu
media bahwa ada 45 KK miskin yang menempati rumah yang tidak layak huni namun
tinggalnya berdempetan. Gunernur Bali didampingi Karo Humas Provinsi Bali, Dewa
Gede Mahendra, Inspektorat Bali, I Ketut Teneng, dan Kadis Sosial Karangasem, I
Made Sosiawan pun langsung mengecek ke lokasi di Dusun Batu Giling, Desa
Pakraman Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem, Sabtu (24/1) kemarin.
Sampai di lokasi,
Gubernur Mangku Pastika langsung mengecek ke lokasi seperti yang diberitakan
media. Mangku Pastika sedikit menyindir bahwa ternyata kenyataan yang ada tidak
percis sama dengan isi pemberitaan. Setelah dicroscek, ternyata warga yang perlu
dibantu di lokasi hanyalah 2 keluarga sementara apa yang difoto rumah gubuk
yang berjejer adalah dapur sementara rumah tempat tidurnya terpisah. “Yaw
inilah makanya saya cek langsung, saya pun terkejut lihat pemberitaan 45 KK
warga miskin tinggalnya dalam gubuk-gubuk berhimpitan” ujarnya. Namun di sisi
lain, pihaknya memuji dengan bantuan media jadi hal-hal yang luput selama ini
dari perhatian bisa diketahui semua orang. “Bagus itu diberitakan,
dibumbui-bumbui sedikit dan didramatisir biar lebih tergugah pembacanya”
ujarnya. Namun pihaknya pun mengingatkan asal jangan membuat berita fitnah atau
diluar kenyataan yang sebenarnya karena itu sama halnya dengan kejahatan.
Setelah dikroscek ternyata jumlah total rumah yang perlu dibantu
di Dusun Batu Giling, Desa Pakraman Dukuh, Kecamatan Kubu adalah sebanyak 25
KK. “Kalau warga yang memiliki rumah yang sangat tidak layak dan sangat perlu
dibantu disini ada 25 KK” Ujar bendesa Adat Dukuh, Ketut Giri. Disampaikan
bahwa dari sekitar 1.200 KK yang tercatat sebagai warga desa pakraman Dukuh
dipapparkan bahwa jumlah KK miskin yang tersisa adalah 45 KK dan yang menghuni
rumah tidak layak dan sangat perlu bantuan berjumlah 25 orang. “Kami mohon
nanti Bapak Gubernur bisa bantu masyarakat kami yang 25 KK karena kondisinya
sangat miskin dan sangat perlu bantuan (bedah rumah)” ungkapnya.
Pernyataan dari Bendesa Dukuh pun dijawab oleh Mangku Pastika
dengan anggukan kepala. Mantan Kapolda Bali itu menyampaikan bahwa sekalian 25
memberikan bantuan tidaklah mungkin karena di daerah lain juga masih ada
keluarga perlu bantuan bedah rumah. “Ya pasti saya bantu, namun bertahap,
begitu juga datanya harus jelas, jangan dapurnya atau gudangnya difoto
dikatakan rumah tidak layak huni” sindirnya. Jika memang benar-benar miskin dan
sangat butuh bantuan pasti diprioritaskan. “Nanti buat saja proposal
permohonannya nanti biar bisa dicek ke lokasi memang bener perlu dibantu atau
tidak, kalau yang seperti ini memang layak” Ujar mangku pastika sambil menunjuk
Gubuk yang ditempati oleh Wayan Sudi warga miskin di lokasi.
Kepala dinas Sosial Karangasem, I Made Sosiawan
menyampaikan kadang keadaan di lapangan memang tidak seperti apa yang
diberitakan atau dilaporkan oleh kepala dusun dari setiap desa. Sebab menurut
Sosiawan bahwa ternyata dari laporan 11 ribu KK miskin di Krangasem setelah
diferifikasi ulang tahun 2014 ternyata yang masih tersisa sekitar 6 ribuan
saja. Sebab setelah diferifikasi ulang ke lapangan ternyata gubuk di tegalan
atau dapur reot yang dilaporkan sehingga dibilang sebagai KK miskin. “Sering
kita temukan ternyata bukan rumah tinggalnya yang difoto tetapi dapur atau
gubuk di tegalan” ungkanya. Hal itu dibuktikan ketika meninjau langsung kemarin
ternyata dari 4 gubuk berjejer yang difoto ternyata 3 diantaranya adalah dapur.
“Ini buktinya, gubuk ini adalah dapurnya sementara rumah tinggalnya disitu”
Ujar Sosiawan sambil menujuk rumah yang sudah pakai tembok batako dan beratap
genting di ujung pekarangan tempat guguk-gubuk yang diberitakan tersebut.
Disampaikan bahwa dari 4 keluarga yang tingal di areal
pekarangan tersebut hanya 2 keluarga yang layak dapat bantuan. Yang dapat
bantuan adalah keluarga Wayan Sudi (65) yang sebenarnya sudah akan dibangunkan
bedah rumah melalui CSR perusahaan GMT yang ternyata sudah membawa semen dan
batako ke tempat tersebut. Dan Ni Luh Ngetis (50) seorang janda tua
sebatangkara yang sudah lama ditinggal mati suaminya. Untuk Luh Ngetis akan
dibantu bedah rumah kabupaten yang lebih kecil karena Luh Ngetis tidak memiliki
anak dan tinggal sebatangkara.
Selain di gugbuk-gubuk yang diberitakan, Gubernur Bali juga sempat
mengunjungi keluarga Wayan Suparti (60) yang tinggal di Dusun Cega, Desa Dukuh,
Kecamatan Kubu. Wayan Suparit layak dibantu oleh gubernur karena yang
bersangkutan memiliki 9 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. “tiang nak
Saya miskin pak, saya tinggal di sini dengan 9 anak saya” ujarnya memelas.
Gubernur Bali pun menymapaikan bahwa akan segera membautkan bantuan bedah rumah
kepada Suparti yang disambut dengan rasa syukur. “Suksme Pak Gubernur, Suksme
bapak-bapak sareng sami” ujanya.
Selain berencana membarikan bnatuan bedah rumah, Gubernur juga memeberikan
sejumlah uang kepada Wayan Sudi, Ni Luh Ngetis dan Wayan Suparti. “Niki malu
kanggoang beliang baas, mani umah bapane kar benangin tyng (ini dulu uang belikan beras, nanti
rumahnya akan diperbaiki)” ujarnya. *







0 komentar:
Posting Komentar