Laman

Laman

Jumat, 30 Januari 2015

Diduga Kejatuhan Buah Duren, Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Di Kebun Duren

KARANGASEM, Teropong Amlapura – Warga Banjar Desa, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di kebun durian, Rabu (28/1) kemarin. Mayat yang diketahuan bernama I Komang Supandi (49) yang merupakan pemilik kebun duren tersebut ditemukan tewas dalam keadaan luka berat di kepala.  Belum diketahui penyebab pasti kematian korban yang merupakan lulusan sarjana hukum yang memilih hidup bertani tersebut. Namun dugaan sementara korban yang masih melajang itu meninggal karena kejatuhan buah duren di kepalanya. Namun polisi tidak mau terlalu dini berkesimpulan karena masih menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan beberapa saksi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Korban awalnya ditemukan oleh warga setempat yang bernama Mang Kasud (17) dan Ketut Tapa (18) yang hendak mencari buah durian yang jatuh dari pohonnya. Saat keduanya sampai di ladang durian milik korban, pihaknya mengaku melihat ada sesosok tubuh yang terbaring di tegalan di bawah pohon duren. Mang Kasud yang masih bersatus anak SMK itu awalnya mengira bahwa yang dilihatnya hanyalah tertidur di ladang duren. Namun pihaknya curiga karena ada bau menyengat yang keluar dari sekitar lokasi. Setelah dihampiri ternyata bau menyengat itu kelaur dari tubuh korban yang dilihatnya sudah mengeluarkan darah dari kepala dan dikerumuni lalat. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada keluarga korban sehingga dilaporkan ke Mapolsek Bebandem sekitar pukul 07:00 Wita.
      Kondisi mayat korban sungguh mengenaskan karena mengalami luka dikepala berdiameter 10 Cm. Luka tersebut tembus ke otak karena tempurung kepala korban pecah. Dari mulut dan hidung korban keluar darah. Korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari 12 jam. Tubuh korban sudah mengeluarkan bau menyengat karena pada kepala korban yang terluka mengeluarkan cairan kental. Di samping tubuh korban ditemukan barang-barang berupa sebutir buah durian sebesar kepala orang dewasa, senter, dan sabuah parang. 
            Sementara wajah-wajah kesedihan terpancar dari keluarga korban. Supandi diketahui sebagai orang yang periang dan humoris sehingga banyak memiliki sahabat di desanya. Selain itu korban diketahui sebagai petani yang giat karena lebih memilih sebagai petani daripada menjadi PNS sesuai dengan lulusannya. “Kakak saya ini memang lebih memilih jadi petani daripada jadi PNS” ungkap Ni Luh Artini (46) yang merupakan adik kandung korban. Artini yang merupakan PNS guru di SD 1 Bungaya tersebut menambahkan bahwa kakanya itu pamitan kepadanya pada Selasa (27/1) malam sekitar pukul 19:00 Wita. “Kakak saya pamit sekitar pukul 07:00 malam dia bilang mau cari ulungan duren (mencari buah duren yang jatuh)” ujarnya. Pihaknya pun mengaku tidak merasa khawatir atau memiliki perasaan curiga kenapa korban tidak pulang saat pagi karena sudah terbiasa ketika musim duren mencari duren ke tegalan sampai menginap. “Kalau musim duren memang dia (korban) sering tidak pulang sampai malam atau pagi” tuturnya. Disampaikan bahwa selama ini dirinya tidak mengetahui kalau kakaknya memiliki masalah atau memiliki musuh yang kemungkinan punya dendam untuk membunuhnya. Kendati demikian pihaknya bersama keluarganya menyerahkan semua penanganan pada polisi. “Saya serahkan semuanya kepada kepolisian” ujarnya.
     Kapolsek Bebandem, AKP Gede Juli menyampaikan dirinya bersama jajarannya langsung menuju ke TKP setelah menerima laporan sekitar pukul 07:30 Wita. Setelah dilakukan olah TKP, korban lalu dibawa ke RSUD Karangasem untuk diperiksa. Namun pihaknya mengaku belum bisa membrikan keterangan pasti terkait kematian korban karena masih menunggu hasil otopsi. “Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban karena menunggu hasil otopsi dan hasil pemeriksaan beberapa saksi” Ujar Kapolsek Bebandem, AKP Gede Juli saat ditemui di Kamar Mayat RSUD Karangasem, Rabu (28/1) kemarin. Mantan Kapolsek Penarukan Buleleng tersebut menyampaikan bahwa jenasah korban akan dibawa ke RSUP sanglah untuk diotopsi dan hasilnya bisa diketahui Hari ini. “Hari ini kita bawa ke RSUP Sanglah untuk diotopsi, besok (hari ini red) sudah kelaur hasilnya” ungkapnya. * 

0 komentar:

Posting Komentar