Laman

Laman

Sabtu, 03 Januari 2015

UKM Centre Icon Pembangunan Kerajinan Karangasem

AMLAPURA – Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg berharap nantinya Gedung UKM Centre menjadi icon Karangasem sebagai symbol pembangunan dan pusat kerajianan lokal yang maju dan berkembang. “Saya berharap nanti UKM Centre ini maju dan berkembang sehingga menjadi kebanggaan Karangasem” Ujar Bupati Geredeg saat berkeliling di Stand UKM Centre sebelum acara penyambutan tahun baru 2015, Rabu (31/12) lalu. 
Bupati dua periode tersebut menyampaikan pihaknya siap mensupport para pengerajin dalam memfasilitasi berbagai kegiatan agar dilaksanakan di gedung UKM centre. “Nanti mulai tahun 2015 setiap penerimaan tamu luar atau ada kunjungan saya intruksikan agar dilaksanakan pertemuan di sini (UMK centre), nanti mereka bisa langsung melihat-lihat hasil kerajinan asli Karangasem dan pasti membeli untuk dijadikan oleh-oleh” ungkapnya. Geredeg yang saat itu didampingi oleh Wabup Sukerana dan juga Nyonya Sujiani Geredeg menyampaikan cara tersebut pastinya akan berjalan efektif dilakukan seiring dengan rampungnya gedung pentas seni dan aula pertemuan di lantai tiga gedung UKM centre. “Kalau nanti di atas tempat pentas dan aulanya selesai 100% semua kegiatan baik itu rapat-rapat akan kita dorong dilakukan di sini, apalagi sekrang ada intruksi pusat melarang rapat di hotel” ujarnya Geredeg yang sempat menulis “Semoga Sukses” di papan harapan tahun 2015 yang disediakan pengelola UKM Centre.
       Sementara itu, pengelola gedung UKM Centre yaitu Nyoman Sudarsana menyampaikan bahwa selama ini pengunjung yang datang ke UKM Centre dapat dibilang masih kurang. Kendati demikian, Sudarsana menyampaikan rata-rata penjualan perbulan dari 18 kios kerajinan di UKM centre sekitar 30 juta per bulan. “Penjualan perbulan ada sekitar 30 juta, namun hasil tersebut belum termasuk orderan yang diterima masing-masing pengerajin dari pemesan luar yang membutuhkan barang dalam jumlah banyak” tuturnya. Adanya pembeli sistem order mengingat pihaknya juga menerapkan sistem pemesasan lewat online dalam memasarkan produk kerajinan yang ada di UKM centre. “Kami juga memakai penjualan sistem online karena kami sudah memiliki Web Sendiri” ujarnya. 
     Pihaknya pun sangat mengapresiasi kebijakan Bupati Geredeg untuk melakukan acara-acara pertemuan kunjungan di lantai tiga gedung UMK centre. “Setiap pertemuan dan kunjungan diarahkan ke sini (Gedung UKM centre) pasti bagus karena nantinya pengunjung bisa melihat-lihat kios dan membeli barang-barang kerajinan di sini sebagai oleh-oleh” ujarnya. Pihaknya memang sengaja menyasar wisatawan domestik dari luar daerah dan tamu asing sebagai konsumen utama kerajian yang dipasrkan di UKM centre. “Sasaran pembeli kita memang tamu asing dan tamu luar daerah” ungkapnya. Barang-barang kerajinan yang dipasarkan di UKM centre yaitu kerajinan bambu, anyaman, rotan, tenun, kain songket, brokat, kerajinan perak, batu akik, seni lukis, dan lain-lainnya. *

0 komentar:

Posting Komentar